Tragis sekali, apa yang kini sedang dialami oleh Rajapaksa. Ia berada di pengasingan, dalam keadaan kesulitan biaya hidup. Sementera Najib, harus mendekam di penjara bersama para Napi Pembunuh dan Gembong Narkoba. Demikian mantan kedua Kepala Negara itu, yang kini menjadi perhatian sejumlah media di dunia.
Najib terpaksa harus mendekam di penjara selama 12 tahun, karena persoalan korupsi, yang luar biasa. Penyelewangan uang batuan dan money laundry. Dalam ingatan rakyat Malaysia, belum lama berselang, terbayang Ia bermain Golf Bersama Barack Obama dan Donald Trump, kini harus meringkuk dalam sel tahanan. Pola hidup yang glamor Najib, itu yang akan membuat dia sangat tersiksa dalam menjalani hidup baru dibalik terali jeruji besi.
Najib sempat dicekal tidak boleh berpergian ke Luar negeri, menjaga ia kabur, oleh aparat yang berwenang di Malaysia.
Begitu juga dengan Rajapaksa. Kepulangan ke negerinya, masih dalam pertanyaan besar, karena persoalan keamanan dirinya, dan jeratan hukum yang akan menghina-dinakan dirinya. Cemooh rakyat.
Rajapaksa melarikan diri dari Sri Lanka pada dini hari 13 Juli setelah protes besar-besaran melanda Kolombo dan para demonstran yang marah dengan kehancuran ekonomi negara itu, menyerbu kediaman dan kantor resminya. Dia mengundurkan diri sebagai presiden setelah tiba di Singapura, dari situ dia kemudian terbang dan tinggal di Thailand. Indikasi KKN juga mengemuka, karena beberapa Menteri kunci dalam hal keuangan, dipegang oleh adiknya sendiri.
Rupanya menjadi fenomenal, di negara-negara sekelas Sri Lanka, Malaysia, dan negara ASEAN lainnya, persoalan yang inherent pada setiap pemimpin pemerintahan, ada pada dua hal itu. Penyelewangan uang negara dan kinerja yang buruk. Integritas dan kompetensi. Soal deficit Leadership.
Terpulang lagi pada dasar persoalannya, yaitu buruknya system leadership recruitment dan lemahnya system administrasi negara, sehingga terbuka peluang untuk dikuasai oleh mereka yg incompetent. Setiap masalah yang timbul dalam suatu pemerintahan, adalah persoalan lemahnya leadership ditopang oleh system yang buruk.
Adalah menjadi bijak, bila kita mau mengambil hikmah dari dua pemimpin yang gagal tersebut, menjadi suatu kesadaran yang harus diwaspadai, sehingga kelak, ketika terjadi hal yang serupa, tidak menyalahkan Tuhan. Padahal itu terjadi karena kelalaian kita sendiri.























