• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

OFFTAKER PLAT MERAH

by
January 7, 2025
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Banyak pemaknaan dari berbagai literatur yang sempat penulis baca terkait dengan istilah “offtaker plat merah”. Salah satunya, offtaker plat merah adalah perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang memiliki peran sebagai pembeli atau penerima produk dari produsen. Contoh perusahaan BUMN yang berperan sebagai offtaker plat merah di Indonesia diantaranya Perum Bulog.

Peran paling menonjol dari offtaker plat merah adalah membeli komoditas; mengatur distribusi dan penyimpanan; menjual produk ke pasar domestik dan internasional; mengatur harga dan kuantitas dan mengelola risiko dan keamanan pasokan. Khusus Bulog, peran itu akan tampak dari berbagai penugasan yang bakal diberikan Pemerintah.

Pembebasan Bulog dari statusnya sebagai BUMN, untuk kemudian berubah jadi Lembaga Otonom Pemerintah langsung dibawah Presiden, memberi isyarat kepada kita agar “Bulog Baru” , nanti memiliki kesempatan untuk melaksanakan tugas memberi pelayanan prima kepada segenap komponen bangsa. Bulog harus berkiprah sebagai ‘alat negara’. Bukan lembaga pencari untung.

Namun begitu, menjadi offtaker play merah tidaklah segampang para pegawai setiap awal bulan menerimw gaji/honor. Banyak masalah yang butuh pencermatan, jika offtaker plat merah ini benar-benar ingin berkiprah secara maksimal. Beberapa masalah yang dihadapi oleh offtaker plat merah antara lain :

  • Masalah Internal seperti inefisiensi operasional dicirikan oleh biaya operasional tinggi dan proses yang belum efisien. Lalu, keterbatasan infrastruktur, tampak dari kurangnya fasilitas penyimpanan dan pengolahan. Selanjutnya, sumber daya manusia diamati dari keterbatasan SDM terlatih dan pengalaman. Dan adanya korupsi dan kelemahan governance.

  • Masalah Eksternal seperti ketergantungan impor; persaingan pasar:dalam arti bersaing dengan perusahaan swasta; perubahan kebijakan pemerintah; dan resiko lingkungan.

  • Masalah Operasional seperti
    keterlambatan pengiriman; kerusakan infrastruktur; kehilangan produk akibat kebocoran dan gangguan pasokan.

Selain masalah-masalah yang bersifat umum, offtaker plat merah juga sering dihadapkan pada persoalan khusus yang lebih terkait dengan komoditas yang digarapnya. Sebut saja Bulog. Lembaga pangan yang memiliki tugas fungsi menjaga dan stabilisasi pasokan dan harga pangan ini, dalam prakteknya di lapangan pasti akan berhadapan dengan pelaku bisnia pangan di lapangan.

Walaupun saat Bulog berstatuskan BUMN (Perusahaan Umum), sering tampil di lapangan bersama bandar/tengkulak/pedagang/pengusaha, dalam rangka menyerap atau membelu gabah dan beras petani, tapi ketika Bulog dikembalikan statusnya jadi lembaga otonom Pemerintah, kini tentu saja akan ada “pembatas” antara Bulog dengan para pebisnis lainnya.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Bulog akan mampu menyerap atau membeli gabah dan beras petani secara maksimal, bila para pelaky bisnis gabah dan beras di lapangan berkeberatan untuk menerima deregulasi dan dibirokrstisasi yang sekarang telah ditetapkan Pemerintah. Mestinya jawaban yang disampaikan kepada masyarakat adalah tidak.

Selanjutnya, apakah Bulog masa kini telah berkemampuan untuk membangun kesadaran baru di kalangan bandar/tengkulaj/pedagang/pengusaha tentang berapa pantasnya harga pasar gabah dan beras yang tidak merugikan petani ? Lebih khusus lagi, apakah para pelaku bisnis gabah dan beras, ikhlas untuk berbagi keuntungan dengan petani ?

Artinya, kalau selama ini keuntungan mereka adalah 10, apakah rela kalau 2 atau 3 nya diberikan kepada petani, sehingga mereka hanya mendapatkan keuntungan 7 atau 8. Jujur, sebagai bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai landasan ideologi dalam mengarungi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakatnya, semangat berbagi untung bukanlah hal yang sulit untuk diwujudkan.

Masalah muncul ketika Pancasila hanya dijadikan pajangan hidup dan bukan sebagai pandangan hidup bangsa. Kalau ini yang terjadi, tidak mungkun lagi akan ada berbagi untung, tapi bagaimana caranya untuk dapat mengejar keuntungan sebesar-besarnya demi memuaskan kepenringan pribadi, keluarga atau kroni-kroninya belaka.

Akibatnya, menjadi sangat masuk akal kalau hasrat untuk membangun kehidupan yang bersama dalam kemakmuran dan makmur dalam kebersamaan pun, tak ubahnya hanya sebuah slogan kosong, tanpa bisa dibuktikan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Lebih sedih lagi, suasana ketidak-merataan terekam semakin menjadi-jadi.

Secara kasat mata dapat kita saksikan adanya jurang yang kian menganga antara sebagian kecil golongan masyarakat yang diuntungkan oleh adanya pembangunan dengan sebagian besar warga banga yang dirugikan dengan adanya pembangunan. Dalam kalimat lain dapat disebutkan antara “penikmat pembangunan” dengan “korban pembangunan” terasa semakin nyata dan transparan.

Kehadiran dan keberafaan offtaker plat merah diharapkan mampu merubah kesenjangan menjadi ketidak-senjsngan dengan seabreg langkah cerdas yang dapat ditempuh. Pertanyaan kritisnya adalah apakah para offtaker plat merah ini memiliki kemampuan untuk menampilkan diri sebagai lembaga parastatal yang bisa melindungi rakyat banyak ? (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK dan Anomali Penegakan Hukum: Kasus Hasto di Antara Politisasi dan Pelanggaran HAM

Next Post

Dinilai Ilegal, Presiden Prabowo Diharapkan Tidak Hadir di HPN 2025

Related Posts

Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya
Feature

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026
Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Next Post
Dinilai Ilegal, Presiden Prabowo Diharapkan Tidak Hadir di HPN 2025

Dinilai Ilegal, Presiden Prabowo Diharapkan Tidak Hadir di HPN 2025

Wahyu Setiawan Absen dari Pemeriksaan KPK, Minta Jadwal Ulang Terkait Kasus Hasto

Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan: "Tidak Tahu Sumber Suap untuk Harun Masiku"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...