• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo : Tanpa didukung Jokowi Tidak Akan Menang – Bukti Cawe-Cawe

"Sebuah Kejujuran yang Harus Dihukum"

Ali Syarief by Ali Syarief
February 17, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Tak Dihadiri Megawati, Sejumlah Pimpinan Parpol Hadir Dalam Acara Puncak Peringatan 17 Tahun Gerindra
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam dunia politik yang penuh kepalsuan dan rekayasa, jarang sekali kita menemukan seorang tokoh yang dengan jujur mengakui bagaimana ia meraih kekuasaan. Maka, ketika Prabowo Subianto, Presiden sekaligus pemimpin tertinggi negara, dengan lapang dada menyatakan bahwa kemenangannya adalah buah tangan Jokowi, kita patut berdecak kagum. Kejujuran adalah barang langka di negeri ini, dan kejujuran seperti ini harus dihargai—atau mungkin, dalam konteks hukum kita yang unik, justru harus dihukum?

Pernyataan Prabowo itu bukan sekadar bualan di warung kopi, tetapi pengakuan yang terucap dari bibir pemimpin negara tertinggi. Sungguh sebuah momen yang menggugah! Bayangkan, setelah bertahun-tahun politik Indonesia dipenuhi dengan dalih-dalih demokrasi, tiba-tiba ada seorang pemenang yang blak-blakan menyatakan bahwa dirinya “dibantu” oleh kepala negara. Kata “dibantu” di sini tentu saja bukan sekadar soal dukungan moral atau kata-kata penyemangat, melainkan sebuah “cawe-cawe” tingkat dewa yang memungkinkan kemenangan terjadi.

Kita perlu bertanya, bukankah intervensi seorang Presiden dalam proses pemilu bertentangan dengan prinsip demokrasi? Ah, tapi siapa peduli! Demokrasi di Indonesia toh sudah lama menjadi benda hiasan di etalase konstitusi. Yang terpenting adalah hasil akhirnya: Prabowo menang, dan Jokowi berhasil mengamankan suksesi kekuasaannya. Apakah rakyat memiliki suara dalam proses ini? Tentu saja! Hanya saja suara mereka telah dipandu dengan sangat baik oleh narasi besar yang dibangun oleh penguasa.

Namun, mari kita bicara hukum. Seorang Presiden yang menggunakan kekuasaannya untuk memastikan kemenangan kandidat pilihannya jelas melanggar prinsip netralitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sebuah demokrasi. Ini bukan lagi sekadar “cawe-cawe,” tetapi sebuah perbuatan yang patut dipertanggungjawabkan secara hukum. Konstitusi kita mengatur bahwa pemilu harus berlangsung secara jujur, adil, dan bebas dari intervensi kekuasaan. Jika seorang kepala negara dengan terang-terangan ikut menentukan hasilnya, bukankah itu artinya pemilu telah cacat sejak awal?

Maka, jika negara ini masih memiliki rasa keadilan, pernyataan Prabowo harus menjadi bukti awal untuk penyelidikan lebih lanjut. Seharusnya, Mahkamah Konstitusi, KPK, hingga lembaga-lembaga pengawas pemilu segera bergerak untuk membongkar sejauh mana “bantuan” Jokowi dalam kemenangan ini. Sayangnya, kita tahu bahwa harapan itu tidak lebih dari mimpi di siang bolong. Sebab, di negeri ini, hukum sering kali lebih tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika seorang rakyat jelata mencuri ayam, ia bisa dihukum berat. Tetapi jika seorang penguasa mencuri demokrasi, ia justru akan dielu-elukan sebagai negarawan.

Namun, mari tetap bersikap optimis. Mungkin, dalam semesta politik yang absurd ini, kejujuran Prabowo bisa menjadi awal dari sebuah perubahan besar. Mungkin, hanya mungkin, ini adalah titik balik di mana rakyat sadar bahwa demokrasi telah lama menjadi permainan segelintir orang. Dan siapa tahu, mungkin suatu hari nanti kita benar-benar akan melihat seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat, bukan hasil dari “bantuan” seorang penguasa lama.

Sampai saat itu tiba, mari kita terus bersyukur atas satu hal: setidaknya, ada seorang politisi yang jujur di negeri ini—meskipun kejujurannya justru membuka tabir gelap demokrasi kita.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dampak Boikot Global: Starbucks Akui Penjualan Terpukul di Timur Tengah – Apa Solusinya?

Next Post

Adanya Kendala Tekhnis Jadi Alasan Dihentikannya Makan Bergizi Gratis di Sumenep

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Adanya Kendala Tekhnis Jadi Alasan Dihentikannya Makan Bergizi Gratis di Sumenep

Adanya Kendala Tekhnis Jadi Alasan Dihentikannya Makan Bergizi Gratis di Sumenep

Langkah Pertama Saat digigit Ular Berbisa

Langkah Pertama Saat digigit Ular Berbisa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist