• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Rejuvenasi ‘Civil Islam’ dan Kementerian Agama

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
October 27, 2022
in Feature
0
Rejuvenasi ‘Civil Islam’ dan Kementerian Agama

Prof Asep Saepudin Jahar (Dok pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Asep Saepudin Jahar

Jakarta – Dalam acara Annual International Conference for Islamic Studies (AICIS) 20-22 Oktober 2022 di Lombok, Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan kembali perlunya memperkuat keberagamaan yang inklusif, berkeadaban, dan rahmatan li-l ‘alamin. Ada tiga hal penting yang dijelaskan, yaitu: rekontekstualisasi Islam, kedamaian, dan moderasi.

Gagasan keagamaan ini perlu dicermati mengingat posisi kementrian agama yang sangat strategis dalam mendiseminasikan narasi keagamaan di lembaga-lembaga pendidikan madarsah, pesantren, hingga perguruan tinggi. Di lembaga pendidikan ini doktrin agama direproduksi dan menjadi bagian kehidupan praksis di masyarakat.

Pertanyaannya, bagaimana Kementerian Agama dengan RPJM 2020-2024 mewujudkan kebijakan Islam yang berorientasi pada Islam damai dan harmonis?

Tantangan keberagamaan yang mengarah pada konflik diawali oleh cara pandang yang eksklusif dan intoleran. Hampir seluruh belahan dunia dihadapkan pada keberagamaan yang sering menimbulkan disharmoni. Doktrin agama yang mengklaim kebenaran tunggal dan membenci mereka yang tidak seiman sering menimbulkan konflik.

Riset PPIM tahun 2020 menggambarkan bahwa narasi paham keagaman didominasi konservatisme dengan 67,2 %; sementara mereka yang moderat hanya 22.20% , diikuti paham Islamis 4,5% dan 6,1% liberal.

Riset serupa di tahun 2017 menemukan 58,50% pandangan radikal di kalangan mahasiswa perguruan tinggi. Sikap radikal ini dikonfirmasi dalam riset tahun 2018 bahwa terdapat pengaruh guru agama 56,90% yang berpandangan intoleran dan bahkan terdapat 46,09% yang memiliki opini radikal. Data ini menunjukkan adanya problem serius dalam keberagamaan yang kita perlu benahi.

Kontekstualisasi Islam

Potret ekslusivisme dan Islamisme dalam beragama dipengaruhi oleh cara pandang penganutnya pada doktrin agama. Ajaran agama sering dilihat dari satu sisi yang menganggap adanya kebenaran tunggal, sementara yang diluar dirinya adalah salah.

Cara pandang ini biasanya diawali dengan melihat makna literal teks agama (religious scripture) sebagai petunjuk untuk hidup di dalam masyarakat. Kelompok literalis ini menafikan penafsiran filosofis dan komprehensif.

Sebab itu, kelompok ini cenderung menganggap pemahamannya yang paling benar. Pada sisi lain, sikap seperti ini juga menghadapkan dirinya eksklusif pada realita yang berbeda saat ini yang tidak ditemukan secara literal pada teks agama. Maka itu terdapat upaya pencarian Islam yang murni (Islam otentik) dengan kembali ke masa Islam klasik, dikenal dengan gerakan salafi.

Merujuk pada contoh salaf dijadikan sebagai model ideal dalam kehidupan. Pola seperti ini akhirnya menghadirkan model Islam yang eksklusif dan menganggap dirinya yang paling genuine dan benar.

Data riset di atas mengkonfirmasi masih kuatnya ciri Islam salafi di masyarakat. Secara teologis, pemaknaan teks agama selalu menyajikan multitafsir yang dipengaruhi oleh perspektif yang digunakan. Namun secara alamiah keber-Islam-an dalam konteks sosial saat ini berbeda dengan di masa awal teks agama diturunkan. Bahkan Rasulullah pembawa risalah agama hadir pada konteks sosial dan budaya yang berbeda. Yang tetap ada yaitu nilai-nilai atau spirit yang menjadi pilar utama keberislaman. Di sinilah kebutuhan untuk kontekstualisasi Islam menjadi suatu keniscayaan.

Arah kontekstualisasi Islam dimaksudkan untuk menyegarkan kehadiran ajaran Islam masa awal yang mampu merespons modernitas, sehingga agama tidak dianggap sebagai candu (Marx: 1844, Die Religion….ist die Opium des Volkes), agama menjadi candu bagi rakyat. Sebaliknya, agama menjadi penyangga kemanusiaan yang menjiwai sistem kehidupan masyarakat. Di sinilah letak Islam humanis yang seyogyanya menjadi arah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Posisi Islam humanis ini searah dengan agenda keberagamaan yang digagas oleh kementrian agama (2020-2024) yaitu pengarusutamaan moderasi beragama yang berakar pada lima aspek: mengembangkan cara pandang, sikap, dan praktik keagamaan jalan tengah (wasathiyah), membangun perdamaian, menghargai kemajemukan, menghormati harkat martabat kemanusiaan laki-laki dan perempuan, menjunjung tinggi keadaban mulia, dan memajukan kehidupan umat manusia yang diwujudkan dalam sikap hidup amanah, adil, toleran, kasih sayang terhadap umat manusia tanpa diskriminasi, serta menghormati kemajemukan.

Rejuvenasi ‘civil Islam’

Dalam memperkuat kebangsaan rejuvenasi ‘civil Islam’ adalah konsep yang relevan bagi keberagamaan di Indonesia. ‘Civil Islam’ yang dipaparkan oleh Robert W Hefner (2000), menjelmakan Islam yang toleran, pluralis, demokratis, inklusif, humanis, pro-perubahan sosial, berprinsip pada kesetaraan gender, serta menjunjung tinggi nilai-nilai “keadaban” (civility). Robert W Hefner (2000) dalam bukunya, ‘Civil Islam: Muslims and Democratizations in Indonesia’ menjelaskan bahwa proses demokratisasi dan ide-ide tentang demokrasi, civil society, civic pluralism, civil liberties, bisa hadir di negara-negara mayoritas berpenduduk Muslim. Klaim seperti ini tentu tidak bisa muncul dari ruang kosong. Civil Islam bisa hadir jika inkubasi keber-Islam-an yang inklusif, humanis dan, kontekstual menjadi pembiasaan di masyarakat. Maka pemahaman Islam inklusif, moderat, dan humanis adalah kunci penting jargon civil Islam.

Anti-tesis civil Islam, meminjam istilah Hefner, berarti melawan kehadiran ‘uncivil Islam’, yaitu jenis atau varian keislaman yang ekstrem, intoleran, konservatif, radikal, militan, puritan, misoginis, anti demokrasi, kontra-kemajemukan atau pluralitas, eksklusif, inward looking, anti-perubahan, serta menggunakan cara-cara kekerasan. Singkatnya, ‘uncivil Islam’ adalah ‘Islam yang tidak berkeadaban’. Islam model ini terkonstruksi oleh pemahaman yang eksklusif dan a-historis. Kebenaran agama biasanya dipahami dengan hanya memperhatikan narasi literal teks. Sementara konteks sosial dan budaya yang mengitari kehadiran teks diabaikan. Pada sisi lain, doktrin agama juga digunakan sebagai kepentingan mainstreaming ideologi aliran yang dianutnya. Sebab itu, muncullah kemudian Islam politik yang menonjolkan kekerasan dan intoleran.

Reformasi pendidikan Islam

Pilar utama pemahaman keagamaan berada pada sistem pendidikan agama dan sebaran paham yang ada di masyarakat. Posisi ini sangat strategis hadir di Kementrian Agama. Instrumen ini penting karena Kementrian Agama mengelola sistem pendidikan agama formal seperti madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi. Di samping itu, unsur keberagamaan juga ada pada bimbingan masyarakat dan keagamaan dari agama-agama, seperti Islam, Katholik, Kristen, Hindu dan Budha. Artinya, agenda keberagamaan akan beririsan dengan bagaimana konstruksi sosial keberagamaan dikelola. Paling tidak ada beberapa langkah Kementrian Agama memperkuat civil islam.

Pertama, penguatan keagamaan humanis. Program ini dilakukan dengan menyegarkan kembali pemahaman tokoh agama, guru, dan akademisi bagaimana ajaran Islam dan agama lainnya adalah sebagai penyangga kedamaian. Hal ini dilakukan dengan cara kontekstualisasi norma agama masa klasik diadaptasikan pada masa kini. Tujuan beragama untuk penguatan kasih sayang adalah jargon penting yang menjadi agenda utama.

Kedua, penguatan sumber daya manusia (SDM) yang memahami agama Islam inklusif. Pendekatan ini harus menjadi agenda pada tiap level lembaga pendidikan (formal dan non-formal) dan lembaga sosial masyarakat. Islam inklusif dimaksudkan untuk memperkuat civil Islam sehingga menghadirkan suasana kedamaian dan toleran di masyarakat.

Ketiga, kolaborasi penguatan Islam moderat di lingkungan kementrian pendidikan dan kebudayaan. Pendekatan ini memperkuat keber-Islam-an sivitas akademika dari tingkat TK, SD,SMP, SMU dan PT. Upaya ini akan menjadi bagian dari penguatan civil islam humanis, toleran dan inklusif sehingga mampu memperkokoh Pancasila dan NKRI.

Prof Asep Saepudin Jahar PhD, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dikutip dari detik.com, Rabu 26 Oktober 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Itu Kartu Hayya, Mengapa Anda Membutuhkannya Untuk Piala Dunia 2022?

Next Post

Eropa Dalam Gejolak Ekonomi, Polisi Prancis Bentrok Dengan Pemrotes

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Eropa Dalam Gejolak Ekonomi, Polisi Prancis Bentrok Dengan Pemrotes

Eropa Dalam Gejolak Ekonomi, Polisi Prancis Bentrok Dengan Pemrotes

“Revolusi Biru”: Bagaimana Budidaya Rumput Laut Baik Untuk Kita Dan Planet ini

"Revolusi Biru": Bagaimana Budidaya Rumput Laut Baik Untuk Kita Dan Planet ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist