• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

“DOM Kok Sepuluh Tahun” — Suara yang Menembus Kabut Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2025
in Crime, Feature, Sejarah
0
“DOM Kok Sepuluh Tahun” — Suara yang Menembus Kabut Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – “DOM kok sepuluh tahun,” begitu kalimat pendek yang meluncur dari mulut Mayor Jenderal (Purn.) Mursyid, suatu hari. Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan letupan besar, seperti granat yang dilempar pelan ke panggung sejarah Indonesia. Diucapkan bukan oleh aktivis LSM, bukan pula oleh mahasiswa pengunjuk rasa, melainkan oleh seorang perwira tinggi Angkatan Darat, yang kesetiaannya pada republik tak pernah diragukan: kesayangan Bung Karno, pernah menjabat Duta Besar RI untuk Filipina, dan seorang prajurit tulen yang lebih mencintai bangsa daripada jabatan.

Pensiun Mursyid sempat dihentikan oleh Orde Baru—istilah resminya “distop”, bahasa kasarnya: disingkirkan. Sebabnya? Mungkin karena terlalu jujur, atau terlalu lurus dalam sistem yang menuntut kelenturan pada kemauan penguasa. Tapi sejarah masih menyisakan ruang untuk keadilan: Jenderal Rudini, ketika menjabat sebagai KSAD, memulihkannya. Sebuah pengakuan diam-diam bahwa republik ini masih memiliki segelintir perwira yang mendengar kata hati.

Ketika Daerah Operasi Militer (DOM) ditetapkan di Aceh pada 1989, tujuannya jelas di atas kertas: menumpas separatisme Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tapi Mayjen Mursyid melihat sesuatu yang lebih dalam dari sekadar operasi militer. Ia tahu, dan ia paham betul: tidak semua konflik bisa diselesaikan dengan senjata. Dan lebih dari itu—tidak semua “musuh negara” benar-benar musuh rakyat.

Sepuluh tahun DOM. Itu bukan angka kecil. Itu adalah satu dekade ketakutan, penghilangan paksa, penyiksaan, dan trauma kolektif. Itu bukan sekadar strategi keamanan—melainkan kegagalan negara memahami warganya sendiri. Dalam satu kalimat pendek—“DOM kok sepuluh tahun”—Mursyid menyuarakan kejanggalan itu. Ia tidak berteriak, tidak menggalang demonstrasi, tapi ia mengirimkan sinyal tajam kepada republik: bahwa logika militer pun punya batas ketika berhadapan dengan martabat manusia.

Aceh, seperti yang kita tahu, tidak hancur karena GAM. Aceh hancur karena Jakarta gagal mendengar. Justru setelah DOM dicabut dan tsunami meluluhlantakkan tanah rencong, suara rakyat Aceh didengar lebih jernih. Maka lahirlah kompromi: Aceh menjadi Nanggroe Aceh Darussalam, otonomi khusus diberikan, dan wilayah itu pelan-pelan membangun kembali jati dirinya—bukan sebagai provinsi pembangkang, tapi sebagai bagian dari republik yang pernah disakiti.

Ironi sejarah: senjata gagal, dialog menang. Dan Mursyid, mungkin tak hadir dalam perjanjian damai Helsinki, tapi suaranya—yang sempat dianggap pelan dan sepi—menjadi gema jauh hari sebelum negeri ini belajar berdamai dengan dirinya sendiri.

“DOM kok sepuluh tahun.”
Kalimat itu kini bisa dibaca sebagai epitaf dari seorang prajurit yang lebih memilih nurani ketimbang kuasa. Dalam sejarah Indonesia yang sering menyimpan keberanian di bawah karpet kekuasaan, Mursyid berdiri tegak sebagai suara kecil yang tak pernah padam. Kita tak sedang memuja, kita sedang mengingat: bahwa kadang, yang menyelamatkan republik bukanlah kekuatan, melainkan kejujuran.

Dan itu, hingga kini, masih jadi barang langka di republik ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saat Garuda Menyambar Samurai: Kenangan Kemenangan 7-0 atas Jepang

Next Post

AIR INDIA JATUH DI AHMEDABAD, RATUSAN DIDUGA TEWAS

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!
Feature

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026
Feature

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Next Post
AIR INDIA JATUH DI AHMEDABAD, RATUSAN DIDUGA TEWAS

AIR INDIA JATUH DI AHMEDABAD, RATUSAN DIDUGA TEWAS

Kiamat : Dari Panggung ke Hanggar: Apakah Giring Obat atau Beban GMFI?

Kiamat : Dari Panggung ke Hanggar: Apakah Giring Obat atau Beban GMFI?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist