FusilatNews– Mumpung lagi viral, sekalian kita bicarakan soal Lembaga Kepolisian di Repubulik ini. Karena memang bila kita tela’ah struktur organisasi Kepolisian adalah sama atau mirip dengan Struktur Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Padahal tugas dan fungsinya dari kedua lembaga negara itu berbeda sama sekali.
Bahkan Gusdur sempat berencana untuk meletakan Polisi itu dibawah Kementrian Dalam Negeri. Tapi tidak jadi, karena diprotes keras oleh para Polisi waktu itu.
Judul tulisan ini, bisa jadi atau mungkin membingungkan anda. Tapi mari kita lihat, mulai dari struktur organisasinya dahulu. Lihat, organisasi TNI dan Polri. Apa yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia, ternyata sama juga dengan yang dimiliki oleh Polisi RI. Di Pusat umpamanya ada MABES TNI, Polisi juga ada MABES POLRI nya. TNI punya Panglima, Polisi Punya Kapolri. TNI punya Kodam, Polisi memiliki POLDA. TNI Punya Kodim, Polisi juga punya POLRESTA. Di Kecamatan TNI punya KORAMIL, Polisi juga punya PELSEKTA.
Jadi dilihat dari strukturnya, POLISI kita sama dengan Tentara atau angkatan Perang.
Sekarang bagaimana dengan TNI?
Yaitu tadi, TNI pun, mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat kecamatan, bahkan sampai ketingkat Desa (ada babinsa), organisasi TNI sama dengan organisasi Polisi. Kalau struktur organisasi TNI tersebut, benar harus seperti itu, maka Tentara Nasional Indonesia kita, adalah sama dengan tugasnya Polisi, alias angkatan TIBUM atau Tertib Umum. Tanda jasa yang ada di dada para jenderal polisi itupun, nampakya tanda jasa telah berperang/veteran?
Bagaiamana Polisi di Negara lain?
Di America polisi itu seperti “Sheriff” dan di Jepang tugas polisi itu seperti “Kobang Polis”. Mereka melayani warga sekitarnya, seperti membantu orang tua/jompo, mengingatkan untuk minum obat, jadwal ke periksa ke Rumah sakit, dll disamping bertugas menjalankan tertib umum.
Nah di Indonesia, polisi itu, sejatinya seperti “Pecalang” di Bali.
Bagaimana Tentara di Negara lain?
Yang pasti tentara di Negara-negara lain itu, tidak ditemui berkeliaran dengan pakaian seragam di kota-kota, tempat-tempat public atau di tempa-tempat hiburan. Mereka berada di daerah-daerah perbatasan, atau di daerah-daerah dimana dengan mudah menyerang musuh.
























