Manama, Bahrain (Fusilatnews) — Iran kembali memperluas serangan terhadap aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah pada Selasa, 3 Maret 2026, menyerang pangkalan udara AS di Bahrain menggunakan kombinasi drone dan rudal balistik sebagai bagian dari balasan atas operasi militer AS–Israel di wilayah tersebut.
Menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), serangan skala besar itu melibatkan puluhan drone dan beberapa rudal, yang menargetkan pangkal udara Sheikh Isa dan fasilitas komando utama. IRGC mengklaim serangan tersebut berhasil menghancurkan sebagian fasilitas militer di pangkalan itu.
Serangan ini dilaporkan sebagai kelanjutan dari rangkaian serangan Iran terhadap basis-basis militer AS di negara-negara Teluk Arab, termasuk di Kuwait dan kemungkinan di lokasi lain di kawasan.
LATAR BELAKANG KONFLIK DAN BALASAN IRAN
Konflik meningkat setelah serangan gabungan Amerika dan Israel terhadap beberapa target strategis di Iran, yang turut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Tehran kemudian melancarkan balasan besar-besaran dengan menargetkan pangkalan militer AS dan infrastruktur strategis di seluruh Teluk Arab, termasuk pula klaim serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Pemerintah Bahrain sendiri mencatat sejumlah upaya intersepsi rudal dan drone oleh pertahanan udara setempat, meskipun beberapa bangunan sipil dan fasilitas di sekitar ibu kota Manama terdampak serangan, dengan laporan adanya korban sipil dan kerusakan.
RESPON INTERNASIONAL DAN KONTEKS REGIONAL
Serangan Iran telah memperluas kekhawatiran negara-negara Teluk, mendorong sebagian anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk mempertimbangkan tindakan kolektif terhadap Tehran, yang dinilai sebagai ancaman ketidakstabilan di kawasan.
Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutunya terus menjalankan operasi militer yang disebut mereka sebagai upaya menghentikan proliferasi senjata dan ancaman terhadap pasukan serta sekutu di kawasan, sekaligus menghadapi kritik atas eskalasi konflik yang memperluas dampaknya ke jalur sipil dan infrastruktur maritim.
DAMPAK DAN PERKEMBANGAN TERBARU
Serangan lanjutan Iran terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan negara Teluk lain terus terjadi.
Insiden tembakan proyektil di pelabuhan Bahrain terhadap kapal berbendera AS menambah ketegangan di laut.
Beberapa negara Teluk menilai serangan Iran telah melebihi target militer, menyerang kawasan sipil dan fasilitas ekonomi.

























