• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Resesi Sex Mengancam Keberadaan Negara Jepang dan Korea

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
November 28, 2022
in Feature
0
Resesi Sex Mengancam Keberadaan Negara Jepang dan Korea
Share on FacebookShare on Twitter

Berbeda dengan budaya di Indonesia, justru rizki itu, diyakini akan bertambah ketika sudah menikah. Tetapi salah satu faktor, mengapa lelaki Jepang menunda pernikahan, atau bahkan tidak berani untuk menikah, karena alasan penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi keperluan dirinya sendiri.

Gejala diseluruh dunia, kaum muda dalam melakukan hubungan seks lebih sedikit daripada generasi sebelumnya. Lini terdepan dari apa yang disebut “resesi seks” global adalah Jepang, yang memiliki salah satu tingkat kesuburan terendah di muka Bumi, dan ini bisa menjadi peringatan bagi negara-negara industri lainnya.

Shota Suzuki bekerja sebagai penjaga gedung di Tokyo. Sepulang kerja, ia suka nongkrong di daerah yang terkenal dengan anime dan manga bersama teman-temannya. Tapi di usia 28 tahun, Suzuki belum pernah menjalin hubungan romantis, dan dia pesimis akan pernah melakukannya. “Ya, saya masih perjaka,” katanya kepada CBS News. “Saya ingin menikah, tetapi saya tidak dapat menemukan pasangan.”

The Guardian mengurai penyebab Jepang dan Korsel alami resesi seks 19/11/2022.  Saat ini wanita Jepang semakin enggan untuk menikah dan memiliki anak. Menurut mereka, menikah dan memiliki anak berakibat beban biaya hidup semakin bertambah banyak. Tetapi khusus bagi wanita, di Jepang pengaruh gender konservatif, yang mewajibkan banyak wanita untuk berhenti bekerja, saat mereka hamil dan memikul beban pekerjaan rumah tangga dan tugas mengasuh anak.

Seorang peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Tokyo, menyampaikan hasil penelitianya mengenai keperawanan di Jepang. Bagaimana Jepang dibandingkan dengan Amerika, untuk angka-angka tersebut, ditemui sebagai yang tertinggi yang pernah tercatat di negara berpenghasilan tinggi itu.  

Jepang sudah mengalami penurunan populasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ancaman resesi seks  sebagai  berita buruk. Jika tren terus seperti itu, maka penduduk Jepang akan runtuh mulai pada setengah abad berikutnya.

Sebuah tinjauan Survei Kesuburan Nasional Jepang mengungkapkan keperawanan sedang meningkat; satu dari setiap 10 pria Jepang berusia 30-an masih perawan. Itu menempatkan tingkat keperawanan Jepang jauh di depan negara-negara industri lainnya.

“Sebagian besar dari orang-orang ini tidak dapat menemukan pasangan di pasar,” Peter Ueda, seorang peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Tokyo, mengatakan kepada CBS News. Dia membunyikan alarm tentang tingkat keperawanan Jepang yang melonjak, yang menurutnya adalah, “sebenarnya yang tertinggi yang pernah tercatat di negara berpenghasilan tinggi.”

Angka-angka lain terlihat menghawatirkan banyak kalangan di Jepang. Pada tahun 2021, jumlah kelahiran di Jepang mencapai 811.604, angka ini terendah sejak pencatatan pertama kali dilakukan pada tahun 1899.

“Dulu saya berpikir saya akan menikah pada usia 25 tahun dan jadi seorang ibu pada usia 27 tahun,” kata Nao Iwai, seorang mahasiswa di Tokyo. “Tetapi ketika saya melihat kakak perempuan tertua saya, yang memiliki anak perempuan berusia dua tahun, saya takut memiliki anak,” kata dia. Iwai mengatakan, jika memiliki anak di Jepang, dan suami bekerja, maka ibu diharapkan berhenti dari pekerjaannya dan beralih menjadi ibu rumah tangga untuk menjaga anak. “Saya hanya merasa sulit untuk membesarkan anak, secara finansial, mental dan fisik,” ujar Iwai.

Naohiro Yashiro, Profesor Showa Women’s University, mengatakan, kemungkinan faktor keengganan wanita Jepang untuk menikah adalah meningkatnya biaya pernikahan.  Menurutnya, dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, lebih banyak perempuan muda yang memiliki upah yang sama dengan laki-laki. Sehingga rata-rata masa pencarian pasangan mereka lebih lama.

Saat ini, rata-rata usia perkawinan pertama bagi perempuan adalah 29 tahun, jauh melampaui masa menikah di tahun 1980-an yakni 25 tahun, di mana saat itu sebagian besar perempuan hanya lulusan SMA.  

Resesi seks juga terjadi di Korea Selatan. Penduduk Korsel memiliki tingkat kesuburan terendah. Populasi berusia tua membesar, seperti kasus di Jepang saat ini. Choi Jung-hee,  seorang pekerja kantoran yang baru menikah, berencana tidak ingin punya anak. Ia mengatakan, kebahagian kehidupan rumah tangganya hanya dirinya dan suaminya saja sudah cukup.

“Kami menginginkan kehidupan yang menyenangkan bersama, dan sementara orang mengatakan memiliki anak dapat memberi kami kebahagiaan, itu juga berarti harus banyak menyerah,” ujar Jung-hee.

Tahun 2021, jumlah pernikahan di Korsel mencapai titik terendah sepanjang masa yaitu 193.000, di negara di mana separuh penduduknya sekarang percaya bahwa pernikahan bukanlah suatu keharusan. Kebanyakan wanita dewasa memprioritaskan kebebasan pribadi dan dengan sengaja mengesampingkan pernikahan sama sekali.

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah organisasi antar pemerintah dengan 38 negara anggota, didirikan pada tahun 1961 untuk mendorong kemajuan ekonomi dan perdagangan dunia. Di antara negara-negara OECD, Korea Selatan memiliki salah satu tingkat kepuasan hidup terendah, dan tingkat bunuh diri tertinggi. “Orang akan mulai memiliki anak hanya ketika kita menciptakan masyarakat di mana anak-anak tumbuh lebih bahagia dari kita,” kata Jung-hee.

Resesi seks Jepang, dipicu oleh persoalan dasar yaitu keuangan. Pria yang memiliki pekerjaan tetap dan mereka yang bekerja paruh waktu, atau empat kali lebih memungkinkan tidak berpengalaman secara seksual di usia, 25 hingga 39 tahun. Kemudian mereka yang menganggur, menjadi delapan kali.

Shota Suzuki mengatakan dia merasa dirugikan dengan situasi Pasar Kawin ini. Saya tidak menghasilkan cukup uang untuk menikah, hanya cukup untuk menghidupi diri sendiri. Teman-teman saya banyak yang senasib berada di perahu yang sama.

“Saya tidak menghasilkan cukup uang untuk menikah, hanya cukup untuk menghidupi diri saya sendiri,” katanya. “Teman-temanku ada di perahu yang sama.”

Para peneliti telah memperingatkan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi di Jepang, dan AS bisa menjadi yang berikutnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anwar Ibrahim, The Lion of Malays

Next Post

Breaking News: Komisi I DPR Sebut KSAL Calon Kuat Panglima TNI

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Breaking News: Komisi I DPR Sebut KSAL Calon Kuat Panglima TNI

Breaking News: Komisi I DPR Sebut KSAL Calon Kuat Panglima TNI

Polri Sebut Heli P1103 Jatuh karena Cuaca di Perairan Manggar, Kok Bisa?

Polri Sebut Heli P1103 Jatuh karena Cuaca di Perairan Manggar, Kok Bisa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist