• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Saat Garuda Menyambar Samurai: Kenangan Kemenangan 7-0 atas Jepang

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2025
in Feature, Sport
0
Saat Garuda Menyambar Samurai: Kenangan Kemenangan 7-0 atas Jepang
Share on FacebookShare on Twitter

Dari catatan kami, Indonesia pernah menggilas Jepang dengan skor telak 7-0. Tahun 1968, Garuda belum sekadar simbol—ia benar-benar terbang tinggi.

Oleh redaksi Fusilatnews, pertandingan itu seperti dongeng yang sulit dipercaya di zaman kini. Di tengah hiruk-pikuk sepak bola modern, dengan Jepang menjelma kekuatan Asia, siapa sangka bahwa setengah abad silam, mereka pernah pulang tertunduk dari lapangan karena digulung habis oleh kesebelasan Indonesia?

Tanggalnya: 26 Mei 1968. Tempatnya: Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu, stadion belum menjelma arena pertunjukan komersial, tetapi altar nasionalisme. Di sanalah tim nasional Indonesia melumat tim Jepang dengan skor mencengangkan: 7-0. Ya, tujuh gol tanpa balas. Kemenangan ini tercatat dalam sejarah sebagai salah satu skor terbesar Indonesia atas negara non-Asia Tenggara, dan menjadi momok yang tak mudah dilupakan—bagi Jepang maupun Indonesia.

Pencetak golnya? Nama-nama yang kini hanya menjadi legenda dalam lembaran arsip. Suhud Siregar, Jacob Sihasale, Iswadi Idris, dan Tan Liong Houw adalah di antara mereka yang hari itu menjelma algojo untuk sang Samurai Biru. Pelatih tim nasional saat itu adalah pelatih Belanda, Tony Pogacnik, yang membawa filosofi sepak bola disiplin dan kolektif kepada para pemain Indonesia—sesuatu yang Jepang sendiri tengah coba bangun kala itu.

Pertandingan tersebut bukan sekadar kemenangan di atas kertas. Ia adalah simbol superioritas Indonesia di pentas sepak bola Asia. Jepang, yang kini langganan Piala Dunia dan mencetak bintang di liga-liga Eropa, pada masa itu adalah kesebelasan yang masih belajar berjalan. Indonesia, sebaliknya, adalah raksasa yang belum menyadari betapa cepat dunia bisa berubah arah.

Sejak itu, peruntungan kedua negara berbeda jalan. Jepang berbenah, merombak sistem sepak bolanya dari akar: pendidikan pemain usia dini, pengembangan liga profesional, dan investasi jangka panjang. Mereka belajar dari kekalahan. Sedangkan Indonesia, pelan-pelan tergelincir ke dalam kubangan konflik internal, politik pengurus, dan liga yang lebih sering gaduh daripada produktif.

Kini, lebih dari 50 tahun setelah kemenangan itu, Jepang melenggang di panggung dunia, sementara Indonesia masih berjuang keluar dari lubang purba—berharap setiap generasi baru adalah generasi emas.

Tapi sejarah tak bisa dihapus. Skor 7-0 itu masih tercetak jelas dalam catatan FIFA dan ingatan para saksi. Ia menjadi pengingat, bahwa Garuda pernah terbang lebih tinggi dari Samurai.

Yang tinggal adalah pertanyaan: bisakah kita melakukannya lagi?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menanti BPN: Janji Fiskal Prabowo di Persimpangan Jalan

Next Post

“DOM Kok Sepuluh Tahun” — Suara yang Menembus Kabut Kekuasaan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
“DOM Kok Sepuluh Tahun” — Suara yang Menembus Kabut Kekuasaan

"DOM Kok Sepuluh Tahun" — Suara yang Menembus Kabut Kekuasaan

AIR INDIA JATUH DI AHMEDABAD, RATUSAN DIDUGA TEWAS

AIR INDIA JATUH DI AHMEDABAD, RATUSAN DIDUGA TEWAS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist