• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Political Hypocrisy: Mengunkap Tirai – Bila PDIP Berada di Kabinet Prabowo

Pertarungan Ideologi: Menggugah Nalar Politik di Tengah Ketidakpastian

Ali Syarief by Ali Syarief
October 14, 2024
in Feature, Politik
0
Gerindra Sedang Lakukan Pembicaraan Intensif dengan PDIP
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kancah politik Indonesia yang terus bergejolak, langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto, yang diisi oleh Gerindra dan Gibran Rakabuming Raka, menciptakan kegaduhan yang signifikan. Terlebih, dalam konteks pemilihan presiden (pilpres) sebelumnya, PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bersikap diametral berlawanan dengan Gerindra yang mengusung Prabowo dan Gibran.

Ketegangan antara Presiden Joko Widodo dan PDIP, khususnya Megawati Soekarnoputri, semakin intens seiring dengan isu “pengkhianatan” Jokowi terhadap partai yang telah membesarkannya. Istilah betrayal politics menjadi relevan di sini, mencerminkan bagaimana para pemimpin dapat terjerat dalam konflik kepentingan yang merugikan koalisi yang telah dibangun. Jokowi dianggap melakukan tindakan yang merugikan PDIP dengan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Gerindra dan menempatkan Gibran di posisi strategis.

Dalam konteks ini, kehadiran Gibran sebagai Wakil Presiden di pemerintahan Prabowo dapat dilihat sebagai bentuk political realignment, di mana partai-partai yang sebelumnya berseberangan kini berusaha menciptakan koalisi baru demi kepentingan politik yang lebih besar. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah PDIP dapat menerima dukungan terhadap Gibran, yang di satu sisi merupakan anak dari Jokowi yang dianggap telah melakukan pengkhianatan terhadap partai?

Fenomena ini menciptakan perdebatan di kalangan publik dan politisi, di mana sebagian menganggap langkah tersebut sebagai political hypocrisy. Istilah ini merujuk pada praktik berpura-pura memiliki moralitas yang tinggi sambil mengabaikan prinsip-prinsip yang dipegang sebelumnya demi kepentingan politik. Dalam konteks agama, tindakan ini dapat disebut sebagai syirik atau musrik, di mana seorang pemimpin mengabaikan prinsip-prinsip yang diyakini demi keuntungan politik sesaat, sebuah dosa yang dalam ajaran Islam tidak akan diampuni.

Bergabungnya PDIP dalam kabinet Prabowo ini jelas menunjukkan sebuah paradigm shift dalam dinamika politik Indonesia. Para pemimpin yang sebelumnya saling berseberangan kini terpaksa melakukan adaptasi demi keberlanjutan kekuasaan. Ini bisa menjadi sinyal bahwa dalam politik, tidak ada yang benar-benar permanen—semua dapat berubah seiring dengan kebutuhan dan kepentingan.

Akhirnya, situasi ini mengingatkan kita bahwa politik adalah arena yang penuh dengan contradictions dan ambiguities. Apa yang tampak sebagai langkah strategis mungkin saja berujung pada bumerang yang menghancurkan reputasi partai-partai yang terlibat. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pemimpin untuk tidak hanya mempertimbangkan keuntungan jangka pendek, tetapi juga konsekuensi jangka panjang dari tindakan mereka.

Dengan demikian, perjalanan politik ke depan akan semakin menantang, dan bagi PDIP, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui, dukungan terhadap Gibran dan Prabowo harus didasari oleh pertimbangan yang matang, bukan sekadar mengedepankan kepentingan pragmatis semata. Seperti pepatah yang mengatakan, “politik adalah seni kemungkinan,” namun kemungkinan tersebut haruslah berlandaskan pada prinsip dan moralitas yang kuat agar tidak terjerumus dalam jurang ketidakpercayaan dan kehilangan identitas.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Acara “Silaturahmi Kebangsaan” Pindah Lokasi Setelah Gagal Mendapat Izin di Dua Lokasi

Next Post

Jelang Pelantikan Presiden, Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Sudah dua kali Bertemu dalam Sepekan 

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Next Post

Jelang Pelantikan Presiden, Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Sudah dua kali Bertemu dalam Sepekan 

Netanyahu Pertimbangkan Rencana Membuat Ratusan  Ribu Warga Palestina di Gaza utara Kelaparan

Netanyahu Pertimbangkan Rencana Membuat Ratusan Ribu Warga Palestina di Gaza utara Kelaparan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist