• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pelajaran Dari PM Jepang Pada Pidato di PBB “Summit for the Future”

Pentingnya Menegakkan Rule of Law: Peringatan untuk Jokowi dan Para Calon Pemimpin Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
September 23, 2024
in Feature, Politik
0
Idea Dalam Jepang: The Ruling Parties Menang, Ujian Mewujudkan Demokrasi – Nandesuka?
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah kompleksitas global yang semakin meningkat, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, dalam pidatonya di Summit of the Future Perserikatan Bangsa-Bangsa, menekankan bahwa rule of law atau supremasi hukum adalah fondasi penting bagi masa depan yang damai dan makmur. Pidato ini menjadi pengingat yang relevan bagi pemimpin Indonesia saat ini, termasuk Presiden Joko Widodo, serta bagi calon pemimpin masa depan, tentang betapa vitalnya prinsip ini dalam tata kelola pemerintahan yang adil dan demokratis.

Supremasi Hukum sebagai Pilar Masa Depan

Dalam pidatonya, Kishida menegaskan bahwa supremasi hukum harus dipegang teguh terutama saat negara-negara dengan nilai-nilai yang berbeda harus bekerja sama. Bagi Indonesia, pesan ini sangat relevan, mengingat tantangan domestik seperti korupsi, penegakan hukum yang tidak konsisten, serta politisasi hukum yang kerap terjadi selama pemerintahan Jokowi. Hanya tatanan internasional yang terbuka dan bebas, yang berlandaskan pada supremasi hukum, yang dapat menghadirkan pembangunan dan kemakmuran yang berkelanjutan. Ini bukan sekadar retorika global, tetapi prinsip yang harus dijadikan pijakan dalam setiap kebijakan nasional.

Indonesia, dengan pluralitasnya, juga berada di tengah pertempuran antara berbagai kepentingan politik, ekonomi, dan sosial. Dalam konteks ini, rule of law bukan hanya instrumen untuk menjaga keteraturan, tetapi juga jalan untuk memastikan bahwa hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan sosial dapat ditegakkan tanpa bias. Upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekuatan, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, tidak dapat ditoleransi di mana pun, termasuk di Indonesia. Hal ini penting untuk diingat, mengingat ada kecenderungan munculnya otoritarianisme terselubung di beberapa sektor.

Investasi pada Manusia dan Penegakan Hak Asasi

Kishida juga menekankan bahwa tidak ada negara yang dapat mengatasi tantangan global sendirian. Di sinilah pentingnya multilateralism atau kerja sama multilateral, yang sayangnya semakin pudar akibat krisis kepercayaan terhadap lembaga internasional seperti PBB. Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi besar dan beragam, juga menghadapi berbagai tantangan seperti ketimpangan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Untuk menghadapi tantangan ini, investasi pada manusia adalah kunci, sebagaimana dikemukakan oleh Kishida. Pemberdayaan perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan adalah upaya yang harus diprioritaskan untuk menciptakan masa depan yang inklusif dan adil.

Di tengah kegaduhan politik dalam negeri dan seringnya hukum menjadi alat kekuasaan, Indonesia harus menyadari bahwa rule of law bukan sekadar slogan, melainkan fondasi dari keberlanjutan pembangunan sosial dan ekonomi. Martabat manusia harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan, baik di tingkat lokal maupun internasional. Jika supremasi hukum terus dikesampingkan demi kepentingan segelintir pihak, maka kehancuran demokrasi dan ketidakadilan sistemik hanya akan semakin meluas.

Reformasi Sistem Hukum: Tantangan dan Kesempatan

Tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah lemahnya penegakan hukum, korupsi yang merajalela, serta intervensi politik yang mengikis kepercayaan publik terhadap institusi hukum. Sebagai pemimpin negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Jokowi dan para calon penggantinya harus memperhatikan pesan Kishida bahwa reformasi sistem hukum adalah prioritas yang tidak bisa ditunda. Jika tidak, Indonesia akan terus terjebak dalam lingkaran setan ketidakadilan yang menggerogoti seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa.

Pada saat yang sama, reformasi hukum memberikan kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperbaiki citra internasionalnya dan memastikan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari angka-angka ekonomi, tetapi juga dari bagaimana hak-hak warga negara dijamin secara adil.

Menyongsong Kepemimpinan Baru: Harapan bagi Supremasi Hukum

Dengan semakin dekatnya masa akhir jabatan Jokowi, Indonesia dihadapkan pada transisi yang penuh harapan sekaligus tantangan. Pemimpin selanjutnya harus menyadari bahwa rule of law adalah syarat mutlak bagi kemajuan bangsa ini. Tidak ada pembangunan yang berkelanjutan jika hukum terus diperjualbelikan, atau jika keadilan hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan uang.

Pesan Kishida harus menjadi peringatan bagi para calon pemimpin Indonesia. Tata kelola pemerintahan yang baik harus berlandaskan pada prinsip-prinsip hukum yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif. Mengabaikan ini berarti membuka pintu bagi ketidakstabilan, ketidakadilan, dan kemerosotan demokrasi yang sejatinya menjadi pondasi kehidupan bernegara.

Kesimpulan: Membangun Masa Depan di Atas Supremasi Hukum

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang maju dan makmur. Namun, potensi ini hanya dapat diwujudkan jika hukum menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah. Kishida telah mengingatkan kita bahwa hanya melalui supremasi hukum, pembangunan yang berkelanjutan dan kemakmuran sejati dapat dicapai. Kini saatnya bagi Jokowi dan para calon pemimpin masa depan Indonesia untuk menjadikan pesan ini sebagai pijakan dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik, adil, dan beradab.

Dengan reformasi hukum yang nyata, penegakan keadilan yang tegas, serta komitmen untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia, Indonesia dapat melampaui tantangan yang ada dan menuju masa depan yang lebih cerah di bawah naungan rule of law.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beyond the Jokowi Era: Refleksi dan Harapan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Next Post

Undian Nomor Urut: Tiga Paslon Siap Menghadapi Tahap Krusial Pilgub Jakarta

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial
Feature

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026
Feature

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Next Post
Undian Nomor Urut: Tiga Paslon Siap Menghadapi Tahap Krusial Pilgub Jakarta

Undian Nomor Urut: Tiga Paslon Siap Menghadapi Tahap Krusial Pilgub Jakarta

Usai Bebas dari Penyanderaan OPM Reaksi Kapten Philip Mark Marthens Saat Mendengar Suara Isteri

Belajar Dari Pembebasan Pilot Susi Air Konflik Papua Butuh Pendekatan HAM.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist