• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nila Setitik Keluarga Arafiq: Habis Fahd, Terbitlah Fadia

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 3, 2026
in Feature
0
Nila Setitik Keluarga Arafiq: Habis Fahd, Terbitlah Fadia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Siapa tak kenal A Rafiq atau lebih populer dengan sebutan Arafiq? Kini nama baik keluarga pedangdut yang berjaya di era 1980-an itu kian tercoreng setelah anak-anaknya diduga terlibat dalam kasus korupsi. Ibarat nila setitik rusak susu sebelanga.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (3/3/2026), melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satu pejabat yang ditangkap adalah Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang kini sedang “menikmati” periode kedua masa jabatannya.

Fadia adalah putri dari mendiang pedangdut Arafiq. Bahkan mewarisi bakat ayahnya sebagai penyanyi dangdut. Entah apa kasusnya, KPK belum menjelaskan. Yang jelas, jika seorang pejabat sudah terkena OTT, maka lazimnya akan berujung pada penetapan tersangka. Dari setiap OTT sebelumnya, KPK selalu berhasil menetapkan pihak yang ditangkap sebagai tersangka.

Dus, jika benar nanti KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka, maka ini adalah yang kedua anak-anak Arafiq diduga terlibat korupsi.

Sebelumnya, anak laki-laki Arafiq, atau kakak kandung Fadia, yakni Fahd El Fouz, juga terlibat dalam korupsi. Bahkan sampai dua kali masuk penjara. Kakak-adik itu sama-sama politikus Partai Golkar. Habis Fahd, terbitlah Fadia.

Ya, Fahd pernah dua kali masuk penjara. Dua-duanya karena kasus korupsi. Pertama, kasus suap kepada anggota DPR RI Wa Ode Nurhayati dari Partai Amanat Nasional (PAN) terkait Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) tahun 2011 di tiga kabupaten di Aceh. Mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini ditahan sejak 27 Juli 2012.

Setelah bebas dari penjara, Fahd kembali terjerat kasus korupsi. Kali ini kasus korupsi pengadaan mushaf Al-Qur’an di Kementerian Agama tahun 2011-2012. Fahd terbukti menerima suap Rp3,411 miliar.

Niat dan Kesempatan

Mengapa anak-anak Arafiq diduga terlibat korupsi?

Dalam urusan uang, mental semua orang relatif sama. Lihat saja kasus dugaan korupsi Nadiem Makarim.

Korupsi juga tidak terkait dengan agama. Siapa pun dengan agama apa pun berpotensi melakukan korupsi.

Lihat saja kasus korupsi pengadaan mushaf Al-Qur’an, korupsi pembangunan masjid, gereja dan rumah ibadah lainnya.

Voltaire (1694-1778), filsuf asal Prancis, pernah berkata, “Dalam urusan uang, semua manusia agamanya sama.”

Apalagi bagi mereka yang punya kekuasaan. Kata Lord Acton (1834-1902), “The power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely.”

Ada dua pemicu korupsi: niat dan kesempatan. Sebagai pejabat, Fadia jelas punya banyak kesempatan. Namun, jika dia tak punya niat, niscaya “tak jadi itu barang”.

Kesempatan korupsi bisa dieliminasi dengan regulasi yang ketat. Akan tetapi, seketat apa pun sebuah regulasi, selalu ada celah untuk mengakalinya. Ini terkait dengan niat.

Adapun niat ada di dalam hati. Hanya Fadia dan Tuhan-nya yang tahu. Niat korupsi bisa dikendalikan dengan akhlak atau moralitas, dan akhlak bisa dipupuk dengan nilai-nilai agama dan pembentukan karakter (character building).

Ada dua motif korupsi: kebutuhan, atau corruption by need, dan keserakahan, atau corruption by greed.

Rata-rata, kasus korupsi di Indonesia motifnya adalah keserakahan. Lihat saja para koruptor. Mereka kebanyakan adalah orang-orang yang sudah kaya.

Ada dua tujuan penegakan hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Yakni, deterrent effect atau menciptakan efek jera bagi pelaku korupsi, dan shock therapy atau menciptakan terapi kejut bagi calon pelaku korupsi.

Sayangnya, dua tujuan penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi di Indonesia ini gagal diwujudkan. Mengapa? Sebab rata-rata hukuman bagi koruptor di Indonesia relatif rendah, yakni 3,5 tahun. Sebab itu, aparat penegak hukum seperti KPK, polisi, jaksa dan hakim gagal menciptakan deterrent effect dan shock therapy.

Pemerintah juga permisif terhadap korupsi. Buktinya, mereka yang pernah terlibat korupsi ada yang diberikan jabatan di pemerintahan atau badan usaha milik negara (BUMN).

Lihat saja Fahd El Fouz yang dua kali masuk penjara karena kasus korupsi. Vonis yang pertama tak membuat dia jera.

Lihat pula Fadia Arafiq. Jika nanti dia ditetapkan KPK sebagai tersangka, berarti perempuan cantik yang juga berlatar sebagai penyanyi dangdut ini tidak berkaca pada kasus kakaknya. Dia tak merasa kena shock therapy. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Transformasi Relawan Kang Dedi: YBGS Hadirkan Harapan Baru di Sumedang

Next Post

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Anies Janjikan Bikin Hotline Paris. Kata Hotman Mau Bersaing Dengan Hotman 911?
Feature

Sandyakalaning Hotman Paris

July 21, 2026
Next Post
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist