Jakarta – Fusilatnews – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, membantah bahwa PKS telah meninggalkan Anies Baswedan.
Dalam pandangannya, Tifatul menyebut Anies sebagai sosok yang cerdas dan terbuka untuk berdiskusi. “Pak Anies, dalam pandangan saya, open-minded, cerdas, enak diajak diskusi. Beberapa kali dialog dengan beliau, terasa nyambung,” ungkap Tifatul melalui kicauannya pada Kamis (5/9/2024).
Tifatul mengakui bahwa dalam rapat-rapat syuro PKS, ia termasuk pendukung keras agar Anies Baswedan dicalonkan dalam Pilgub DKI Jakarta. “Saya ikut terlibat menggalang dukungan di beberapa provinsi, mengkoordinasikan kader-kader dan pengurus. Keluar biaya pribadi cukup besar, dan ikut membersamai beliau ketika kampanye di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara,” ujarnya.
Oleh karena itu, Tifatul tidak sepakat dengan pernyataan dalam sebuah podcast yang menyebut bahwa PKS telah meninggalkan Anies. “PKS tidak meninggalkan Anies, dan husnuzon saya, Pak Anies juga tidak meninggalkan PKS. Meskipun Pak Anies memang bukan kader atau pengurus PKS,” tegasnya.
Alasan PKS Tidak Mencalonkan Anies di Pilgub Jakarta
Lebih lanjut, Tifatul mengungkapkan alasan mengapa PKS pada akhirnya tidak memilih Anies di Pilgub Jakarta 2024, meskipun putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) mengizinkan partai itu untuk mencalonkan sendiri. Menurut Tifatul, PKS tidak ingin memutus perjanjian yang telah disepakati dengan Ridwan Kamil (RK).
“Hasil syuro yang berlandaskan juga pada dalil-dalil Al-Quran dan sunnah, ternyata kita tidak boleh memutuskan perjanjian yang sudah disepakati, kecuali pihak seberang melakukan pengkhianatan terhadap kesepakatan. Sehingga PKS tetap mengusung RK-Suswono untuk Pilkada DKI 2024 ini,” jelas Tifatul.
Pandangan Tifatul Terhadap Anies Baswedan
Tifatul juga menjabarkan pandangannya secara lengkap tentang Anies Baswedan, sebagai berikut:
- Tifatul masih bersikap husnuzon (berprasangka baik) dan berpikir positif terhadap Anies. Ia tidak terpengaruh oleh para buzzer dan provokator.
- Anies dinilai sebagai sosok yang open-minded, cerdas, dan nyaman diajak berdiskusi.
- Dalam syuro-syuro PKS menjelang pemilu, Tifatul termasuk pendukung keras agar Anies dicalonkan.
- Tifatul aktif menggalang dukungan di berbagai provinsi dan mendampingi Anies selama kampanye di Medan dan Deli Serdang.
- Ia menolak pernyataan dalam sebuah podcast yang mengatakan PKS telah meninggalkan Anies.
- Tifatul menegaskan bahwa tidak ada pihak yang meninggalkan atau ditinggalkan. Meskipun Anies bukan kader atau pengurus PKS, hubungan keduanya tetap baik.
- PKS memang tidak mencalonkan Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2024, namun itu hanya untuk satu pilkada saja. PKS tetap memiliki lebih dari 400 pilkada yang harus diurus.
- Pada Pilkada DKI 2017, PKS telah mengusung Anies sebagai calon gubernur DKI, dan pada 2024, PKS juga sempat mengumumkan Anies sebagai cagub sebelum putusan MK mengubah syarat pencalonan.
Tifatul menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam ranah politik adalah hal yang wajar, dan tidak berarti ada konflik besar atau perpecahan. PKS tetap mencari alternatif terbaik dan melakukan kesepakatan dengan Ridwan Kamil untuk Pilkada DKI 2024.
Ia pun menyatakan bahwa perjalanan politik PKS masih panjang dan berharap dapat bekerjasama kembali dengan Anies di kesempatan lain, termasuk dalam pilkada lain atau pada tingkat yang lebih tinggi. “Jadi, tidak ada istilah jegal-menjegal dalam pertimbangan PKS,” tutup Tifatul.





















