• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Penyakit Pemimpin Yang Gagap “Syndrome Vaticanus Ambiguus”

fusilat by fusilat
June 23, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Penyakit Pemimpin Yang Gagap “Syndrome Vaticanus Ambiguus”

Sehat Tapi Sakit

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kalau kita boleh main-main dengan istilah ilmiah—seperti para pakar yang suka menyisipkan Latin agar terdengar meyakinkan—maka bolehlah kita menyebut penyakit para pemimpin masa kini sebagai syndrome vaticanus ambiguus. Bukan karena mereka doyan jalan-jalan ke Vatikan, tapi karena tutur katanya kerap seambigu ucapan kardinal dalam misa Latin: panjang, megah, berirama—namun rakyat bingung, “Ini maksudnya apa, ya?”

Penyakit ini menyerang secara halus. Tidak membuat penderitanya demam atau batuk, melainkan membuat lidah mereka berputar-putar seperti wayang kulit yang belum menemukan lakonnya. Misalnya, saat ditanya, “Pak, bagaimana kelanjutan pembangunan yang mangkrak itu?” Jawaban yang keluar bisa sepanjang jalan tol, penuh dengan kata “strategis”, “komitmen keberlanjutan”, dan “visi jangka panjang”—padahal rakyat cuma ingin tahu, jadi lanjut apa enggak?

Pemimpin yang terjangkit vaticanus ambiguus biasanya pandai memakai kata-kata yang tak bisa dibantah, tapi juga tak bisa dipahami. Mereka mengatakan “kami mendengar suara rakyat,” padahal telinganya lebih sering menempel ke meja elite politik. Mereka berkata “kami bekerja untuk kebaikan bersama,” tetapi keputusan yang lahir lebih banyak memihak kolega yang berseragam partai.

Kadang kita berpikir, barangkali mereka bicara seperti itu karena takut disalahpahami. Tapi yang lebih mungkin: mereka justru ingin disalahpahami. Dengan kata lain, makin kabur ucapan mereka, makin longgar ruang untuk menyelamatkan diri. Kalau keliru, tinggal bilang, “Itu tafsir Anda, bukan maksud saya.”

Dan inilah bahayanya: ketika ketegasan hilang dari lidah pemimpin, maka yang tumbuh bukan ketenangan, melainkan ketakutan. Rakyat jadi bertanya-tanya, ke mana arah kapal ini dibawa? Apakah ke pulau harapan, atau ke laut kekuasaan yang beriak tetapi hampa?

Tapi tentu, tidak semua pemimpin terjangkit penyakit ini. Ada juga yang bicara lugas, jujur, dan terang—walau jumlahnya mungkin bisa dihitung dengan jari tukang kayu. Selebihnya? Sibuk membuat rakyat mengartikan sendiri maksud pidato, seperti menebak-nebak mimpi semalam.

Maka kalau ada mahasiswa yang mulai skeptis, atau warga pasar yang mulai sinis, jangan langsung bilang mereka apatis. Bisa jadi mereka hanya lelah mendengar kalimat panjang tak berujung—karena bagi mereka, hidup sehari-hari sudah cukup rumit tanpa harus menerjemahkan maksud pemimpin yang berbicara seperti orakel Yunani: mendalam, namun tak menentu.

Ah, seandainya pemimpin kita mau bicara seperti petani: pendek, jelas, dan langsung ke pokok persoalan. “Lahan ini butuh pupuk, Pak.” Maka jawabnya, “Besok datang, saya antar.” Tak ada istilah sustainability, eco-agriculture, atau jargon-jargon semu lain yang lebih pantas jadi nama seminar ketimbang solusi.

Tapi, ya begitulah. Di negeri ini, kadang kejelasan dianggap ancaman. Maka lahirlah sindrom ini, pelan-pelan menyebar dari ruang pidato ke media sosial, dari ruang rapat ke siaran televisi. Dan kita, rakyat yang katanya pemilik kedaulatan, cuma bisa menonton sambil bertanya: “Sebenarnya, dia tadi ngomong apa, sih?”

Kalaupun ada obatnya, barangkali hanya satu: kejujuran. Tapi itu pun sudah jadi barang langka—bahkan lebih langka dari kartu kendali pangan. Maka sampai saat itu tiba, kita harus siap hidup berdampingan dengan vaticanus ambiguus—penyakit para pemimpin yang senang bertele-tele, padahal rakyat cuma butuh satu: kejelasan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Patung Itu Menjadi Mirip Setelah Kena Alergi

Next Post

Dajjal Trump

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Donald Dajjal

Dajjal Trump

HORMUZ DITUTUP, INDONESIA ANTARA RUDAL DAN DOLAR

HORMUZ DITUTUP, INDONESIA ANTARA RUDAL DAN DOLAR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist