• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

REVITALISASI BULOG & SWASEMBADA PANGAN

by
December 25, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
“DEMURRAGE” BERAS BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Dalam beberapa waktu belakangan, istilah “swasembada pangan” kembali ramai dibincangkan. Mulai dari Kepala Negara hingga Kepala Desa, tampak hangat membahasnya. Apakah jika tidak dijadikan program prioritas Presiden Prabowo beserta Kabinet Merah Putihnya, orang-orang akan membahas swasembada pangan seinten sekarang ?

Ah, rasanya tidak ! Swasembada pangan sendiri, bukanlah hal baru dalam melakoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Swasembada pangan, ibarat lagu lawas yang diputar ulang. Ada yang suka dan ada yang tidak. Hal ini lumrah terjadi, karena beda generasi, pasti akan beda selera. Generasi Kolonial, tentu sangat jauh perbedaannya dengan yang disebut dengan Generasi Milenial.

Sejak 20 tahun lalu, orang-orang sudah jarang membincangkan istilah swasembada pangan. Saat itu, orang-orang tampak senang bicara soal Ketahansn Pangan. Swasembada pangan dinilai sudah selesai, dan diawal era reformasi, kita dihangatkan dengan kebijakan dan program pencapaian ketahanan pangan dan kemandirian pangan.

Dalam 10 tahun terakhir, isu pembangunan pangan di negeri ini, mulai bergeser ke soal Kedaulatan Pangan. Sayang, jika kita ikuti perkembangannya, baik ketahanan pangan maupun kedaulatan pangan, hingga kini masih belum dapat kita buktikan, mengingat “syarat utama” nya belum dipenuhi. Apa sih yang dimaksud dengan syarat utamanya itu ?

Jujur kita akui, ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan akan dapat diwujudkan, sekiranya kita sudah mampu menggapai swasembada pangan. Tanpa swasembada pangan, tidak akan ada ketahanan pangan atau kedaulatan pangan. Itu sebabnya, sudah cukup tepat dan masuk akal sehat, jika Presiden Prabowo kembali mengangkat isu swasembada pangan lagi.
Sejak Indonesia Merdeka lebih dari 79 tahun, belum pernah sekalipun bangsa ini meraih swasembada pangan. Yang baru bisa kita capai adalah swasembada beras. Itu pun sifatnya “on trend”. Artinya, kadang swasembada, kadang juga tidak. Tergantung situasi dan kondisinya. Padahal yang mesti kita kejar adalah swasembada beras berkelanjutan.

Swasembada Pangan beda dengan Swasembada Beras. Swasembada pangan secara matematik adalah perjumlahan dari swasembada-swasembada jenis bahan pangan yang cukup strategis bagi kehidupan. Sebut saha beras, jagung, kedelai, daging sapi, gula pasir, bawang putih dan lain sebagainya. Jenis bahan pangan diatas, masih kita impor untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Memaknai swasembada pangan seperti itu, sangat tidak realistis, bila dalam 3 tahun ke depan kita ingin mencapai swasembada pangan. Jangankan swasembada pangan, meraih kembali swasembada beras pun, kini kita dihadapkan pada beragam tantangan dan rintangan yang cukup berat. Terlebih jika ingin mewujudkan swasembada berkelanjutan.

Belum lagi yang disebut dengan swasembada kedelai, swasembada dagung sapi dan swasembada bawang putih, yang tanamannya hanya tumbuh baik di negara sub-tropik. Atas gambaran seperti ini, tentu akan lebih realistik, jika kalimat utamanya kita tambahkan dengan kalimat “utamanya beras”. Jadi, kalimatnya : “Pencapaian Swasembada Pangan, Utamanya Beras”.

Mengejar swasembada beras dalam 3 tahun ke depan, tentu cukup realistis. Hanya penting jadi catatan, swasembada beras yang kita raih, bukan hanya sekedar menggenjot produksi setinggi-tingginya, namun juga harus dibarengi dengan semakin membaiknya kesejahteraan dan kemakmuran para petani padinya. Ini yang harus kita wujudkan.

Semangatnya harus digeser menjadi “swasembada beras yang mensejahterakan petani padi”. Artinya, sangat nenyakitkan jika produksi beras melimpah ruah, namun sebesar 47,94 % (data Badan Pusat Statistik) yang terkategorikan kemiskinan ekstrim, berasal dari sektor pertanian. Siapa lagi mereka itu, bila bukan petani gurem dan petani buruh.

Itu sebabnya, kita tentu sangat mendukung kebijakan Pemerintah yang ingin “membebaskan” Perum Bulog dari statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ini penting. Sebab, yang namanya Bulog sebagai lembaga parastatal, seharusnya menjadi “lembaga negara” yang lebih memperhatikan kebutuhan dan tuntutan petani, bukan jadi perusahaan plat merah. Revitalisasi Bulog mutlak digarap.

Kata kunci swasembada pangan adalah produksi pangan yang berlimpah. Kata kunci kesejahteraan petani terjadinya peningkatan pendapatan petani. Naiknya produksi pangan yang cukup signifikan, tidak otomatis mendongkrak kesejahteraan petani. Banyak faktor yang membuat petani sejahtera. Salah satunya, faktor harga jual di tingkat petani.

Fakta di lapangan, petani tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam menentukan harga jual dari komoditas yang dipanennya. Bandar dan tengkulaklah yang paling menentukan harga. Pengalaman nembuktikan, jarang para bandar atau tengkulak yang mau berbagi keuntungan dengan petani. Mereka cenderung akan mengambil untung sebesar-besarnya.

Adanya kemauan.politik Pemerintah untuk menjadiksn Bulog sebagai “offtaker” yang membeli gabah dan beras petani misalnya, dimaksudkan agar petani dapat menjual hasil panen nya dengan angka yang wajar. Bulog adalah sahabat sejati petani. Bulog pasti akan memberi perlindungan dan pembelaan, sekuranya ada oknum yang ingin memarginalkan kehidupannya.(PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK: Hasto Arahkan Harun Masiku Hilangkan Jejak dan Kabur

Next Post

Penanganan Perkara oleh Polri Penuh Tipu-tipu, di Mabes Lebih Parah

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang
Kecelakaan

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Next Post
Penanganan Perkara oleh Polri Penuh Tipu-tipu, di Mabes Lebih Parah

Penanganan Perkara oleh Polri Penuh Tipu-tipu, di Mabes Lebih Parah

Ribuan Banser Dikerahkan Amankan Natal 2024

Ribuan Banser Dikerahkan Amankan Natal 2024

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...