• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Penangkapan Para Jenderal Polisi

fusilat by fusilat
October 26, 2022
in Feature
0
Penangkapan Para Jenderal Polisi

Irjen Pol Teddy Minahasa (tengah) saat menunjukkan barang bukti sabu-sabu saat jumpa pers. [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa/aa].

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Budi Hatees

Jakarta – Hanya dalam situasi perang seorang jenderal punya kemungkinan untuk tertangkap. Negeri kita adem ayem, tentu saja ini tidak terbantahkan, meskipun ancaman krisis global dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi stabilitas nasional. Tapi, di negeri yang adem ayem ini, dalam kurun yang singkat, tiga jenderal dari lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ditangkap karena terlibat kasus kriminal.

Masih jadi buah bibir perihal Irjen Pol Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri, yang ditangkap karena diduga terlibat kasus pembunuhan ajudannya sendiri, Brigadir Joshua. Pada Jumat (14/10), giliran Irjen Pol Teddy Minahasa, mantan Kapolda Sumatra Barat, ditangkap karena diduga menjual barang bukti berupa narkoba.

Beberapa bulan sebelumnya dua perwira tinggi (pati) Polri itu ditangkap, Irjen Pol Napoleon Bonaparte sudah lebih dahulu dipenjarakan. Mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri ini terbukti melakukan penganiayaan terhadap tersangka kasus kriminal, dan tindakan tersebut didakwa melanggar Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 361 ayat 1 KUHP. Padahal, di lingkungan Polri dan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab guna menegakkan hukum, diskresi dibenarkan. Tapi, apa yang dilakukan Napoleon Bonaparte justru disalahkan secara hukum.

Apa pun alasan hukumnya, kita layak mempertanyakan bagaimana bisa tiga jenderal Polri terlibat tindak kriminal selama tahun 2022. Apakah sistem yang memproduksi pati di lingkungan Mabes Polri telah mengalami kesalahan fungsi (malfunction), sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem agar produk akhirnya benar-benar sesuai dengan ekspektasi bersama. Ataukah, sistem yang ada telah melampaui produksi yang seharusnya sehingga terlalu banyak pati sementara kebutuhan untuk menutupi posisi dan jabatan yang ada sangat minim, sehingga pati-pati di Korps Bhayangkara saling bersaing antara satu dengan lainnya untuk mendapatkan posisi dan jabatan yang tersedia?

Dua persoalan itu tampaknya sangat mempengaruhi kualitas pati di Korps Bhayangkara. Kita tahu, salah satu metode untuk menilai kelayakan mutasi dan promosi para pati Polri adalah catatan personel yang dibuat oleh Divisi Propam Mabes Polri. Selama 2022, Divpropam Mabes Polri yang sangat substansial keberadaannya sehingga sering diposisikan sebagai “benteng terakhir Polri”, dipimpin oleh Irjen Pol Ferdy Sambo.

Dengan kata lain, Irjen Pol Ferdy Sambo yang kini jadi tersangka dalam kasus kriminal itu, punya catatan tentang personel pati Polri yang dimutasi atau dipromosikan selama 2022. Artinya, kita bisa membayangkan akan seperti apa kualitas pati yang dipromosikan dan dimutasikan sementara pihak yang melakukan penilaian justru terkait kasus kriminal.

Memang, ada 13 komponen penilaian dalam melakukan mutasi dan promosi pati Polri, dan catatan personel oleh Divpropam Mabes Polri hanya salah satunya. Masih ada 12 komponen lain, sebagian berdasarkan faktor individu atau profesional pati Polri, sebagian lainnya sangat tergantung pada faktor eksternal seperti keseimbangan organisasi Polri, Assessment Center Polri, Sidang Dewan Pertimbangan Karier Polri, dan lain sebagainya yang mengacu pada Perkap Nomor 16 Tahun 2012 tentang Mutasi Anggota Polri.

Dengan kata lain, sistem yang dibangun untuk memproduksi pati di lingkungan Polri mengalami kesalahan fungsi akibat sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam sistem tidak sepenuhnya bebas dari laku kriminal. Kasus Irjen Ferdy Sambo hanya sebuah contoh yang terungkap kepada publik, dan kondisi ini memprihatinkan mengingat posisi Divpropam Mabes Polri itu sangat sentral sebagai benteng Korps Bhayangkara.

Divpropam Mabes Polri tidak boleh terlibat kasus kriminal apapun sebagaimana dijelaskan dalam Blue Print Divpropam Mabes Polri yang disusun pada masa Kadiv Propam Mabes Polri dipimpin oleh Irjen Pol Budi Gunawan, sehingga personel-personel Korps Bhayangkara yang dipromosikan atau dimutasikan ke lingkungan Divpropam Mabes Polri haruslah orang-orang yang sanggup menjaga nama baik institusi Polri bersih dan bersih dari tindak kriminal.

Penangkapan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus kriminal berdampak serius terhadap penurunan citra Polri di mata masyarakat. Citra Polri hancur karena Irjen Pol Ferdy Sambo merupakan sosok personel Korps Bhayangkara yang selama ini dicitrakan seorang profesional polisi yang sering mendapat reward karena berprestasi luar biasa sehingga lompatan kepangkatannya mampu melampaui para senior yang pernah menjadi atasannya di lingkungan Polri. Superstar di lingkungan Polri ini ternyata punya andil luar biasa untuk meruntuhkan citra polisi yang susah payah dibangun sejak keluar dari lingkungan ABRI/TNI pada tahun 2000 lalu.

Namun demikian, lonjakan kepangkatan Irjen Ferdy Sambo menjadi bukti bahwa tidak sulit memproduksi pati di lingkungan Polri. Meskipun jumlah pati pada 2020 di masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Idham Azis terjadi surplus sebanyak 213 pati, namun Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dengan mudah memproduksi pati yang baru. Ferdy Sambo yang alumni Akpol 1994 dan baru menjadi brigadir jenderal pada 2019, bisa langsung diangkat menjadi inspektur jenderal pada 2020. Padahal, senior Ferdy Sambo di Akpol 1990, 1991, 1992, dan Akpol 1993 banyak yang berprestasi mentereng dan menjadi rising star di Akpol.

Artinya, persoalan surplus sebanyak 213 pati pada 2020 terjadi karena produksi pati Polri tidak sebanding dengan keseimbangan organisasi manajemen Polri, sehingga ada pati yang kemudian tidak punya jabatan. Kondisi ini semestinya dicarikan solusinya, namun dibiarkan berlangsung sehingga para junior di lingkungan Akpol bisa melampaui para seniornya. Realitas ini membenarkan apa yang pernah disinggung Maurice Punch dalam bukunya Police Corruption: Deviance, Accountability and Reform in Policing (2009) bahwa “soal sebenarnya bukan apel yang busuk. Soal sebenarnya adalah kebun apel itu yang busuk.”

Dengan kata lain, buruknya kualitas pati di lingkungan Polri hingga para jenderal ini terlibat kasus kriminal barangkali tidak hanya disebabkan faktor individu anggota Korps Bhayangkara. Besar kemungkinan, anggota Polri tidak bisa menjadi sosok yang profesional karena sistem yang ada lebih mendorong mereka untuk melakukan malpraktik.
Tidak mengherankan jika Polri memiliki personal yang cenderung ingin melakukan tindak pidana meskipun mereka sangat menguasai kitab-kitab hukum yang berlaku.

Mereka menganggap pelanggaran terhadap peraturan perundangan-undangan itu merupakan imbas dari sistem yang berjalan di luar fungsi sebenarnya. Artinya, personel Polri tidak bisa mengharapkan sistem mutasi dan promosi berjalan sebagaimana mestinya, karena seorang junior bisa melambung kariernya melampaui para seniornya tanpa indicator-indikator yang terukur.

Budi Hatees, pengamat kepolisian dan pemolisian, penulis buku ‘Ulat di Kebun Polri’.

Dikutip dari detik.com, Selasa 25 Oktober 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perkembangan Berkelanjutan “Cogito Ergo Sum”

Next Post

PM Sunak Akan Terbang Ke Bali Bertemu Biden November ini

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Raja Charles III Lantik Rishi Sunak Sebagai Perdana Menteri Inggris

PM Sunak Akan Terbang Ke Bali Bertemu Biden November ini

Nikita Mirzani : “Berapa Kalian dibayar” di Kejaksaan Serang

Nikita Mirzani : “Berapa Kalian dibayar” di Kejaksaan Serang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist