• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Peran Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han by Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han
October 24, 2022
in Feature
0
Demi Pertahankan Keunggulan Global, AS Provokasi Rusia untuk Lakukan Invasi

Foto : ANTARA/Reuters/Alexander Ermochenko

Share on FacebookShare on Twitter

Dr. Susilawati Saras, SE., MM.,MA., M.Han.- Pemerhati lingkungan, politik dan pertahanan negara.

Sesuai pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Kemudian terbentuknya negara Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Atas kehendak ini maka Indonesia yang memiliki kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif (non blok), selain sebagai komitmen juga cikal bakal sebagai negara yang berperan terdepan dalam mewujudkan perdamaian hidup bagi seluruh umat manusia di dunia.

Sejak kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 hingga hari ini aktif dalam mengirimkan pasukan perdamaian ke negara-negara konflik untuk mencegah terjadinya aneksasi pada negara tersebut.

Saat ini, perang mengalami perubahan bentuk dari perang invasi (aksi militer di mana angkatan bersenjata suatu negara memasuki suatu daerah yang dikuasai oleh suatu negara lain, dengan tujuan menguasai daerah tersebut atau mengubah pemerintahan yang berkuasa, https://artsandculture.google.com) ke perang modern.

Perang modern di antaranya perang proxy (perang antar dua negara atau aktor non negara yang terjadi karena dorongan atau mewakili pihak lain yang tidak terlibat langsung di pertempuran, wikipedia) dimana memiliki kekuatan mempengaruhi pihak lain untuk mendapatkan dukungan agar menguasai ruang yang akan menjadi kendalinya.

Perang cyber yang bersenjatakan koneksi internet, adalah kegiatan hacking dan anti hacking yang dilakukan secara resmi oleh suatu negara dengan tujuan mencuri data hingga melumpuhkan sistem yang dimiliki oleh negara musuh. Bentuk perang modern masuk ke seluruh sektor kehidupan seperti, ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya, teknologi, dan pertahanan keamanan.  

Perang modern yang berasal dari globalisasi berdampak menggerus nilai-nilai kehidupan masyarakat suatu bangsa seperti budaya hidup, jiwa produktif dan inovatif serta protektif karena terbuai oleh situasi yang serba mudah, instant, hedon juga konsumtif.

Jika di era perang dunia pertama dan kedua dulu, perang didominasi kekuatan militer sebagai komponen utama dalam menghadapi serangan militer, maka di era perang modern masyarakat sipil di seluruh dunia adalah komponen utama dalam menghadapi perang proxy, perang cyber.

Globalisasi membuka peluang ekonomi yang besar bagi negara-negara super power yang sedang terus memperebutkan pengaruh ekonominya di dunia, seperti Amerika dan China berlomba dalam ekspansi kekuatan sumber ekonomi nasionalnya masuk ke seluruh lini kehidupan setiap negara di dunia.

Internalisasi global dari Amerika pada Irak dan Vietnam melalui ekonomi, termasuk Revolusi Mesir dan Arab Sering termasuk dampak dari proxy war. Kemudian perang antara Ukraina dan Rusia yang sedang terjadi akibat berebut pengaruh, dimana Ukraina mengumumkan negaranya resmi mendaftar sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sementara di sisi lain Ukraina selama ini menjadi aliansi dari Rusia berdampak munculnya konflik yang memicu perang militer.

Mengingat Rusia sebagai negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, ini menjadi salah satu hal yang mendorong nafsu ingin berperang. Sejatinya di era kehidupan yang semakin modern saat ini yang mengedepankan nilai kemanusiaan, apa yang terjadi antara Ukraina dan Rusia adalah hal yang tidak boleh terjadi karena diplomasi (smart war) merupakan senjata ampuh dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul di antara antara negara-negara di dunia.

Jika hal demikian tidak tegas dicegah oleh kekuatan negara-negara di dunia yang tergabung dalam organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikhawatirkan akan berkembang luas dan berdampak buruk pada negara lainnya.

Untuk itulah, Indonesia harus bisa mengambil peran besar dalam mewujudkan perdamaian dunia dengan menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia untuk menyepakati penghentian memproduksi senjata-senjata pembunuh manusia seperti senjata api dan sejenisnya, senjata biologi, senjata laser, rudal hipersonik, senjata nuklir, tank, drone dan lain sebagainya.

Ada pepatah “jika ingin damai harus siap perang” yang berarti sebuah negara harus bisa mengantisipasi dan menghadapi berbagai situasi yang datangnya tidak terduga dari negara lain yang menyerang mereka, oleh karena itu dibutuhkan kekuatan militer yang maksimal agar keamanan nasional tetap dapat terjaga baik dan stabil.

