• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Revolusi Diam: Parpol dan Strategi Sunyi dalam Pusaran Skandal Ijazah Jokowi dan Isu Impeachment Gibran

Ali Syarief by Ali Syarief
May 30, 2025
in Feature, Politik
0
TPN Ganjar -Mahfud, Gelar Rapat Pembahasan Strategi Mengalahkan Kompetitor
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah riuh-rendah opini publik mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo dan isu pemakzulan terhadap Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, partai-partai politik Indonesia justru tampil dalam diam yang mencolok. Tidak ada satu pun partai besar yang menyatakan sikap tegas, baik mendukung maupun menolak. Mereka seolah bersatu dalam strategi membisu. Sebuah konsensus tanpa kata, setuju tanpa suara. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa partai politik memilih strategi sunyi di saat badai tengah mengamuk?

Politik sebagai Seni Membaca Angin

Dalam politik elektoral, diam bukan berarti tidak tahu, melainkan menunggu arah angin. Menurut teori rational choice dalam ilmu politik, aktor politik bertindak berdasarkan kalkulasi rasional demi memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Dalam konteks ini, membisu adalah keputusan strategis. Ketika opini publik masih bergerak dinamis, dan kekuasaan lama belum sepenuhnya redup, mengambil sikap tegas adalah pertaruhan yang terlalu mahal.

Banyak partai tahu, bahwa ada bara yang tersembunyi di balik skandal ijazah Jokowi dan isu konstitusional yang melibatkan Gibran. Tapi mereka menimbang: siapa yang akan terbakar lebih dulu jika bara itu disulut? Maka diam menjadi pilihan aman. Sikap yang dalam istilah Gramsci bisa dianggap sebagai passive revolution, yakni perubahan sosial-politik yang dikendalikan dari atas melalui konsensus elite, bukan desakan dari bawah.

Strategi Bisu: Taktik Menunggangi Ombak

Dalam dunia perpolitikan modern, opini publik bukan hanya target, tetapi juga kompas. Banyak elite parpol memantau percakapan publik melalui media sosial, survei, bahkan bisik-bisik dalam kelompok kecil. Dalam kerangka agenda-setting theory, publik sebenarnya digiring untuk membicarakan apa yang media (dan elite) izinkan. Tapi ketika wacana seperti skandal ijazah dan impeachment muncul dari luar kendali mereka—seperti dari aktivis independen, LSM, atau akademisi luar sistem—reaksi partai menjadi lebih waspada.

Setuju tapi diam. Itu kesimpulan paling mungkin untuk menjelaskan sikap mereka. Bukan karena mereka percaya Jokowi benar-benar bersih, atau Gibran tak bersalah secara etika dan konstitusional. Tetapi karena mereka sedang menunggangi arus opini. Siapa yang lebih dulu bersuara, bisa saja diseret ke pusaran politik, dijadikan sasaran balik oleh rezim, atau kehilangan dukungan pemilih yang masih abu-abu.

Demokrasi yang Disandera Ketakutan

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa demokrasi kita sedang mengalami penyanderaan. Ketika partai—yang seharusnya menjadi kanal aspirasi dan kontrol kekuasaan—lebih takut pada kekuasaan daripada membela kebenaran, maka terjadi pembusukan fungsi institusional. Dalam teori sistem politik Easton, input masyarakat harus diolah dan diteruskan dalam bentuk kebijakan atau sikap politik oleh lembaga formal seperti parpol. Tapi jika input itu diblokir atau diabaikan, maka sistem kehilangan legitimasi.

Lebih dari itu, keberpihakan diam ini juga menandakan bahwa partai tidak lagi menjadi pelopor moral atau intelektual bangsa, melainkan sekadar operator kepentingan elektoral. Mereka membaca rakyat seperti membaca peta suara: bukan sebagai manusia yang butuh keadilan, tapi sebagai angka yang bisa dimanipulasi.

Ketakutan akan Balas Dendam

Tak dapat diabaikan pula bahwa diamnya partai politik bisa disebabkan oleh kekhawatiran akan balas dendam politik. Jokowi masih punya cengkeraman kuat atas aparat birokrasi, aparat hukum, dan sumber daya politik lainnya. Gibran akan segera berada di jantung kekuasaan. Siapa pun yang frontal menyerang saat ini bisa dengan mudah dijadikan musuh negara. Dalam iklim demokrasi yang sehat, seharusnya oposisi tak perlu takut. Tapi Indonesia kini tengah mengalami chilling effect, di mana kritik dibungkam bukan melalui larangan resmi, tapi melalui atmosfer intimidatif yang menakutkan.

Parpol dalam Perang Dingin Politik

Jadi, saat publik bertanya-tanya: “Mengapa partai-partai politik diam seribu bahasa?” Jawaban paling jujurnya mungkin adalah: mereka sedang mempersiapkan medan perang baru. Mereka diam bukan karena tak tahu, tapi karena sedang menyusun ulang posisi. Mereka membaca, mengukur, dan menghitung. Dalam game theory, ini disebut sebagai strategi wait and see. Jika publik terus mendesak, dan legitimasi Jokowi atau Gibran semakin tergerus, mereka akan muncul sebagai pahlawan. Tapi jika badai ini reda, mereka tak akan kehilangan apa-apa.

Namun, pertanyaan mendasarnya tetap menggantung: sampai kapan strategi diam ini bisa bertahan? Dalam politik, waktu adalah musuh. Dan publik yang dikhianati tak akan selamanya tinggal diam.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rumah Stafsus Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Digeledah Kejagung

Next Post

Ijazah Jokowi: Antara Legalitas, Moralitas, dan Kebenaran Hakiki

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Ijazah Jokowi: Antara Legalitas, Moralitas, dan Kebenaran Hakiki

Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak Bogor Mulai Pagi Ini

Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak Bogor Mulai Pagi Ini

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist