• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ratu Adil dari Masa ke Masa

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 16, 2022
in Feature
0
Ratu Adil dari Masa ke Masa

Priyantono Oemar | Daan Yahya | Republika

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Priyantono Oemar

Jakarta – Di sela berita-berita mengenai hasil survei calon presiden, ada berita Presiden Jokowi menyatakan, “Setelah ini jatah Pak Prabowo.” Prabowo Subianto bersama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan selalu menempati posisi tiga besar calon presiden terkuat berbagai lembaga survei.

Ketika Jokowi muncul sebagai calon presiden pada 2014, banyak yang membicarakan ratu adil, Satrio Piningit. Apakah Prabowo, Ganjar, dan Anies juga akan disebut-sebut sebagai sosok Satrio Piningit yang akan menjadi ratu adil bagi Indonesia?

Gerakan ratu adil di Indonesia memiliki sejarah panjang. Diponegoro I juga disebut sebagai ratu adil yang muncul pada 1720. Sejarah mencatatnya sebagai pemimpin pemberontakan Diponegoro. Lalu, pada 1925 Diponegoro II juga disebut sebagai ratu adil. Diponegoro II juga melakukan pemberontakan terhadap kolonialisme Belanda.

Menurut Sartono Kartodirdjo dan kawan-kawan dalam buku Sejarah Nasional Indonesia IV, gerakan ratu adil ini muncul sebagai tuntutan untuk menyelamatkan rakyat. Ada pihak yang membuat keberadaan rakyat terancam, tidak menikmati keadilan, tidak menikmati kesetaraan, yaitu kolonialisme. ratu adil merujuk kepada ramalan Jayabaya, yaitu ramalan mengenai munculnya raja yang akan memerintah secara adil.

Pada 1871, pemimpin gerakan ratu adil, Achmad Ngisa, meramalkan kedatangan Pangeran Erucakra. Hantu, setan, binatang berbisa disebut-sebut sebagai pasukan militer ratu adil yang akan datang itu. Ia akan datang untuk mengusir penjajah.

Jika penjajah ini bisa diusir, akan muncul tiga kekuatan, yaitu dari Majapahit, Pajajaran, dan Kalisasak, Pekalongan. Orang-orang akan tetap tinggal di tanah kelahiran masing-masing. Hampir berbarengan dengan gerakan ratu adil Achmad Ngisa itu, muncul gerakan ratu adil yang dipimpin Nur Hakim.

Pada 1923, Bulkim muncul dengan menyebut dirinya sebagai Suropati Ngalogo, lalu ada juga Pak Jebrak. Ia mengaku sebagai keturunan Raja Damarwulan dan memiliki pusaka besi kuning Menakjinggo yang direbut Damarwulan. Polisi kolonial menangkap Pak Jebrak sebelum Pak Jebrak merebut kekuasaan Belanda di Mojokerto. Pak Jebrak dikirim di Lawang untuk diperiksa kesehatannya.

Hingga 1970-an, di Jawa masih beredar cerita lisan soal kesaktian Bung Karno yang disebut memiliki pusaka besi kuning dan ajian lembu sekilan. Terkait dengan penangkapan Bung Karno pada 1929, Rongowarsito pernah meramalkan akan ada kejadian pada 1930. Lalu, pada Januari 1930, koran milik Budi Utomo, Darmo Kondo, menurunkan tulisan mengenai ramalan Ronggowarsito itu.

Ramalan itu dikaitkan dengan kemungkinan Indonesia merdeka pada 1930. Bersatu lagi dalam wilayah yang besar dengan pemerintahan yang adil, seperti di masa kejayaan Majapahit, tempat Sabdo Palon mengabdi kepada raja Majapahit.

Ini bukan gerakan, melainkan hanya keyakinan di masyarakat akan adanya kedatangan ratu adil yang diramalkan Ronggowarsito. Bung Karno juga tidak menyebut dirinya sebagai ratu adil yang ditunggu-tunggu itu, sebagaimana halnya pemimpin-pemimpin gerakan ratu adil yang muncul sebelum-sebelumnya.

Majalah berbahasa Sunda yang diterbitkan oleh Volkslectuur, lembaga yang dibentuk pemerintah, memuat iklan buku yang dikaitkan dengan akan adanya kejadian pada 1930 itu. Ti taun pungkur keneh jalma-jalma satanah Pasundan guyur ibur, pada mareunang beja yen dina tahun 1930 bakal aya kajadian anu aneh.