Namun pepatah itu sesuai dengan eranya dan perlu dievaluasi kembali pemaknaan “siap perang’ dimaksud, mengingat orientasi kehidupan manusia saat ini mengarah pada perkembangan teknologi dan digital yang sangat canggih. 

Di saat tidak perang invasi, maka masyarakat sipil sebagai salah satu sumber daya terdepan yang kuat dalam menghadapi dinamika kehidupan yang terus berkembang dinamis. Oleh karena itu “siap perang” saat ini adalah fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara keseluruhan, utamanya pada masyarakat sipil apapun bidang kerja dan keahliannya agar menghasilkan kualitas SDM yang handal, tangguh dan mampu bersaing serta sejajar dengan manusia lainnya di dunia.

Jika fokus disini maka bisa meminimalisir gangguan keamanan nasional suatu negara, yang berarti tidak ada lagi kekerasan terhadap kemanusiaan. Perang invasi sangat merugikan semua pihak, selain berjatuhan korban jiwa yang tidak bersalah dan menghancurkan sistem dan tatanan kehidupan masyarakat suatu bangsa dalam jangka lama. Apalagi manusia selalu memiliki ego dan nafsu yang sulit dikendalikan demi harga diri seringkali kekuatan militer adalah jalan terakhir yang dipilih oleh para pemimpin dunia.

Dengan disepakatinya penghentian memproduksi senjata-senjata yang mematikan manusia, maka kehidupan manusia akan terjamin baik. Dengan demikian telah berhasil mewujudkan perdamaian dunia yang mengedepankan rasa kemanusiaan.

Setiap persoalan yang muncul selalu dapat diselesaikan dengan cara berkompromi yang bertujuan menguntungkan pihak-pihak yang terkait.

Peradaban manusia di dunia jangan ditarik mundur ke belakang, sejauh ini kehidupan dunia sudah terasa lebih tenang dan damai. Khusus bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tentu membutuhkan sumber daya yang amat besar, utama dalam bentuk anggaran untuk mendukung terjaminnya keamanan nasional Indonesia, bahkan jikapun seluruh APBN yang dimiliki digunakan belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara normal.

Oleh karena itu, ini menjadi peluang bagi Indonesia khususnya saat di pertemuan pemimpin dunia di acara G20 November mendatang dapat menyampaikan ide atau gagasan ini sebagai catatan pada forum tersebut. Harus dimulai dari sekarang, setidaknya agar menjadi pemikiran bagi setiap kepala negara yang hadir dan dapat menjadi pertimbangan serta membahasnya lebih khusus lagi pada forum-forum dunia lainnya di masa mendatang hingga tercapai kesepakatan ini untuk mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

Di sisi lain, Indonesia sebagai negara yang cinta damai tidak lagi memerlukan kekuatan militer yang amat mahal dalam mendukung keamanan nasionalnya. Anggaran yang dimiliki dapat digunakan untuk mendidik setiap kader bangsa dalam membentuk sikap karakter bela negara apapun posisinya melalui pendidikan resmi dari Kementerian Pertahanan dan lebih efektif.

Dengan demikian Indonesia sudah menginspirasi dan menulari kehidupan dunia untuk tidak lagi menggunakan senjata yang mematikan manusia dalam menjalankan kebijakan nasionalnya.

Indonesia sebagai negara yang memiliki ciri masyarakat spiritual sejatinya menjadi kekuatan leader agar kehidupan manusia jauh dari tindak kekerasan yang melukai rasa kemanusiaan baik di bumi Indonesia maupun di dunia.

Pertanyaan dosen saya saat menyelesaikan tugas belajar di Universitas Pertahanan Indonesia yang ditanyakan oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), apakah perang dunia ketiga bisa terjadi? Maka dengan spirit ini sangat kecil kemungkinannya bisa terjadi karena konsep berpikir manusia di dunia sudah seragam fokus pada perdamaian dunia.

Jakarta, 23 Oktober 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hak Azasi Manusia dalam Hukum Perspektif Sumber Daya Alam

Next Post

Kaisar buka festival yang menandai peringatan 50 tahun kembalinya Okinawa

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Kaisar buka festival yang menandai peringatan 50 tahun kembalinya Okinawa

Kaisar buka festival yang menandai peringatan 50 tahun kembalinya Okinawa

Jepang: Undang-undang Donasi Sperma Jepang Memicu Kontroversi

Jepang: Undang-undang Donasi Sperma Jepang Memicu Kontroversi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist