Sahabat saya, Wartawan senior Australia, pernah menyampaikaan ucapan selamat, karena Jokowi akan membangun Ibu kota baru, tanpa biaya APBN sedikitpun, katanya. Saya agak bingung menanggapinya, selain hanya bisa tertawa saja. Baru saya agak terusik, ketika Rocky Gerung mengatakan bahwa pembangunan IKN adalah sebagai perusakan lingkungan, karena deklarasi IKN mendahului AMDAL.
Memang tak ada angin tak ujan, idea memindahkan Ibu kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan itu ujug-ujug.
Pikiran Jokowi, IKN kelak akan lebih hebat dari Jakarta. Sementara saya teringat ke Ibu Kota Australia, yg kini umurnya sudah satu abad lebih, ia masih disebut debagai the dead city. Kota yang mati. Tidak berkembang, karena penduduknya, umumnya pegawai pemerintahan saja atau mereka yang terkait dengan itu. Jumlah biri-birinya jauh lebih banyak dariapada jumlah penduduk Canberra itu sendiri. Airportnya, lebih bagus Airport Husein Sastra Negara atau Airport Hang Nadim Batam.
Pro kontra tentang IKN, masih terus menghangat. Walau sudah menjadi UU, tetapi sepertinya tidak akan mengikat, karena berbagai alasan yang prinspil, yaitu anggaran yang tidak ada, urgensinya yang tak terlihat dan merepotkan konsentrasi anggaran untuk keperluan yang lebih penting lainnya.
Bisa dimaklumi, bila investor asingpun saat ini, juga belum banyak melangkah. Mereka lebih pada posisi wait and see. Mungkin saja karena tidak melihat keuntungan yang bisa quick yielding, atau alasan lain adalah soal perubahan politik pasca Jokowi lengser. Konsorsium Bank di Jepang, tidak tertaik dengan investasi di Jepang. Resigned.
Bahkan China 90%, menurut pernyataan Faisal Assegaf, juga sudah tdak percaya lagi kepada Jokowi, berkaitan dengan pro dan kontra dalam berbagai hal.
Ada yang menarik, terlontar dari ucapan Anies Baswedan. Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menimbulkan ketimpangan baru. Ini dilontarkan oleh calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan. Hal itu disampaikan dalam acara Dailog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2023) yang disiarkan melalui TV Muhammadiyah.
Menyusul kemudian, pernyataan Presiden PKS, Akhmad Saihu. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Pulau Kalimantan.
Ahmad Syaikhu menegaskan partainya masih tetap ingin status ibu kota berada di Jakarta. “Kita berharap bahwa kalau Allah takdirkan PKS menang maka kita akan menginisiasi bahwa ibu kota negara tetap di Jakarta,” kata Syaikhu di sela-sela Rakernas PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (26/11/2023).
Meski menolak pemindahan Ibu Kota, PKS memastikan pembangunan yang sudah berjalan di IKN tidak akan disetop. Hanya saja, setelah selesai dibangun, kawasan IKN akan diubah fungsinya menjadi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. “Ibu kota nusantara itu akan tetap kita jadikan pusat pertumbuhan ekonomi. Tentu kita dengan konsep green economy karena memang di sana adalah paru-paru Indonesia dan diakui sebagai paru-paru dunia,” kata Syaiku. Syaikhu menilai, Jakarta masih layak menyandang status sebagai ibu kota dari Indonesia dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, terkait dengan sejarah.
“Bahwa DKI Jakarta tempat dimana Ir Soekarno mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta. Sumpah pemuda dan peristiwa bersejarah lainnya dilahirkan di Jakarta,” kata dia.
Syaikhu berpandangan, aspek sejarah harus menjadi pertimbangan yang penting sebelum memindahkan Ibu Kota. Menurutnya, nilai-nilai historis bangsa tersebut tidak mungkin diabaikan. Alasan kedua, lanjut Syaikhu, yakni terkait dengan pembangunan. PKS pun memahami pembangunan harus mampu menghadirkan keadilan dan pemerataan di seluruh Indonesia. Tetapi, memindahkan ibu kota untuk melakukan pemerataan pembangunan dinilai tidak tepat.
“Pemerataan pembangunan bukan dilakukan dengan memindahkan ibu kota, tetapi dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berdasarkan keunggulan daya saing masing-masing wilayah,” kata Syaikhu. Syaikhu berpandangan, pembangunan yang dijalankan harus memiliki dimensi antargenerasi. Hal ini penting demi keberlanjutan melestarikan lingkungan hidup dan merawat ekologi.


