Demikian bunyi kalimat pembuka iklan buku mengenai Pangeran Kornel yang dikutip Sukarno dalam pembelaannya yang berjudul “Indonesia Menggugat”. Artinya: Dari tahun lalu orang-orang se-Tanah Pasundan gempar, mendapat kabar bahwa pada 1930 akan ada kejadian aneh.

“Tidakkah ini suatu bukti bahwa ramalan dan kepercayaan tentang 1930 itu di dalam kalangan rakyat memang sudah tak aneh lagi dan memang sudah sebagai keadaan biasa belaka?” tanya Sukarno dalam pembelaannya di Landraad Bandung pada 2 Desember 1930.

Sukarno ditangkap pada Desember 1929. Ada kegaduhan yang sebenarnya muncul bukan karena akibat tindakan Sukarno, melainkan Sukarno dituduh sebagai penghasutnya. Sukarno dituduh telah menghasut rakyat mengenai rencana Indonesia memerdekakan diri pada 1930 itu. 

Munculnya gerakan ratu adil biasanya, selain berpatokan pada ramalan-ramalan yang sudah pernah ada, pemimpin gerakannya juga menjadikan bisikan yang ia terima sebagai dasar gerakan, seperti yang pernah dialami oleh Diponegoro. Di masa Perang Diponegoro, slogan yang diajarkan kepada Diponegoro adalah “rebutlah”. Diponegoro mendapatkan bisikan ketika bersemedi bahwa Keraton Yogyakarta akan mendapat masalah tiga tahun kemudian.

Benedict Anderson pada 1981 mengutip Harry J Benda membahas bisikan yang diterima Diponegoro itu. Bisikan itu menyebut, ketika Yogyakarta dalam masalah, Diponegoro diperintahkan untuk memimpin segenap pasukan turun ke medan laga guna merebut kembali Yogyakarta dari cengkeraman Belanda. Di masa revolusi kemerdekaan, slogan “rebut” dipakai dalam lagu “Halo-Halo Bandung” sebagai pengobar semangat untuk merebut kembali Bandung dari tangan Belanda.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rebut diberi makna ambil dengan paksa (barang orang). Menurut Anderson, ketika Diponegoro mendapat perintah “rebutlah” bukan “bebaskanlah”, Diponegoro ditempatkan pada posisi berada di luar sistem kekuasaan Belanda di Yogyakarta –karena dia memang berada di luar keraton.

Ini berbeda dengan slogan para tokoh pergerakan kemerdekaan yang pada awalnya “hanya” menginginkan “pemerintahan sendiri” pada dekade 1910-an lalu berkembang menjadi “membebaskan diri dari Belanda”. Mereka memang berada dalam sistem kekuasaan Belanda lewat pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Di Jawa Barat, pernah muncul juga Garakan Ratu Sunda. Lumayan, ada beberapa gerakan yang muncul. Merujuk surat Residen Priyangan 20 Desember 1871, Sartono menyebut Gerakan Ratu Sunda pernah muncul pada 1832, 1839, 1841, 1853, dan 1863.

Jika sekarang masyarakat Indonesia masih menunggu ratu adil, ditunggu untuk melawan kekuatan siapa? Sementara, Indonesia sudah menjadi negara yang memiliki pemerintahan sendiri.

“Memang gerakan itu haruslah dipandang sebagai gerakan yang bersifat revolusioner dalam pengertian bahwa gerakan itu menghendaki suatu perubahan mutlak,” tulis Sartono dan kawan-kawan.

Dikutip dari Republika.co.id, Ahad 13 November 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kamu Harus Tahu Kenapa Ekonomi Vietnam Tumbuh Pesat Dibanding Indonesia

Next Post

Prof. Bagir Manan, Krisis Intelektual, dan Ancaman Kemerdekaan Pers dari RUU KUHP

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Prof. Bagir Manan, Krisis Intelektual, dan Ancaman Kemerdekaan Pers dari RUU KUHP

Prof. Bagir Manan, Krisis Intelektual, dan Ancaman Kemerdekaan Pers dari RUU KUHP

5 Hal yang Membuat Warga Jepang Iri dengan Orang Indonesia

Tangapan Rakyat Jepang, Memberi Pinjaman Kepada Indonesia - "Akankah Langkah Jepang Membuat Orang Jepang Bangga atau Menangis?"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist