Jakarta – FusilatNews.— Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengklaim perusahaan terbesar Rusia yang bergerak di bidang teknologi nuklir, Rosatom, memiliki teknologi apa pun yang dibutuhkan Indonesia, termasuk PLTN.
Rosatom, katanya, memiliki pengalaman membangun lebih dari 20 unit PLTN di berbagai negara di dunia.
Hal itu dikatakan Sergei Tolchenov didampingi Duta Besar Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov dalam konferensi pers di rumah dinas mereka di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Sergei menjelaskan bahwa ada berbagai opsi skema pembiayaan fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan kedua negara, Indonesia dan Rusia.
Kerja Sama Migas
Selain PLTN, Sergei juga memaparkan peluang kerja sama Rusia dan Indonesia dalam urusan minyak dan gas (migas).
Menurut dia, peluang kerja sama minyak dan gas antara Rusia dan Indonesia tetap terbuka, namun realisasinya masih menunggu permintaan konkret dari pihak Indonesia terkait kebutuhan energi yang diperlukan.
Sergei menegaskan Rusia siap membahas berbagai kemungkinan pasokan energi apabila Indonesia telah menyampaikan kebutuhan spesifik, mulai dari jenis minyak mentah, volume yang dibutuhkan, hingga mekanisme pengiriman dan pembayaran.
“Apakah Rusia bisa mengekspor minyak dan gas ke Indonesia? Ya, tentu bisa. Tetapi di mana permintaannya?” tanyanya.
Ia menguraikan, kerja sama minyak dan gas pada dasarnya merupakan transaksi bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B to B), sehingga memerlukan rincian teknis yang jelas sebelum dapat ditindaklanjuti menjadi kontrak komersial.
Namun hingga saat ini, katanya, belum ada informasi mengenai kebutuhan spesifik yang disampaikan pihak Indonesia kepada Rusia.
























