• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika UGM Terjerembab karena Membela Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
April 21, 2025
in Feature, Politik
0
Bangsa Ini Tersesat karena Ulah – “Ijazah Palsu”
Share on FacebookShare on Twitter

Universitas Gadjah Mada, rumah intelektual yang dulu berselimut cahaya, kini berdiri gamang di simpang jalan sejarah. Sejak pertemuannya dengan para aktivis TPUA pada 15 April 2025, benteng ilmu itu tak lagi bisa menyembunyikan wajah di balik tabir “netralitas”. Waktu telah menyeretnya masuk ke gelanggang. Dan gelanggang, seperti kata Chairil, bukan tempat bagi yang ragu.

UGM kini berdiri di ambang dua dunia—satu adalah dunia kehormatan yang dibangun oleh idealisme, satu lagi adalah dunia kekuasaan yang bergelimang tipu muslihat. Diam berarti tunduk, berbicara berarti menantang. Ujian ini bukan sekadar tentang keabsahan segulung ijazah, melainkan tentang nyawa akademia yang dipertaruhkan: apakah akan tetap menjadi pelita bangsa, atau menjelma jadi bayang-bayang kekuasaan yang kehilangan cahaya.

Ada tiga jalan yang bisa ditempuh UGM, masing-masing dengan bayaran sejarahnya sendiri.

Jalan pertama: jalan keberanian. UGM memilih menjadi suara nurani bangsa, bukan gema penguasa. Audit internal dibuka lebar, keterlibatan publik dijadikan kewajiban moral, dan proses penyelidikan melibatkan tokoh-tokoh independen dari luar pagar kampus. Jalan ini penuh batu dan duri—tekanan politik, intervensi kekuasaan, mungkin ancaman terhadap keamanan pribadi. Tapi inilah jalan terang: UGM akan dikenang bukan sebagai kampus yang sekadar “pernah besar”, tapi sebagai institusi yang menyelamatkan harga diri bangsa saat yang lain membungkuk.

Jalan kedua: jalan abu-abu pragmatis. UGM bersikap lunak. Audit dilakukan, tapi hasilnya dikaburkan. Bahasa normatif ditebar seperti kabut di pagi hari—indah tapi menyembunyikan arah. Kampus berharap isu ini akan menua, seperti gosip di warung kopi yang esok lusa dilupakan. Tapi harga dari strategi ini mahal. Integritas terkikis, lambat namun pasti. Dosen, mahasiswa, dan alumni terpecah. Kampus kerakyatan itu berubah jadi tubuh kosong: kampus zombie—hidup, tapi kehilangan roh.

Jalan ketiga: jalan gelap. UGM menanggalkan etika dan menjadi alat negara. Argumentasi hukum dibengkokkan untuk membenarkan kebohongan. Kritik dibalas dengan pembusukan. Alih-alih menjadi penjaga kebenaran, UGM memilih menjadi pagar kekuasaan. Dan sejarah, seperti selalu, mencatat dengan tinta hitam untuk mereka yang menjual jiwanya demi singgasana. UGM akan jadi istana pasir: tampak megah dari luar, tapi retak dari dalam, menunggu gelombang kecil untuk hancur seluruhnya.

Yang akan menentukan arah langkah ini bukan hanya Rektor dan rektorat, tetapi kekuatan moral yang mengalir di nadi kampus. Apakah masih ada idealisme di ruang-ruang rapat pimpinan? Masih adakah suara mahasiswa yang berseru karena cinta, bukan karena takut? Masih adakah dosen-dosen yang mengajar dengan hati, bukan dengan perhitungan aman?

Di balik semua ini, bayangan kekuasaan masih menjalar. Rezim yang merasa terancam akan terus berusaha menekan, menyuap, menakut-nakuti. Tapi sejarah bangsa ini tidak pernah ditulis oleh mereka yang tunduk. Ia ditulis oleh mereka yang berdiri, walau sendiri.

Dalam 6 sampai 12 bulan ke depan, semuanya bisa berubah. Jika UGM memilih bungkam, ia akan mulai kehilangan anak-anak rohaninya. Alumni potensial akan berpaling, mahasiswa berhenti percaya, dosen merasa asing di tempatnya sendiri. Akreditasi internasional mulai goyah, kerja sama global tersendat, dan peringkat jatuh bukan karena nilai, tapi karena kehilangan nilai-nilai.

Namun jika UGM memilih jalan cahaya—dengan segala risikonya—ia bisa menjadi ikon kebangkitan baru. Sebuah titik tolak moral bagi pendidikan nasional yang lama tertidur.

Kepada UGM, pesan kami sederhana tapi genting: pilihlah kebenaran. Sebab kebenaran tak pernah layu oleh waktu. Ia mungkin ditinggalkan, disembunyikan, bahkan dikubur. Tapi seperti biji di tanah kering, ia akan tumbuh saat musim hujan tiba.

Kekuasaan akan lenyap. Nama besar bisa hancur. Tapi integritas akan abadi dalam ingatan kolektif bangsa. Kampus bukanlah istana untuk berlindung, tapi menara untuk menyuarakan. Sebuah bangsa hanya bisa bangkit, bila kampus-kampusnya berdiri sebagai mercusuar kebenaran, bukan corong propaganda.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BPJS dan Kemunduran Kemanusiaan: Ketika Prosedur Mengalahkan Nyawa

Next Post

Pengumuman Lama, Kesadaran Baru

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya
Politik

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026
Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia
Politik

Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

July 4, 2026
Next Post
UGM akan Evaluasi Gelar Guru Besar Tersangka Dugaan Korupsi Eddy Hiariej

Pengumuman Lama, Kesadaran Baru

Paus  Franssìscus Meninggal Dunia

Paus Franssìscus Meninggal Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026
Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...