• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Presiden akan Melahirkan Pembantaian Terhadap Perilaku Civil Disobedience Disertai unjuk rasa?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
January 16, 2024
in Feature, Pemilu, Politik
0
Objek Perkara Gugatan Partai Prima Hakim Nakal Inkompetensi-Diduga Berniat Jahat
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis-Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Civil disobedience atau pembangkangan warga sipil terhadap penguasa pertama kali diperkenalkan oleh seorang filsuf Amerika bernama Henry David Thoreau pada tahun 1849.  Pemahaman Henry David terkait fenomena pembangkangan model obedience movement ini, sebagai kausalitas politik antara subyek sipil atau warga negara dengan pihak penguasa pemerintahan.

Teori Henry David, mengatakan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki hak untuk menolak memberikan kesetiaan kepada penguasa, terutama ketika tirani atau inefisiensi semakin membesar dan tak tertahankan.

Gerakan pembangkangan ini adalah menggunakan metode diam atau pengabaian terhadap kewajiban yang sudah menjadi norma-norma ketentuan dari penguasa pemerintah penyelenggara negara. Dalam makna yuridis, publik tidak mau mematuhi ketentuan-ketentuan atau berbagai diskresi yang diberlakukan oleh presiden atau para penguasa publik lainya, seperti, Perppu, Kepres serta PP atau Kepmen dan bentuk regulasi lainnya. Namun publik merasakan ketentuan yang dikeluarkan para penguasa tidak pro kepada mereka. Melainkan hanya demi kepentingan segelintir orang ( oligarki ).

Selebihnya garis kebijakan penguasa pemerintahan penyelenggara negara di sektor politik ekonomi, dan sektor penegakan hukum, ditandai dengan banyaknya korupsi yang dilakukan oleh aparatur sipil atau pejabat publik namun tidak diproses. Sehingga hilang kepastian hukum, lalu akhirnya menimbulkan kesenjangan sosial dan terganggunya roda kehidupan perekonomian masyarakat.

Jika diilustrasikan dengan kondisi politik di tanah air, civil disobedience adalah bentuk protes masyarakat, sebagai wujud publik menolak untuk membayar pajak atas harta yang mereka miliki dalam bentuk benda bergerak atau tidak bergerak, seperti pajak kendaraan bermotor, pajak tanah, tidak mau membayar iuran listrik, dan atau tidak membeli token listrik, sehingga terjadi kegelapan dimana – mana di banyak wilayah atau daerah, temasuk tidak mau menjalankan hak politik mereka untuk ikut pemilu caleg, pilkada dan pemilu pilpres.

Dan biasanya pembangkangan sipil atau civil disobedience, akan ditindak lanjuti oleh aksi massa, sebagai representatif penyampaian aspirasi HAM yang prakteknya melalui mekanisme konstitusi, sesuai koridor kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, berupa kritik dan protes atau penyampaikan mosi tidak percaya atau mengajukan petisi minta pejabat menteri atau kementrian, bahkan melalui berbagai orasi minta presiden turun dari kursi kekuasaannya.

Dan kini muncul kembali pertanyaan publik terhadap keberadaan seorang capres yang saat ini nampak memiliki kans besar untuk memenangkan pemilu pilpres 2024, dialah Prabowo Subianto, pejabat tertinggi di Kemenhan, yang mendapatkan dukungan full cawe – cawe dari Presiden Jokowi yang menitipkan anak kandungnya Gibran Bin Joko Widodo sebagai cawapres dari prabowo.

Pertanyaan publik yang panas dimaksud adalah apa yang akan terjadi, jika Prabowo terpilih menjadi Presiden RI. Karena diketahui secara umum, berdasarkan sumber warta pers dan informasi yang disampaikan langsung oleh eks petinggi TNI (dulu ABRI) Purn. Jendral TNI. AD. Agum Gumelar dan Jend. Purn. TNI. AD. Wiranto, bahwa Prabowo Subianto (Capres 02) memiliki latar belakang kasus pelanggaran HAM penghilangan orang dengan kekerasan, atau penculikan para aktvis dan mahasiswa 1997 – 1998, diantaranya 13 orang WNI yang sampai hari ini, tidak ditemukan jasadnya.

Hal kejahatan HAM ini yang berlaku retroaktif  telah terbukti, Prabowo diberhentikan dari dinas TNI. pada Tahun 1998 saat pangkatnya LetJen. oleh Presiden Alm. Prof. Dr. Ing. Habibie oleh sebab rekomendasi DKP. (Dewan Kehormatan Perwira). Maka apakah kelak dalam rangka melaksanakan agenda kebijakannya, namun ketika Prabowo Sang Pemimpin negara ini merasa dihambat ” oleh kelompok sipil dengan pola civil disobedience movement disertai berbagai aksi unjuk rasa, akan terjadi model peristiwa Tiannament atau peristiwa protes di Lapangan Tiananmen 1989, sebuah rangkaian demonstrasi yang dipimpin mahasiswa di Lapangan Tiananmen di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, antara 15 April dan 4 Juni 1989, lalu mahasiswa China  pendemo dimaksud digilas oleh tentara penguasa dan sejarah mencatat ribuan nyawa kelompok masyarakat dan mahasiswa  tewas.

Atau kah justru, pembangkangan secara diam termasuk berbagai aksi demo masyarakat dan mahasiswa secara terbuka terhadap kebijakan dan regulasi tidak pernah akan terjadi ? Dikarenakan penguasa prabowo ( jika menjadi presiden RI ) tidak melahirkan regulasi regulasi atau kebijakan politik, ekonomi dan hukum yang tidak pro rakyat, melainkan prabowo akan menerbitkan berbagai  ketentuqn serta diskresi yang populer di hati rakyat bangsa ini ? Sehingga otomatis tidak akan muncul aksi – aksi unjuk rasa dan tidak ada aksi pembangkangan oleh publik atau civil disobedience ? Oleh sebab perubahan pada jati diri Prabowo yang semula garang dan emosi labil telah berubah manjadi karakter jenaka ala gemoy, yang kini serung ditampilkan olehnya ?

Tentu waktu yang akan datang merupakan prediksi, hanya saja pepatah lama medis masih sering digunakan, ” lebih baik mencegah daripada mengobati “.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Teknologi Ramah Lingkungan Memompa Air Dari Udara

Next Post

Pemprov DKI Berkelit Tak Mau Dituding Bertanggungjawab Atas Perintahnya Mematikan  Videotron Anies

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Olppaemi Project, Pasang videotron Bergambar Anies Gemparkan Warga Bekasi Dan Jakarta

Pemprov DKI Berkelit Tak Mau Dituding Bertanggungjawab Atas Perintahnya Mematikan  Videotron Anies

Mediasi Gugatan Pancawepresan Gibran Gagal, Sidang Lanjut ke Pokok Perkara

Mediasi Gugatan Pancawepresan Gibran Gagal, Sidang Lanjut ke Pokok Perkara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist