FusilatNews- Presiden Joko Widodo membuat pernyataan yang membandingkan biaya proyek pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara dengan biaya penanganan pandemi Covid-19, hal itu menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menganggap jokowi makin menunjukkan kedangkalan cara berpikir.
“Saya kira tidak apple to apple bila membandingkan antara biaya IKN dengan biaya Covid. Jokowi semakin menunjukkan kedangkalan cara berpikirnya,” ucap Saiful dikutip rmol.id, Senin (5/12).
Saiful mengatakan kepentingan masalah kesehatan tidak dapat dibandingkan dengan soal IKN
“Kalau dana Covid dijadikan dasar untuk pembangunan IKN maka tentu hal tersebut bisa berbahaya, karena Covid tentu hubungannya dengan keselamatan jiwa rakyat, tapi kalau IKN saya kira tidak ada hubungannya dengan keselamatan kesehatan rakyat,” ungkapnya.
Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini mengatakan logika terbalik itulah yang sering pamerkan Jokowi kepada publik. Sehingga, membuat publik tidak respect, bahkan tidak interest dengan apa yang sering disampaikan Jokowi.
“Analisis Jokowi tentu sangat dangkal dengan berusaha membandingkan dana Covid dengan dana IKN,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saiful menilai orang-orang terdekat jokowi tidak mampu melihat sekala prioritas
“Ini juga menunjukkan kedangkalan berpikir orang-orang dan tim terdekat yang ada di sekitar Jokowi, di mana tidak mampu meyakinkan Jokowi tentang pola pembangunan yang semestinya diprioritaskan untuk menunjang kebutuhan rakyat, bukan hanya kebutuhan segelintir elite,” pungkas Saiful.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri kegiatan puncak rangkaian Kompas100 CEO Forum Tahun 2022 di Istana Negara. Dalam pidatonya Jokowi menyinggung pembangunan ibu kota negara (IKN) harus ditanggapi dengan optimistis. Ia pun menyebut Indonesia seharusnya tidak grogi dengan dana pembangunan IKN yang mencapai Rp460 triliun.
“Negara sebesar ini jangan kita pesimis dong, membangun (IKN) kurang lebih kalau sekarang US$29 miliar, masa kita grogi, kira-kira kan kalau dirupiahkan 460 triliun,” ujar Jokowi Jumat (2/12).
Ia pun membandingkan dana pembangunan IKN dengan penanganan covid-19 yang mencapai Rp1.700 triliun. “Kita kemarin biaya covid Rp1.700 triliun juga nggak terasa,” ujarnya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News





















