• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Paradoks Prabowo: Retorika Modernis dalam Cangkang Otoritarianisme

fusilat by fusilat
February 28, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Paradoks Prabowo: Retorika Modernis dalam Cangkang Otoritarianisme
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Prabowo Subianto pernah berterus terang bahwa dirinya berasal dari elite Indonesia yang “kiblatnya ke Barat”. Ia tumbuh dalam alam pikir yang mengagumi Barat sebagai model kemajuan, rasionalitas, dan tata politik modern. Pengakuan itu wajar. Ia adalah putra Soemitro Djojohadikusumo—tokoh sentral Partai Sosialis Indonesia (PSI) pimpinan Sutan Sjahrir—sebuah partai yang merepresentasikan kaum intelektual rasionalis, kosmopolitan, dan anti-otoritarian.

PSI meyakini bahwa Indonesia modern hanya dapat berdiri di atas fondasi demokrasi, supremasi sipil, dan rasionalitas politik universal. Dalam tradisi inilah Prabowo seharusnya dibesarkan: sebagai bagian dari elite yang memahami bahwa kekuasaan mesti dibatasi, diawasi, dan tunduk pada hukum.

Indonesia Modern Menurut Sutan Takdir Alisjahbana

Pandangan modernis tersebut memperoleh artikulasi teoretis paling tajam dalam pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana (STA). Dalam esainya Keindonesiaan Kita, STA menarik garis demarkasi yang tegas antara Indonesia modern dan masa lalu “pra-Indonesia”.

Bagi STA, Indonesia bukanlah restorasi Mataram, bukan pula kelanjutan Sriwijaya atau Majapahit. Indonesia adalah kesadaran baru abad ke-20—sebuah bangsa modern yang lahir dari organisasi rasional, institusi sipil, dan semangat dinamis yang secara sadar menyerap nilai-nilai Barat: ilmu pengetahuan, demokrasi, dan kebebasan individu.

Modernitas, bagi STA, bukan kosmetik. Ia adalah perubahan struktur berpikir, bukan sekadar adopsi simbol dan gaya.

Retorika Modern, Praktik Feodal

Ironisnya, ketika Prabowo akhirnya berada di puncak kekuasaan, orientasi “Barat” yang kerap ia klaim justru tampil dalam wajah yang paradoksal. Keputusannya bergabung dalam Board of Peace bentukan Donald Trump, serta penandatanganan Agreement of Reciprocal Trade, tidak memancarkan kemandirian politik luar negeri. Yang terasa justru aroma patronase kekuasaan.

Alih-alih berdiri setara sebagai bangsa berdaulat dengan kalkulasi rasional, langkah tersebut terbaca sebagai politik mencari perlindungan pada kekuatan besar. Sebuah sikap yang lebih menyerupai relasi feodal ketimbang hubungan modern antarnegara.

Dalam hal ini, Prabowo tampak mengulang pola raja-raja Mataram pada era kolonial: meminta proteksi dan berkompromi dengan VOC demi mempertahankan takhta, dengan imbalan konsesi politik dan ekonomi. Bedanya, hari ini konsesi itu dibungkus retorika nasionalisme dan jas modern.

Militerisme dan Surutnya Supremasi Sipil

Paradoks itu semakin telanjang dalam gaya kepemimpinannya yang militeristik. Ia berjarak jauh dari prinsip PSI yang anti-otoritarian dan menjunjung tinggi supremasi sipil. Kritik kerap dibalas dengan stigmatisasi—“antek asing”, “tidak nasionalis”—sementara pada saat yang sama ia merapat pada agenda geopolitik Donald Trump.

Ruang publik kian menyempit, oposisi dicurigai, dan negara tampil semakin sentralistik. Demokrasi direduksi menjadi prosedur elektoral, sementara substansinya—kebebasan berekspresi, kontrol kekuasaan, dan checks and balances—perlahan tergerus.

Menanti Fajar atau Kembali ke Kegelapan?

Prabowo mungkin besar di Barat, tetapi ia tampaknya gagal menyerap esensi terdalam dari nilai yang ia kagumi: demokrasi, pembatasan kekuasaan, dan mekanisme pengawasan. Jika kebijakan luar negerinya sekadar menempatkan Indonesia sebagai “mitra junior” kekuatan global, dan kebijakan domestiknya membungkam suara kritis, maka ia bukanlah pewaris ideologis Soemitro Djojohadikusumo maupun Sutan Sjahrir.

Ia lebih tepat disebut sebagai “raja kecil” abad ke-18 yang mengenakan setelan jas abad ke-21. Ia bukan sedang membangun Indonesia Raya, melainkan merestorasi singgasana feodalisme di atas puing-puing reformasi yang kian rapuh.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Serangan Militer Israel ke Iran Didukung AS, Trump Konfirmasi “Major Combat Operations”

Next Post

ANALISIS MILITER: OPERASI “FULMINANT” – Serangan Gabungan Israel-AS ke Fasilitas Nuklir Iran

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!
Feature

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026
Feature

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Next Post
ANALISIS MILITER: OPERASI “FULMINANT” – Serangan Gabungan Israel-AS ke Fasilitas Nuklir Iran

ANALISIS MILITER: OPERASI "FULMINANT" - Serangan Gabungan Israel-AS ke Fasilitas Nuklir Iran

Beranikah Indonesia Mengecam Atas Serangan Israel ke Iran?

Beranikah Indonesia Mengecam Atas Serangan Israel ke Iran?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...