• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Perang Harga Tiket Pesawat: Menguntungkan atau Merugikan?

fusilat by fusilat
March 16, 2023
in Feature
0
Perang Harga Tiket Pesawat: Menguntungkan atau Merugikan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Gatot Rahardjo Pengamat Penerbangan

SEORANG teman mengirim link berita online kepada saya. Inti beritanya adalah salah satu maskapai penerbangan menjual tiket sangat murah, di bawah ketentuan tarif batas bawah yang ditetapkan oleh pemerintah. Disebutkan juga bahwa perang harga tiket murah penerbangan sudah dimulai. Di berita sebenarnya sudah disebutkan bahwa harga tiket itu melanggar Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Walaupun judulnya Tarif Batas Atas (TBA), di aturan tersebut diatur juga tentang Tarif Batas Bawah (TBB). Link berita itu saya forward ke grup whatsapp yang berisi teman-teman beragam profesi dan latar belakang.

Tanggapannya beragam. Ada yang senang dapat tiket murah. Ada yang menganggap ini hanya gimmick maskapai untuk melariskan dagangannya. Namun tak sedikit yang bertanya khawatir, “Ada apakah ini?” Sebagai konsumen, wajar bila kita senang dapat tiket murah. Karena dalam hitungan praktis, sisa uang dapat kita pakai untuk keperluan lainnya. Lumayan. Namun apakah memang harus seperti itu? Nah, mari kita coba kulik soal perang harga tiket pesawat ini dengan perspektif yang lebih luas. Saya kutip dari KM 106, dinyatakan bahwa pengaturan tarif penerbangan oleh pemerintah adalah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dalam hal ini aspek kepentingan perlindungan konsumen dan perlindungan dari persaingan tidak sehat, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kepentingan penyelenggara jasa angkutan penerbangan.

Jika dipilah, ada dua komponen besar yang didapat, yaitu perlindungan terhadap konsumen (penumpang) dan di sisi lain perlindungan terhadap produsen dalam hal ini maskapai penerbangan. Konsumen dilindungi dari harga tiket yang “mahal” dan dilindungi keselamatan plus keamanannya. Sedangkan produsen dilindungi dari persaingan usaha yang tidak sehat akibat harga yang rendah.

Menguntungkan

Sebagian teman saya mengatakan bahwa kondisi perang harga ini menguntungkan. Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga ikut gembira. Menurut dia, saat inilah waktu terbaik bagi masyarakat untuk berwisata. Sandiaga mendorong masyarakat untuk membeli tiket pesawat yang murah untuk mendongkrak bisnis pariwisata. Faktor harga memang salah satu yang paling berpengaruh dalam bisnis. Semua pakar pemasaran global seperti Neil Borden, Jerome McCarthy, Phillip Kotler hingga Hermawan Kertajaya mengamini hal tersebut.

Secara naluri, manusia memang akan selalu menggunakan prinsip ekonomi, yaitu mengeluarkan biaya yang minimal untuk mendapat hasil yang maksimal. Anda dapat melihat di pasar, mal, pameran, marketplace dan lainnya, kalau ada harga diskon pasti diserbu pembeli. Di penerbangan juga demikian. Sejak dimudahkannya pendirian maskapai penerbangan pada sekitar tahun 2000-an, maskapai-maskapai yang baru berdiri itu seperti berlomba-lomba menjual tiket murah. Hal itu berlangsung hingga tahun 2007-2008, ketika komunitas penerbangan global memperingatkan komunitas penerbangan Indonesia untuk lebih memperhatikan keselamatan dibanding hanya mengobral tiket murah. Memang pada saat itu keselamatan penerbangan di Indonesia sangat memprihatinkan sehingga banyak terjadi kecelakaan pesawat.

Karena peringatan tersebut, harga tiket mulai naik, disesuaikan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan maskapai. Namun kondisi itu tidak berlangsung lama. Beberapa tahun kemudian, perang harga terjadi lagi. Pemerintah coba meminimalkan dengan mengeluarkan kebijakan tarif referensi sebagai tarif batas bawah. Puncaknya pada 2016, ketika Menhub Ignasius Jonan mulai memasukkan tarif batas bawah (TBB) ke dalam aturan resmi, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 126 Tahun 2015. Tujuan adanya TBB adalah untuk melindungi maskapai dari persaingan yang tidak sehat. Maskapai tidak boleh menjual tiket di bawah TBB, kalau tidak mau kena sanksi. Aturan ini kemudian diperbarui dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Peraturan terakhir terkait TBB ada di KM 106 tahun 2019 dan PM 20 tahun 2019 atau sudah 4 tahun lalu.

Merugikan

Persaingan usaha sebenarnya sah-sah saja, bahkan harus dilakukan. Hal ini agar produsen kreatif melakukan kegiatan-kegiatan operasionalnya dengan efektif dan efisien sehingga unggul dalam persaingan dan produknya banyak diminati konsumen. Dan konsumen pun senang karena mendapat produk bagus dengan harga yang sesuai. Persaingan tidak hanya soal harga. Bisa juga terkait kualitas produk, tempat usaha yang lebih strategis dan representatif, promosi keren dan lain-lain. Namun persaingan ini berbeda dengan perang harga atau predatory pricing.

Dalam perang harga, semua cara dihalalkan untuk mengalahkan pesaing dan menguasai pasar. Misalnya dengan menjual harga barang sangat murah, bahkan di bawah harga produksi-nya atau istilahnya “membakar uang”. Rugi tidak apa-apa asalkan pesaing mati. Nanti kalau sudah tidak ada pesaing, dia bisa monopoli dan melakukan apa saja sesuka hatinya. Kalau di penerbangan, misalnya, dengan menjual tiket mahal atau terbang seenaknya sendiri tanpa memikirkan layanan dan keselamatan. Dalam penerbangan, perang harga ini biasanya dibarengi dengan strategi lain. Seperti, misalnya, meminta slot (jadwal penerbangan) yang hampir bersamaan dengan slot pesaing.

Selain itu juga membanjiri satu rute dengan frekuensi penerbangan yang sangat banyak sehingga hampir semua slot dia kuasai. Ada atau tidak ada penumpang, bukan masalah, karena tujuan sebenarnya bukan itu. Perang harga hampir selalu akan dimenangkan oleh produsen yang punya modal besar. Yang punya modal kecil, akan melakukan apa saja agar bisa tetap hidup. Biasanya yang dilakukan adalah meminimalkan biaya operasional sekecil mungkin. Atau kalau tidak, ya tutup lapak, bangkrut. Hal ini lah yang dikhawatirkan dalam penerbangan. Karena bisnis penerbangan tidak seperti bisnis yang lain. Biaya-biaya dalam penerbangan itu sebagian besar terkait dengan keselamatan, seperti biaya bahan bakar, biaya perawatan dan perbaikan pesawat, biaya training pilot dan lainnya. Jika ditotal bisa mencapai 80 persen dari semua biaya.

Kalau biaya-biaya ini diperkecil tidak sesuai aturan, maka bisa jadi keselamatan penerbangan terganggu dan akan banyak kecelakaan pesawat. Semua itu pernah terjadi di Indonesia pada masa lalu, yaitu sering terjadi kecelakaan pesawat. Bahkan ada maskapai yang terpaksa dicabut izinnya oleh pemerintah karena tidak bisa menjamin keselamatan penerbangannya, yaitu Adam Air pada 2008. Selain itu banyak maskapai yang bangkrut karena kalah dalam perang harga seperti Mandala, Batavia, Merpati, dan lain-lain. Keselamatan penerbangan menyangkut nyawa manusia. Tidak bisa ditukar dengan hal lain, apalagi jika hanya untuk mengutamakan harga yang murah. Komunitas penerbangan global pun memperingatkan Indonesia.

Seperti, misalnya, Uni Eropa yang pernah melakukan larangan terbang dan Amerika yang pernah menganggap penerbangan Indonesia tidak selamat. Tentu kita tidak ingin situasi itu terulang kembali. Untuk itulah pemerintah sebagai regulator harus tegas. Jika ada yang coba-coba mulai perang harga, maka harus segera ditegur dan disanksi. Peraturan-peraturan untuk mencegah perang harga harus dibuat. Kalau sudah ada, harus ditegakkan. Masyarakat juga harus terus menerus diingatkan bahwa keselamatan penerbangan, nyawa manusia, itu lebih penting daripada sekadar tiket penerbangan yang sangat murah.

Gatot Rahardjo Pengamat penerbangan dan Analis independen bisnis penerbangan nasional

Dikutip Kompas.com, Rabu 15 Maret 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Banalitas Kekerasan dan Mitigasinya

Next Post

Potret Irjen-Pol Kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa; “Makin Tinggi Jabatannya – Makin Lihai Dustanya”

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Berkas Perkara Irjend Teddy Minahasa dan 10 Tersangka Lain Lengkap

Potret Irjen-Pol Kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa; “Makin Tinggi Jabatannya - Makin Lihai Dustanya”

Gelombang PHK dan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ekonomi Global Mengarah ke Depresi Runtuhnya Bank Perlihatkan Celah Dalam Sistem Keuangan AS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist