• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Penunjukan Eks Tim Mawar Sebagai Pejabat: Normalisasi Impunitas dan Kemunduran Reformasi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 19, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Penunjukan Eks Tim Mawar Sebagai Pejabat: Normalisasi Impunitas dan Kemunduran Reformasi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pada 15 Desember 2025, Untung Budiharto, eks-anggota Tim Mawar Kopassus, ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

Imparsial mengecam penunjukan serta penempatan sejumlah mantan anggota Tim Mawar pada berbagai jabatan strategis di lingkungan pemerintahan. “Kebijakan ini merupakan sebuah kecelakaan sejarah yang disengaja dan menandai kemunduran serius dalam agenda penegakan hak asasi manusia dan reformasi sektor keamanan,” kata Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Kebijakan ini, katanya, harus dibaca sebagai keputusan politik yang memiliki implikasi serius terhadap arah demokrasi, penegakan HAM, dan agenda reformasi sektor keamanan di Indonesia.

Dari perspektif HAM, kata Ardi, penunjukan individu dengan rekam jejak keterlibatan dalam pelanggaran HAM berat masa lalu menandai pergeseran sikap negara dari kewajiban akuntabilitas menuju penerimaan impunitas.

“Penempatan eks-Tim Mawar dalam posisi kekuasaan yang strategis justru berlawanan dengan prinsip tersebut, karena menjadi pesan bahwa pelanggaran HAM tidak memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap akses kekuasaan,” jelasnya.

Lebih jauh Ardi mengatakan kebijakan ini memperlihatkan bahwa negara memisahkan pelanggaran HAM dari kelayakan moral dan etik seseorang untuk menduduki jabatan publik.

“Hal ini jelas keliru karena mengabaikan dimensi penderitaan korban dan keluarga korban penghilangan paksa yang melibatkan Tim Mawar pada masanya. Alih-alih membangun keadilan, negara justru menciptakan pengakuan struktural bagi pelaku pelanggar HAM masa lalu, sementera korban dipaksa menyaksikan pelaku mendapatkan legitimasi dan promosi sosial dari negara,” sesalnya.

Imparsial menilai penunjukan ini sebagai wujud krisis meritokrasi. “Tidak adanya mekanisme rekrutmen yang transparan, berbasis kompetensi, dan akuntabilitas publik memperkuat dugaan bahwa jabatan strategis digunakan sebagai instrumen loyalitas politik, bukan sebagai amanah profesional. Secara struktural, praktik ini berisiko menciptakan de-profesionalisasi institusi negara, khususnya BUMN dan lembaga sipil. Pejabat sipil profesional yang telah membangun kapasitas secara berjenjang akan kehilangan kepercayaan terhadap sistem karier yang adil,” paparnya.

Dalam jangka panjang, kata Ardi, situasi ini akan melemahkan kualitas kebijakan publik dan menggerus daya tahan institusi terhadap intervensi politik.

“Lebih problematis lagi, latar belakang militer membawa pola kepemimpinan command and control yang tidak kompatibel dengan karakter institusi sipil modern. Budaya ini cenderung memusatkan pengambilan keputusan, membatasi partisipasi internal, dan memandang kritik sebagai pembangkangan, bukan sebagai mekanisme koreksi,” terangnya.

Akibatnya, lanjut Ardi, ruang demokrasi internal dalam institusi akan menyempit, sementara praktik transparansi dan akuntabilitas semakin melemah.

Imparsial memandang penunjukan ini juga harus dibaca dalam konteks kecenderungan yang lebih luas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni kembalinya politik militer ke ruang sipil.

“Penempatan prajurit TNI aktif di jabatan sipil, penggunaan pensiunan militer tanpa sistem seleksi meritokratik, serta pelibatan TNI dalam program-program non-pertahanan menunjukkan kaburnya batas antara ranah sipil dan militer,” cetusnya.

Adanya dominasi militer dalam urusan sipil, masih kata Ardi, merupakan indikator awal kemunduran demokrasi. “Pengalaman Orde Baru menunjukkan bahwa ketika militer dijadikan pilar utama kekuasaan, mekanisme kontrol sipil melemah, pelanggaran HAM meningkat, dan ruang kebebasan sipil menyempit. Oleh karena itu, kekhawatiran terhadap potensi pengulangan pelanggaran HAM di masa lalu bukanlah spekulasi berlebihan, melainkan pembacaan historis yang berbasis pada pola kekuasaan,” cetusnya.

Imparsial kemudian menegaskan bahwa negara harus menghentikan praktik normalisasi impunitas dan politik balas jasa melalui jabatan publik. “Pemerintah wajib memastikan bahwa pengisian jabatan strategis tunduk pada prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan rekam jejak HAM yang bersih. Militer harus berada di bawah kontrol sipil dan dibatasi secara ketat pada fungsi pertahanan negara. Tanpa koreksi serius, penunjukan semacam ini tidak hanya akan merusak institusi negara, tetapi juga mengkhianati amanat reformasi dan melanggengkan ketidakadilan bagi korban pelanggaran HAM berat di masa lalu,” tandasnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Posisi “Cooling Down” Anggota TPUA yang Berstatus Tersangka

Next Post

Vape Berubah Jadi Narkoba: Pengguna Terancam Hukuman

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Next Post
Vape Berubah Jadi Narkoba: Pengguna Terancam Hukuman

Vape Berubah Jadi Narkoba: Pengguna Terancam Hukuman

Motah: Ketika Pemkot Lempar Tanggung Jawab dan Warga Dipaksa Menanggung Racun

Bila Sampah Plastik Dibakar, Mencemari Udara - Denda hingga Rp100 miliar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist