• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Ali Syarief by Ali Syarief
June 26, 2026
in Economy, Feature
0
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Selama bertahun-tahun, banyak orang Indonesia masih memandang Tiongkok dengan kacamata masa lalu. Bayangan tentang negeri dengan pabrik-pabrik murah, produk imitasi, dan kota-kota yang tertinggal masih melekat dalam benak sebagian masyarakat. Padahal, dunia telah berubah. Tiongkok hari ini bukanlah Tiongkok tiga puluh tahun yang lalu.

Siapa pun yang berkunjung ke kota-kota seperti Shenzhen, Shanghai, Hangzhou, atau Beijing akan menyaksikan sebuah lompatan peradaban yang luar biasa. Sistem transportasi modern, kereta cepat yang menghubungkan ribuan kilometer, pembayaran digital yang hampir sepenuhnya menggantikan uang tunai, pelayanan publik berbasis teknologi, hingga kawasan industri berteknologi tinggi menunjukkan bahwa negara itu telah bergerak jauh meninggalkan citra lamanya.

Keberhasilan tersebut tidak terjadi karena orang-orang China dilahirkan lebih cerdas dibandingkan dengan bangsa lain. Tidak ada bukti bahwa tingkat kecerdasan alami mereka lebih tinggi daripada masyarakat Indonesia, Amerika, atau bangsa mana pun. Yang membedakan adalah budaya kerja dan budaya belajar.

Seorang profesor Amerika yang telah puluhan tahun mengajar di berbagai universitas di Amerika Serikat dan Tiongkok pernah mengatakan bahwa mahasiswa China tidak lebih pintar daripada mahasiswa Amerika. Namun mereka bekerja jauh lebih keras. Mereka belajar lebih lama, berlatih lebih disiplin, dan memiliki etos kerja yang luar biasa sejak usia dini. Bahkan dalam dunia profesional, rapat pada Sabtu malam atau Minggu bukanlah sesuatu yang dianggap aneh apabila pekerjaan belum selesai.

Budaya inilah yang sering kali luput dari perhatian kita. Kita terlalu sibuk memperdebatkan siapa yang paling pintar, sementara bangsa lain sibuk memperbaiki kualitas kerja mereka setiap hari.

Bagi Indonesia, pelajaran terbesar dari Tiongkok bukanlah meniru sistem politiknya atau seluruh model pembangunannya. Yang patut dipelajari adalah konsistensi dalam membangun manusia. Negara itu berinvestasi besar pada pendidikan, sains, teknologi, riset, manufaktur, dan infrastruktur secara berkelanjutan selama puluhan tahun. Mereka memiliki arah pembangunan yang relatif konsisten, melampaui pergantian generasi dan kepemimpinan.

Sebaliknya, Indonesia sering kali terjebak dalam siklus yang berulang. Setiap pergantian pemerintahan membawa slogan baru, program baru, bahkan prioritas baru. Banyak proyek dimulai, tetapi tidak sedikit yang berhenti sebelum mencapai hasil optimal. Energi bangsa lebih banyak habis untuk perdebatan politik jangka pendek daripada membangun daya saing jangka panjang.

Padahal, persaingan abad ke-21 bukan lagi sekadar tentang kekayaan sumber daya alam. Yang menentukan kemenangan adalah kualitas sumber daya manusia, kemampuan menguasai teknologi, produktivitas, dan disiplin nasional. Negara yang mampu bekerja lebih efisien, belajar lebih cepat, dan berinovasi lebih konsisten akan menjadi pemenang.

Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang tidak kalah besar. Jumlah penduduk yang produktif, kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang strategis, serta bonus demografi merupakan potensi luar biasa. Namun potensi hanyalah kemungkinan. Ia baru menjadi kekuatan apabila ditopang oleh budaya kerja yang unggul, pendidikan yang bermutu, birokrasi yang efisien, dan kepemimpinan yang mampu membangun visi jangka panjang.

Maka, ketika kita melihat kemajuan Tiongkok, pertanyaan yang seharusnya muncul bukanlah, “Mengapa mereka bisa lebih maju?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apa yang belum kita lakukan?”

Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang merasa paling hebat, melainkan bangsa yang mau belajar dari keberhasilan orang lain tanpa kehilangan jati dirinya. Indonesia tidak harus menjadi China, tetapi Indonesia harus memiliki keberanian untuk membangun budaya disiplin, kerja keras, dan keunggulan yang sama kuatnya.

Karena pada akhirnya, masa depan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh seberapa cerdas rakyatnya, melainkan oleh seberapa serius mereka bekerja untuk mewujudkan cita-citanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua
Feature

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026
Feature

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026
Jokowi – The King Can do No Wrong
Feature

Jokowi – The King Can do No Wrong

June 26, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026
Jokowi – The King Can do No Wrong

Jokowi – The King Can do No Wrong

June 26, 2026

REPUBLIK MADESU (Masa Depan Suram)

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist