• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 26, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?
Share on FacebookShare on Twitter

Safari politik Joko Widodo ke berbagai daerah untuk mengonsolidasikan dukungan terhadap PSI menimbulkan satu pertanyaan mendasar: untuk apa semua itu dilakukan?

Sulit menjawab bahwa motifnya adalah ekonomi. Setelah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama dua periode, tidak masuk akal bila perjuangan politik tersebut semata-mata demi mencari penghidupan. Dari sisi materi, publik tentu berasumsi bahwa Jokowi telah menikmati seluruh fasilitas dan kehormatan yang melekat pada jabatan presiden.

Kalau begitu, apakah semua ini demi membangun karier politik anak-anaknya?

Pertanyaan berikutnya justru lebih menarik. Untuk apa?

Jika orientasinya adalah menyiapkan Gibran Rakabuming Raka atau Kaesang Pangarep menjadi pemimpin tertinggi Indonesia di masa depan, maka jalannya tidaklah mudah. Politik demokrasi pada akhirnya bukan hanya soal popularitas atau jaringan kekuasaan, melainkan juga soal kapasitas.

Publik akan menilai kualitas kepemimpinan, keluasan wawasan, kemampuan berpikir strategis, rekam jejak, hingga kualitas intelektual. Faktor-faktor tersebut akan menjadi bahan evaluasi yang tak mungkin dihindari dalam kompetisi politik yang semakin terbuka.

Karena itu, safari politik Jokowi lebih mudah dibaca sebagai upaya mempertahankan pengaruh politik keluarga daripada sekadar membangun partai.

Pertanyaan berikutnya adalah: mengapa pengaruh itu harus terus dipertahankan?

Di sinilah muncul berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik. Selama beberapa tahun terakhir, Jokowi menghadapi berbagai tuduhan dan kontroversi, mulai dari polemik mengenai ijazah, tuduhan kebohongan politik, hingga dugaan penyimpangan dan korupsi yang terus menjadi bahan perdebatan. Berbagai tuduhan tersebut masih menjadi kontroversi publik, dan sebagian di antaranya masih diproses atau diperdebatkan tanpa adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahan.

Dalam politik, persepsi sering kali sama pentingnya dengan kenyataan. Seorang mantan penguasa yang kehilangan seluruh pengaruh politik akan lebih rentan menghadapi tekanan dibandingkan dengan mantan penguasa yang masih memiliki jaringan kekuasaan.

Karena itu, mempertahankan posisi keluarga di titik-titik strategis kekuasaan dapat dipandang sebagai salah satu cara untuk menjaga pengaruh politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Semakin besar pengaruh yang dimiliki, semakin besar pula kemampuan membangun loyalitas, mengelola narasi, dan menghadapi berbagai tantangan politik maupun hukum yang mungkin muncul di kemudian hari.

Dari sudut pandang tersebut, keberadaan Gibran sebagai wakil presiden dan dorongan terhadap Kaesang melalui PSI dapat dibaca bukan semata-mata sebagai proyek regenerasi politik, melainkan juga sebagai investasi kekuasaan keluarga.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak pemimpin dunia berusaha meninggalkan dinasti politik. Mereka memahami bahwa kekuasaan yang diwariskan kepada keluarga dapat menjadi benteng perlindungan ketika masa jabatan berakhir.

Apakah Jokowi sedang melakukan hal yang sama?

Jawabannya tentu masih menjadi bahan perdebatan. Namun satu hal sulit disangkal: safari politik ini lebih tampak sebagai upaya mempertahankan pengaruh politik keluarga daripada sekadar membantu sebuah partai politik berkembang.

Dan ketika seorang mantan presiden masih bekerja begitu keras untuk memastikan keluarganya tetap berada di pusat kekuasaan, publik tentu berhak bertanya: apakah yang sedang diperjuangkan benar-benar masa depan bangsa, atau justru masa depan dirinya sendiri?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang
Crime

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

June 26, 2026
Yaqut Dirawat di RS Polri, KPK Pantau Ketat Kondisi Kesehatan Mantan Menteri Agama
Crime

Yaqut Dirawat di RS Polri, KPK Pantau Ketat Kondisi Kesehatan Mantan Menteri Agama

June 26, 2026
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja
Economy

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

June 26, 2026
Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

June 26, 2026
Yaqut Dirawat di RS Polri, KPK Pantau Ketat Kondisi Kesehatan Mantan Menteri Agama

Yaqut Dirawat di RS Polri, KPK Pantau Ketat Kondisi Kesehatan Mantan Menteri Agama

June 26, 2026
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

June 26, 2026
Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

June 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...