• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

PT ANTAM Palsukan 109 Ton Bernilai Rp 185,736 triliun.

Ali Syarief by Ali Syarief
March 4, 2025
in Crime, Feature
0
PT ANTAM Palsukan 109 Ton Bernilai Rp 185,736 triliun.
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Baru-baru ini, muncul pemberitaan yang menggemparkan publik terkait dugaan pemalsuan 109 ton emas oleh PT Aneka Tambang (ANTAM). Skandal ini tidak hanya mencoreng kredibilitas perusahaan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dan regulasi industri emas di Indonesia. Sementara itu, harga emas mengalami kenaikan signifikan, naik Rp 25.000 per gram dari sebelumnya Rp 1.679.000 menjadi Rp 1.704.000 per gram. Jika dugaan pemalsuan ini benar adanya, maka dampak finansialnya sangat mencengangkan.

Besarnya Nilai Pemalsuan

Dengan asumsi harga emas saat ini sebesar Rp 1.704.000 per gram, maka nilai dari 109 ton emas mencapai angka yang sangat fantastis. Satu ton setara dengan 1.000.000 gram, sehingga total emas yang diduga dipalsukan adalah 109.000.000 gram. Jika dikalikan dengan harga emas per gram, maka potensi nilai dari pemalsuan ini mencapai:

109.000.000 gram × Rp 1.704.000/gram = Rp 185,736 triliun.

Angka ini setara dengan hampir 10% dari APBN Indonesia 2024 yang mencapai sekitar Rp 2.800 triliun. Dengan jumlah sebesar ini, dampak pemalsuan emas ini tidak hanya mencederai perekonomian, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas keuangan negara.

Dampak Terhadap Kepercayaan Pasar

Kasus ini tentunya berimplikasi pada kepercayaan masyarakat terhadap industri emas dan instrumen investasi berbasis emas di Indonesia. PT ANTAM sebagai perusahaan negara yang seharusnya menjadi simbol transparansi dan keandalan justru tersandung skandal besar. Jika kepercayaan publik menurun, maka permintaan emas bisa terganggu, dan investor beralih ke instrumen lain atau membeli emas dari luar negeri.

Selain itu, dampaknya juga bisa dirasakan oleh Bank Indonesia dan lembaga keuangan lainnya yang bergantung pada cadangan emas sebagai bagian dari strategi stabilisasi ekonomi. Penurunan kepercayaan ini dapat menyebabkan volatilitas yang tidak diinginkan di pasar keuangan nasional.

Aspek Hukum dan Regulasi

Jika benar terjadi pemalsuan emas dalam jumlah masif ini, maka ada indikasi kelemahan dalam sistem pengawasan dan regulasi yang diterapkan pemerintah. Seharusnya, otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan Kementerian Keuangan segera melakukan investigasi menyeluruh. Skandal ini juga dapat menyeret banyak pihak ke ranah hukum, termasuk jajaran direksi PT ANTAM dan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi emas yang diduga palsu.

Dalam skenario terburuk, kepercayaan terhadap sertifikat emas yang dikeluarkan oleh PT ANTAM bisa menurun drastis. Hal ini akan mengarah pada kepanikan di kalangan investor dan masyarakat umum yang telah berinvestasi dalam emas ANTAM. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan publik dengan memastikan bahwa ada transparansi penuh dalam investigasi kasus ini.

Kesimpulan

Skandal pemalsuan 109 ton emas oleh PT ANTAM bukan hanya sekadar kasus kriminal biasa, melainkan ancaman besar bagi stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik terhadap industri emas nasional. Dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah, kasus ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan terhadap aset berharga negara. Pemerintah harus segera bertindak dengan langkah-langkah hukum yang tegas dan transparan agar kepercayaan terhadap industri emas nasional dapat dipulihkan. Jika tidak, dampaknya bisa lebih luas, termasuk merosotnya minat investasi dalam negeri dan meningkatnya ketergantungan pada produk emas asing.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Komisi IX DPR RI, Minta Pengawalan Program Makan Bergizi Gratis, Dari Ancaman Fraud

Next Post

Dampak Banjir di Bogor, Demi Keselamatan Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Ancam Cabut Izin Wisata

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Dedi Mulyadi Heran, Tagihan Air Sebesar Rp 6,7 M: Mandi Pakai Air Apa?

Dampak Banjir di Bogor, Demi Keselamatan Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Ancam Cabut Izin Wisata

Evakuasi Korban Banjir Jati Asih Bekasi Libatkan TNI AU

Evakuasi Korban Banjir Jati Asih Bekasi Libatkan TNI AU

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist