• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pujian di Panggung Internasional dan Perut Rakyat yang Masih Kosong

Ali Syarief by Ali Syarief
March 6, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Agama, Politik, dan Jalan Damai: Belajar dari Seruan Prabowo di PBB
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di panggung internasional, tepuk tangan sering terdengar lebih merdu daripada suara rakyat di pasar. Para pemimpin pulang dari forum global membawa pujian: pidatonya bagus, sikapnya tegas, gesturnya elegan. Bahkan kadang dipuji sebagai “tokoh penting dari negara besar di Asia Tenggara.” Kalimat-kalimat manis itu bertebaran seperti bunga di karpet merah.

Masalahnya, bunga-bunga itu tidak bisa dimasak jadi nasi.

Rakyat kecil di Tanah Abang, Pasar Cikurubuk, atau di gang sempit pinggir kota, tidak pernah terlalu peduli apakah presidennya dipuji di forum internasional. Yang mereka pedulikan jauh lebih sederhana: harga beras, ongkos sekolah anak, dan apakah bulan depan masih punya pekerjaan.

Karena itu, bagi Presiden Prabowo, pujian di luar negeri seharusnya tidak terlalu membuat hati berdebar-debar. Pujian itu ibarat parfum: wangi, tetapi tidak mengenyangkan.

Lebih baik energi politik dan tenaga pemerintahan diarahkan pada cita-cita yang jauh lebih konkret: menyejahterakan anak bangsa dan memastikan Indonesia tidak menjadi halaman belakang kepentingan asing. Negeri ini terlalu kaya untuk sekadar menjadi tempat singgah para “antek-antek global” yang datang membawa proposal investasi sambil menyembunyikan kalkulator di balik punggung.

Sebab kalau kita lihat ke dalam negeri, beberapa proyek yang digadang-gadang sebagai solusi justru berjalan dengan langkah yang agak terhuyung.

Contohnya, program MBG. Di atas kertas, gagasannya terdengar heroik. Anak-anak diberi makan, generasi masa depan diperkuat, bangsa menjadi sehat dan cerdas. Tetapi ketika turun ke lapangan, program ini sempat nyaris menjadi proyek gagal. Bukan karena niatnya buruk, melainkan karena realitas birokrasi sering lebih rumit daripada pidato.

Belum selesai publik menghela napas soal itu, muncul lagi gagasan Koperasi Merah Putih. Ide koperasi tentu mulia—bahkan sangat Indonesia. Tetapi koperasi yang lahir dari podium sering kali harus berhadapan dengan kenyataan yang keras: modal kecil, manajemen lemah, dan pasar yang sudah dikuasai pemain besar.

Kalau koperasi hanya menjadi slogan, ia akan bernasib seperti spanduk kampanye: dipasang meriah, lalu dilupakan setelah hujan pertama.

Di saat yang sama, indikator ekonomi tidak sepenuhnya memberi kabar menggembirakan bagi rakyat kecil. Pertumbuhan ekonomi memang disebut-sebut stabil. Angkanya terlihat gagah di layar presentasi kementerian. Namun bagi pedagang kecil dan pekerja informal, angka pertumbuhan itu terasa seperti cerita dari planet lain.

Daya beli masyarakat menurun. Orang datang ke pasar membawa uang yang sama, tetapi pulang dengan barang lebih sedikit.

Lapangan kerja juga belum tumbuh seperti yang diharapkan. Banyak anak muda lulus sekolah atau universitas dengan semangat tinggi, tetapi bertemu kenyataan pahit: lowongan kerja tidak sebanyak jumlah pelamar.

Sementara itu, negara sendiri menghadapi dilema yang tidak ringan. Penerimaan negara sering kali tidak sebanding dengan kebutuhan APBN yang terus membengkak. Pemerintah seperti kepala keluarga yang harus menyiapkan pesta besar, sementara isi dompetnya masih menunggu transfer.

Di atas semua itu, dunia sedang memasuki masa yang tidak terlalu ramah. Ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran bukan sekadar berita luar negeri yang cocok untuk diskusi di warung kopi. Jika konflik itu membesar, dampaknya bisa menjalar sampai ke dapur rakyat Indonesia: harga energi naik, perdagangan terganggu, dan tekanan ekonomi global meningkat.

Artinya, tantangan di depan mata bukan kecil.

Karena itu, pujian di panggung internasional tidak boleh menjadi candu politik. Tepuk tangan diplomat tidak boleh membuat pemerintah lupa bahwa ukuran keberhasilan sesungguhnya ada di tempat yang sangat sederhana: meja makan rakyat.

Kalau meja itu penuh, rakyat akan memuji tanpa diminta.

Kalau meja itu kosong, pujian dari luar negeri tidak ada gunanya.

Presiden Prabowo tidak perlu terlalu sibuk mengoleksi sanjungan global. Sejarah Indonesia tidak pernah menilai pemimpin dari jumlah pujian di forum internasional, melainkan dari seberapa banyak rakyatnya bisa hidup lebih layak.

Dan dalam hal ini, rakyat Indonesia sebenarnya tidak menuntut hal yang muluk-muluk.

Mereka hanya ingin satu hal sederhana: negara bekerja untuk mereka, bukan untuk pidato-pidato indah di luar negeri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pakar Hukum Ingatkan MA Pilih Hakim MK Pengganti Anwar Usman yang Rekam Jejaknya Bersih

Next Post

Dampak Iran Menghentikan Ekspor Pangan: Alarm bagi Ketahanan Pangan Indonesia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Dampak Iran Menghentikan Ekspor Pangan: Alarm bagi Ketahanan Pangan Indonesia

Dampak Iran Menghentikan Ekspor Pangan: Alarm bagi Ketahanan Pangan Indonesia

No Free Lunch Ketika - Integritas Seorang Auditor Diuji oleh Sebuah Map Tebal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist