Oleh Prihandoyo Kuswanto-Ketua Pusat Study Kajian Rumah Pancasila

Post truth adalah suatu era dimana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran. Caranya dengan memainkan emosi dan perasaan netizen. Apakah Indonesia pernah mengalaminya? bukan hanya pernah, tapi sudah dan masih mengalaminya.
Dalam pemilu tahun 2024 post Truht sedang dijalankan secara TSM Tersetruktur Sistemis Masif oleh siapa ya oleh peserta pilpres .Isu Kecurang TSM adalah bukti Post Truht dijalankan dengan menggunakan politik agama orang di dekati dengan pendekatan akherat ,pemimpin sesuai dengan perintah agama ,dan sampai Jibril ,dan Imam Mahdi bagian dari membangun halusinasi .
Tidak cukup menggunakan agama sebagai alat untuk menarik dan mempermainkan keimanan seseorang juga kemudian dibuat filem Dirty vote upaya untuk menggiring opini nitisen untuk memilih selain 02.
Kemudian melihat hasil survey rupanya mulai panik maka terjadi perubahan branding dari kecurangan TSM menjadi Kecurangan Brutal ,post truht ini agak aneh sebab rakyat dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote aman -aman saja dan menikmati kehidupan dengan damai sentosa kalau benar pemilu ini brutal tentu sudah banjir darah dimana -mana.
Post Truht terbantahkan disidang KPU tidak ada yang bisa membuktikan Kecurangan TSM baik dari 01 maupun 03 tidak bisa memberikan bukti yang hanya kata nya -katanya .Jadi jelas Branding Post Truht Pemilu Curang TSM hanya isapan jempol kalau ada kecurangan ya semua melakukan kecurangan tetapi masih dalam taraf wajar yang bisa diselesaikan ditingkat KPPS ,dan bisa selesai dan ada beberapa KPPS yang harus diulang itu hal yang wajar dengan pemilu serentak dengan 800 ribuan TPS
01 dan 03 masih saja menggunakan post truht kecurangan yang kecurangan itu sendiri tidak terbukti.
Mereka 01dan 03 masih bertempur di MK memang itu adalah hak konstitusi mereka rakyat akan menyaksikan bagaimana post truht itu akan terbantahkan di MK .
Kita juga perhatikan guru guru besar dan civitas akademika justru bukan memberikan solusi tetapi justru ikut main posr truht tanpa sadar dengan stikma melanggar etik ,pelanggaran etik ini juga tidak jelas dan memang tidak perlu dijelaskan sebab niat nya memang untuk post truht ,dan mengacaukan suasana,tapi semua berlalu begitu saja tanpa malu rakyat ternyata lebih cerdas dari pada para intelektual itu .
Sebab rakyat tidak memilih dengan emosi dan logika lebih dengan mata hati .
Oleh sebab itu pengadilan rakyat ya pilpres itu dan harus nya legowo atas apa yang ditanam dan manusia nya .
Sekarang beralih ketika kecurangan dan pemilu brutal tidak lagi menarik mereka turun ke jalan demo berjilid -jilid bahkan memaksakan kehendak untuk melenserkan pemerintah yang sah ,minta pemilu diulang yang boleh ikut hanya 01 dan 03 ,sekelas profesor hukum tatanegara usulan nya ngak pakai logika akal sehat .
Perkembangan era digital dewasa
ini ditandai dengan semakin masifnya
penetrasi media sosial dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, politik, budaya dan pertahanan keamanan.
Fenomena ini
merupakan konsekuensi perubahan pola komunikasi dengan cara-cara dan media konvensional menuju digitalisasi komunikasi
dengan menggunakan berbagai kanal media
sosial kekinian.
Pemilu juga bagian yang tak terpisahkan dengan era komunikasi digital .Perkembangan ulasan politik dapat menjadi perdebatan dimedia sosial begitu cepat berita sampai ditangan masyarakat.
Dari sisi negatif berita berita hoax tidak sempat tersaring kebenaran nya tetapi kadang sudah langsung diterima dan disebarkan .
Berita berita bohong yang sengaja dibuat oleh perancang Post Truht memainkan perasaan nitisen sehingga begitu mudah masuk ketengah – tengah masyarakat ,pemilu curang adalah branding kebohongan yang terus menerus diberitakan sehingga seakan akan terjadi sehingga banyak masyarakat menilai bahwa telah terjadi kecurangan yang TSM .
Ketika semua alibi bisa dipatahkan oleh KPU maka branding tidak berhenti diteruskan dengan stikma Capres yang menang curang .
Agar tidak kecewa pemilih nya maka mereka menstikma lebih baik kalah dari pada menang tetapi curang .
Media sosial merupakan alat
komunikasi digital yang dapat membawa
dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif media sosial berkontribusi
dalam menyediakan informasi secara cepat
dan akurat. Di sisi lain, dapat berdampak
negatif baik secara langsung maupun tidak
langsung, misalnya dalam hal penyebaran
berita-berita hoax
Dalam Pemilu th 2024 perancang demokrasi post truht sudah memperhitungkan dengan cermat peran media sosial untuk menggiring ke arah post truht .Ternyata mereka terjebak justru umat Islam yang emosional keagamaan nya dipermainkan dengan kewajiban akherat.
Kalau kita ingin menghentikan Demokrasi Liberal dan post truht demokrasi maka tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada jatidiri bangsa Indonesia yaitu kembali ke UUD 1945 dan Pancasila bangsa Indonesia akan selamat .
























