• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Polri Jadi Martil Kekuasaan: Dengar Perintah Tuhan, Bukan Perintah Tuan!

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
July 14, 2025
in Crime, Feature
0
Polda Naikkan Status Kasus Ijazah Jokowi: Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Unsur Pidana Ditemukan
Share on FacebookShare on Twitter

Lagi-lagi publik dibuat terkejut oleh “akrobatik hukum” Polri. Kali ini, lewat pernyataan dari Humas Polda Metro Jaya, masyarakat mendengar bahwa laporan dugaan ijazah palsu milik Jokowi—yang dilayangkan oleh Eggi Sudjana dan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA)—akan dinaikkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Sebuah langkah yang bagi sebagian kalangan dianggap sebagai panggung rekayasa, bukan proses penegakan hukum yang objektif.

Fenomena ini bukan barang baru. Pola serupa pernah terjadi dalam kasus Bambang Tri Mulyono (BTM) dan Gusnur. Keduanya terjerat hukum usai mengungkap hal-hal sensitif terkait sosok Jokowi. Hingga kini, BTM masih mendekam di Lapas Sragen, sementara Gusnur baru saja menghirup udara bebas bersyarat dari Lapas Surakarta—kebetulan berada dekat dengan kampung halaman sang mantan presiden.

Apa yang dilakukan Polri, dalam kacamata publik yang jernih dan kontemporer, tidak lagi mencerminkan posisi netral dan profesional aparat penegak hukum. Justru sebaliknya: seolah Polri sedang disulap menjadi martil kekuasaan, siap diayunkan kapan saja ke kepala siapa pun yang kritis.

Laporan dugaan ijazah palsu itu tak berdiri di ruang kosong. Ia didasarkan pada temuan dan analisa digital forensik oleh para pakar seperti Dr. Roy dan Dr. Rismon, yang menempuh pendekatan scientific melalui riset teknologi modern. Namun anehnya, Polri tidak menunjukkan itikad untuk menguji temuan itu secara forensik. Bukankah sebagai institusi hukum, mestinya Polri justru memverifikasi kebenaran secara formil dan materil?

Ketika proses hukum berubah menjadi alat intimidasi, ketika kritik direspons dengan kriminalisasi, maka bangsa ini sedang berjalan mundur ke dalam jurang otoritarianisme. Celakanya, hampir seluruh lembaga negara diam membatu, seolah tersihir oleh aura kekuasaan atau takut oleh bayang-bayang pemiliknya.

Yang lebih menyedihkan, para aktivis dan akademisi yang lantang bersuara kini justru terancam ditetapkan sebagai tersangka. Ancaman penahanan bukan isapan jempol. Sejarah pun akan kembali mencatat bagaimana “cap dasa muka” digunakan untuk melabeli para pembela keadilan, demi menyenangkan sang tuan.

Pertanyaannya, bagaimana jika semua ini dilihat dari perspektif Tuhan? Apakah hukum yang tunduk pada kuasa, yang menindas kebenaran, masih bisa disebut sebagai keadilan? Sayangnya, nilai-nilai ilahi tampaknya telah lama disingkirkan, terkikis abrasi kerusakan dari revolusi mental yang gagal.

Polri harus segera sadar: dengarlah perintah Tuhan, bukan perintah tuan. Jangan biarkan diri menjadi martil untuk memukul rakyat. Karena sejarah dan kebenaran pada akhirnya tak bisa dibungkam.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Korea Utara Ancam Ambil Tindakan Militer terhadap AS, Jepang, dan Korea Selatan

Next Post

Di-Bambang Tri-Mulyonokan: Cara Baru Membungkam yang Bertanya

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Dr Tifa “Diseret” ke Polda Gara-Gara Ijazah Jokowi: “Kalau Asli, Tunjukkan Saja!”

Di-Bambang Tri-Mulyonokan: Cara Baru Membungkam yang Bertanya

Ketika Wartawan Tak Lagi Memerlukan Surat Kabar

Ketika Wartawan Tak Lagi Memerlukan Surat Kabar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...