Sumenep – Fusilatnews – Dengan Alasan adanya kendala tekhnis, Program Makan Bergizi Gratis n di Kabupaten Sumenep Madura -Jawa Timur dihentikan
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sumenep, Didik Santoso mengatakan bahwa pemberitahuan itu sudah disampaikan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sumenep, di grup WhatsApp para penerima makan bergizi gratis tersebut. “Sabtu (15/2/2025) lalu sudah diinfokan di grup WhatsApp,” kata Didik di Sumenep.
Tujuannya, para siswa kembali sarapan di rumah atau membawa bekal ke sekolah. “Takutnya, jika tidak segera diinfokan, anak-anak sudah bawa wadah kosong, dan sudah tidak sarapan dari rumah,” kata dia. Sementara itu, hal serupa disampaikan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandian I, Kecamatan Kota, Kusniah.
Alasan tak jelas
Kusniah menyatakan bahwa kepala SPPG tidak menjelaskan secara rinci apa alasan makan bergizi gratis dihentikan kepada siswa itu Dari pemberitahuan itu, hanya disebutkan bahwa ada dinamika yang belum teratasi di internal penyelenggara.
“Tidak disebutkan alasannya secara perinci, karena ada dinamika yang belum teratasi. Kami kan hanya penerima, ada dinamika seperti apa kami tidak tahu,” kata dia.
Dalam pemberitahuan itu juga tidak diterangkan kapan program makan bergizi gratis akan dilaksanakan kembali. “Tidak ada info, kapan akan dimulai lagi (MBG),” ujar Kusniah.
Kusniah menyampaikan, sejak diluncurkan pada tanggal 13 Januari 2025 lalu di Kabupaten Sumenep, pendistribusian makan bergizi gratis ke SDN Pandian 1 Sumenep tidak ada kendala. Bahkan, sebelum jam istirahat tiba, menu makan bergizi gratis itu sudah diterima oleh para siswa.
“Pendistribusian lancar saja. Biasanya jam istirahat sudah sampai,” katanya.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Mohammad Kholilur Rahman membenarkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep dihentikan. Pemberhentian sementara program pemerintah itu disebabkan adanya kendala teknis di internal penyelenggara.
Namun, Kholilur tidak tidak menjelaskan terkait apa kendala teknis tersebut.
Pihaknya telah melaporkan kendala teknis itu kepada Badan Gizi Nasional (BGN) pada hari Rabu (12/2/2025) lalu. Akan tetapi, laporan yang disampaikan secara tertulis itu hingga saat ini belum mendapatkan respons dari BGN, termasuk belum ada arahan apa pun sejak laporan itu disampaikan. “Belum ada arahan dari BGN sampai saat ini,” kata dia.

























