• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Pengumuman Lama, Kesadaran Baru

Nama Joko Widodo Tak Ada Dalam Buku Induk Fakultas?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
April 21, 2025
in Crime, Feature
0
UGM akan Evaluasi Gelar Guru Besar Tersangka Dugaan Korupsi Eddy Hiariej

Foto Dokumen UGM

Share on FacebookShare on Twitter

Di pojok ruang maya yang semula sunyi, secarik pengumuman tua kembali menyeruak. Sebuah dokumen—daftar nama mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada tahun 1980—tiba-tiba menjadi bahan diskusi publik. Seolah bukan sekadar arsip sejarah, melainkan seperti ledakan kecil yang mengusik kesadaran kolektif. Tak pelak, publik pun bertanya-tanya: Apakah ini shock therapy untuk membangunkan nalar intelektual yang mulai tumpul? Atau hanya nostalgia musiman yang dipoles aroma politis?

Nama-nama yang tercantum dalam daftar itu memang bukan tokoh sembarangan. Mereka adalah generasi awal dari Proyek Perintis: sebuah program seleksi mahasiswa unggulan yang digagas oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 1979. Tujuannya mulia—membuka gerbang perguruan tinggi bagi siswa-siswa terbaik dari berbagai pelosok negeri dengan sistem yang lebih adil dan terukur.

Namun perhatian publik kini bukan sekadar pada program Perintis, melainkan pada nama yang tak tercantum. Di tengah-tengah gegap gempita nama-nama asli Fakultas Kehutanan UGM, satu nama besar yang selama ini diklaim sebagai alumnus UGM seolah tak tampak di sana. Joko Widodo.

Apakah ini semata kelalaian dokumentasi? Atau justru sebuah sindiran halus dari para alumni sejati, yang ingin berkata: “Kami ini lulusan yang benar-benar masuk lewat pintu depan kampus, bukan sekadar mencatut almamater”?

Isyarat itu makin terasa ketika beberapa intelektual seperti Dr. Roy Suryo dan Dr. Rismon Hasiholan—keduanya dikenal sebagai pemikir yang konsisten dengan nalar sehat—turut menyambangi kampus biru. Bahkan dikabarkan, keduanya sempat merencanakan kehadiran di forum yang sama dengan para tokoh Team Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Sayang, rencana itu urung karena kekhawatiran dituduh sebagai provokator. Situasi yang tak kondusif membuat patriotisme mereka dibungkam oleh kekuatan narasi tandingan: bahwa membela kebenaran adalah tindakan subversif, bahwa mempertanyakan keabsahan masa lalu adalah bentuk pembangkangan terhadap kekuasaan.

Kini, pengumuman yang dulunya ditempelkan di papan pengumuman kampus itu, menjelma menjadi pemantik kesadaran baru. Ia mengajak kita untuk tidak larut dalam mitos-mitos kepahlawanan yang dibungkus rapi oleh relasi kuasa dan pencitraan media. Ia mengajak publik—khususnya para alumni angkatan 1980 hingga 1985—untuk kembali memeriksa ingatan mereka, menyigi masa lalu, dan mungkin, menyumbangkan suara yang selama ini tertahan oleh rasa segan terhadap kekuasaan.

Lalu apakah akan muncul pengumuman baru dari arsip Proyek Perintis yang selama ini tersembunyi? Apakah nama Joko Widodo benar-benar tidak tercatat dalam daftar peserta Proyek Perintis tahun 1980? Atau justru akan muncul klarifikasi dari UGM sendiri—untuk membela atau membongkar?

Yang jelas, sejarah tak pernah bisa dikubur selamanya. Ia bisa dibungkam, ditunda, dimanipulasi—tapi tidak bisa dihapus. Dan seperti kata seorang filsuf: arsip adalah kekuasaan. Kini, publik berhak menuntut kejelasan atas arsip-arsip yang menyangkut tokoh-tokoh penting negeri ini. Terlebih jika nama itu pernah atau sedang duduk di singgasana tertinggi republik.

Esai ini bukan ingin mencederai nama siapa pun, melainkan hanya hendak menyatakan: bahwa kebenaran tak mengenal masa kadaluarsa. Dan kadang, sebuah pengumuman sederhana—yang hanya berisi daftar nama—bisa menjadi lebih revolusioner dari orasi panjang penuh retorika.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika UGM Terjerembab karena Membela Jokowi

Next Post

Paus Franssìscus Meninggal Dunia

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Paus  Franssìscus Meninggal Dunia

Paus Franssìscus Meninggal Dunia

Paus Fransiskus Akan Dimakamkan di Basilika Santa Maria Mayor Bukan di Vatikan

Paus Fransiskus Akan Dimakamkan di Basilika Santa Maria Mayor Bukan di Vatikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...