• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Di-Bambang Tri-Mulyonokan: Cara Baru Membungkam yang Bertanya

Ali Syarief by Ali Syarief
July 14, 2025
in Crime, Feature
0
Dr Tifa “Diseret” ke Polda Gara-Gara Ijazah Jokowi: “Kalau Asli, Tunjukkan Saja!”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di negeri ini, yang paling menakutkan bukanlah ledakan bom, tapi suara pelan yang berkata, “Ada yang tidak beres.” Suara seperti itu tidak terdengar keras, tapi menggema lama. Ia tidak menyulut amarah, tapi membangkitkan tanya—dan tanya, seperti kita tahu, adalah senjata yang paling tidak disukai kekuasaan.

Karena itu, kita menyaksikan sesuatu yang pelik: negara lebih cepat menyiapkan ruang tahanan bagi pengkritik, daripada menyiapkan ruang jawab untuk sanggahan yang masuk akal.

Ada semacam keanehan yang terus berulang di republik ini: pejabat yang disorot tidak menjawab, malah melapor. Polisi yang seharusnya melindungi rakyat, justru sigap menyambut aduan dari singgasana. Seolah-olah, institusi hukum bukan menjadi pelayan keadilan, tapi perpanjangan tangan dari rasa tersinggung kekuasaan.

Padahal, Mahkamah Konstitusi pernah berkata dengan terang—dan terekam dalam sejarah hukum: dalam Putusan Nomor 013-022/PUU-IV/2006, pejabat negara tidak boleh menjadikan kritik sebagai alat untuk membungkam. Kritik, betapapun pedasnya, adalah bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi. Sebab bila semua suara dikurung, maka kebohongan akan jadi satu-satunya hal yang bebas berkeliaran.

Tapi undang-undang bisa diabaikan. Putusan MK bisa dibungkam dengan dalih penafsiran berbeda. Dan pasal pencemaran nama baik bisa disulap menjadi tameng untuk menyembunyikan kealpaan. Di sinilah tragedi demokrasi kita berlangsung: hukum tidak lagi menjadi wasit yang netral, tapi menjadi pemain cadangan yang dimasukkan saat tuan rumah tertinggal.

Lalu kita bertanya, kepada siapa kita bersandar, ketika logika tak lagi punya tempat? Ketika pertanyaan akademik dibalas dengan surat panggilan? Ketika ekspresi kebebasan berubah menjadi dakwaan?

Mungkin benar kata Pramoedya: dalam masyarakat yang sakit, orang waras justru tampak gila.

Tapi selalu ada celah, bahkan di dinding paling keras. Selalu ada kata yang lolos dari sensor, dan suara yang menemukan caranya sendiri. Apa yang dilarang diucapkan, akan dituliskan. Apa yang dituliskan, akan dibaca diam-diam. Dan apa yang dibaca diam-diam, akan tumbuh menjadi keberanian yang tak bisa dipolisikan.

Negara bisa menakut-nakuti dengan borgol dan surat panggilan, tapi tak pernah bisa menang melawan ingatan kolektif yang disimpan rakyat tentang sebuah kebenaran yang belum dijawab.

Bukan karena rakyat tak takut. Tapi karena ada batas di mana rasa takut berhenti menjadi perlindungan, dan berubah menjadi penghinaan terhadap akal sehat sendiri.

Jadi hari ini, saat kita melihat Roy, Eggi, Rismon, atau siapa pun yang hanya bertanya lalu diseret, kita tidak sedang menyaksikan supremasi hukum, tapi kemunduran adab bernegara. Kita menyaksikan bagaimana negara dipakai untuk melindungi wajah penguasa, bukan melindungi hak rakyat untuk tahu.

Dan bila ini terus dibiarkan, maka sejarah kita kelak akan ditulis bukan dengan tinta kemenangan, tapi dengan catatan-catatan kecil dari ruang-ruang sunyi: tentang pertanyaan yang tak pernah dijawab, dan tentang kebenaran yang akhirnya datang—bukan karena disambut, tapi karena tak bisa lagi ditahan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polri Jadi Martil Kekuasaan: Dengar Perintah Tuhan, Bukan Perintah Tuan!

Next Post

Ketika Wartawan Tak Lagi Memerlukan Surat Kabar

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan
Feature

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

July 1, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Feature

Prabowo Omon-Omon Antikorupsi – Kembalikan Ke UU KPK Awal – Berani?

July 1, 2026
Feature

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMISAHAN PERAN REPRESENTATIF DAN REGULATIF ORGANISASI ADVOKAT

July 1, 2026
Next Post
Ketika Wartawan Tak Lagi Memerlukan Surat Kabar

Ketika Wartawan Tak Lagi Memerlukan Surat Kabar

Kemana Orientasi Dunia Usaha Indonesia?

Kemana Orientasi Dunia Usaha Indonesia?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Robohnya Benteng Moral Kami
Feature

Robohnya Benteng Moral Kami

by Karyudi Sutajah Putra
July 1, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Ada apa dengan Sudewo, sehingga bekas Bupati Pati, Jawa Tengah,...

Read more
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

July 1, 2026
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

July 1, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Prabowo Omon-Omon Antikorupsi – Kembalikan Ke UU KPK Awal – Berani?

July 1, 2026

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMISAHAN PERAN REPRESENTATIF DAN REGULATIF ORGANISASI ADVOKAT

July 1, 2026
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tuai Sindiran: “Mantan Presiden Kok Masih Sibuk Cari Panggung Adat?”

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tuai Sindiran: “Mantan Presiden Kok Masih Sibuk Cari Panggung Adat?”

July 1, 2026
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

July 1, 2026
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

July 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist