• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Petrus Selestinus SH: Amnesti dan Abolisi Hasto dan Tom Lembong dari Prabowo adalah Cuci Piring Kotor yang Ditinggalkan Jokowi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 2, 2025
in Feature, Law, Pojok KSP
0
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal

Petrus Selestinus SH

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Kebijakan pemberian abolisi dan amnesti oleh Presiden Prabowo Subianto kepada sejumlah pihak, termasuk Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong, dinilai Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus SH sebagai langkah progresif dan konstitusional Prabowo di bidang penegakan hukum dan keadilan, sebagai wujud pelaksanaan hak prerogatif Presiden yang patut kita apresiasi.

“Pemberian abolisi dan amnesti ini meskipun sebagai peristiwa hukum langka, namun ini sebagai upaya konstitusional yang sangat progresif dari Prabowo untuk mengoreksi kebijakan ugal-ugalan rezim Presiden ke-7 RI Joko Widodo selama 10 tahun menjadi Presiden, karena telah merusak konstitusi dengan menerapkan praktik ‘legalisme otokratik’,” kata Petrus Selestinus di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Menurut Petrus, bentuk ugal-ugalan dalam penegakan hukum era Jokowi ialah melalui apa yang disebut “legalisme otokratik” atau penggunaan hukum dan sistem peradilan untuk melegitimasi dan memperkuat kekuasaan rezimnya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan, wewenang, hukum dan lembaga penegak hukum dengan mengorbankan prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi hukum yang dikemas melalui undang-undang (UU).

“Pemberian amnesti dan abolisi itu menjadi bukti bahwa rezim Jokowi telah menghalalkan segala cara, mulai dari cara yang disebut legalisme otokratik, politisasi hukum, hingga kriminalisasi terhadap sejumlah warga negara yang sedang tidak disukai rezim Jokowi,” jelasnya.

Wajah Hukum yang Bopeng

Petrus menilai, Prabowo harus membayar harga yang sangat mahal, menambal sulam wajah hukum dan penegakan hukum yang sudah bopeng, memperbaiki proses penegakan hukum yang anomali dan yang hanya bersifat pencitraan semata di rezim Jokowi.

“Dengan kata lain, piring kotor yang ditinggalkan Jokowi selama 10 tahun menjadi Presiden, kini Prabowo harus mencuci piring kotor itu untuk mengembalikan wibawa hukum dan negara hukum kita,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata Petrus, kebijakan amnesti dan abolisi ini tidak boleh diobral sebagai barang murahan, melainkan harus diterapkan secara selektif, sambil Prabowo harus membenahi hukum dan penegakan hukum secara berkeadilan dengan melibatkan partisipasi publik yang seluas-luasnya.

“Prinsip-prinsip kekuasaan kehakiman yang merdeka, bebas dan mandiri tetapi bertanggung jawab, tanpa intervensi apa pun dari siapa pun, tetapi selama ini terbelenggu oleh dinasti politik yang sudah dibangun Jokowi di tingkat suprastruktur kekuasaan poltik, harus segera dipulihkan,” paparnya.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang didakwakan kepada Hasto dan Tom Lembong, lanjut Petrus, sejak awal penyidikan hingga penuntutan di Pengadilan Tipikor, bukan hanya Hasto dan Tom yang melakukan perlawanan, akan tetapi juga publik mengkonstatir bahwa jalannya kasus kedua tokoh dimaksud, sebagai bentuk politisasi hukum dan kriminalisasi oleh rezim Jokowi hanya karena perbedaan sikap dan pilihan politik.

Sebagai Trigger

Pemerintah dan kita semua, pinta Petrus, tidak boleh berpuas diri hanya pada kebijakan pemberian amnesti dan abolisi kepada Hasto dan Tom tersebut. “Karena itu, pengampunan dari Presiden itu harus dijadikan trigger (pemicu) untuk membenahi sistem dan kinerja aparat penegak hukum yang begitu mudah diintervensi,” tukasnya.

“Kita harus terus-menerus mendorong pimpinan eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk segera menciptakan iklim dan sistem penegakan hukum yang lebih baik, agar lembaga peradilan kita yang sudah berada di titik nadir kehancuran, dapat pulih kembali dan berjalan secara ‘on the track’, tanpa intervensi, demi membangun iklim yang sehat dan menumbuhkan keberanian dan kemampuan pada setiap insan penegak hukum untuk menolak setiap bentuk intervensi politik dan politik uang dalam setiap proses peradilan yang sedang berjalan,” tambahnya.

Sekali lagi, tegas Petrus, amnesti dan abolisi bagi Hasto dan Tom Lembong merupakan trigger untuk berbenah, terutama pada lembaga peradilan dan seluruh subsistem peradilan yang ada, agar setiap pimpinan lembaga penegak hukum, yaitu Kapolri, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksa Agung, Ketua Mahkamah Agung (MA) dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mampu menjaga integritas diri dan independensi lembaga yang dipimpinnya.

“Dengan demikian, pasca-pemberian amnesti dan abolisi ini, diperlukan proses hukum atau setidak-tidaknya proses administratif untuk mengevaluasi pimpinan lembaga penegak hukum (Kapolri, Jaksa Agung, Pimpinan KPK, Ketua MA dan Ketua MK) sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban hukum dan moral kepada publik, karena terdapat alasan kuat untuk menduga bahwa institusi penegak hukum yang mereka pimpin selama ini telah diintervensi oleh kekuatan suprastruktur kekuasaan (Jokowi) demi melampiaskan dendam politik rezim,” tandasnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menggali Makna Kehidupan Lewat Drama “Boku no Ita Jikan”

Next Post

Ditahan Bersama Bayinya, Ibu Rini Jadi Simbol Duka Penegakan Hukum di Polres Jakarta Pusat

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Ditahan Bersama Bayinya, Ibu Rini Jadi Simbol Duka Penegakan Hukum di Polres Jakarta Pusat

Ditahan Bersama Bayinya, Ibu Rini Jadi Simbol Duka Penegakan Hukum di Polres Jakarta Pusat

Gerindra Sedang Lakukan Pembicaraan Intensif dengan PDIP

Manuver Megawati, Keuntungan Prabowo, dan Isolasi Politik Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...