• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi – The King Can do No Wrong

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 26, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi – The King Can do No Wrong
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Jangan salahkan Jokowi. Presiden ke-7 RI bernama lengkap Joko Widodo ini nyaris tak pernah merasa bersalah. Mungkin ia punya prinsip, “The king can do no wrong,” yang artinya raja tidak dapat berbuat salah.

Jangan salah, Jokowi pernah “dinobatkan” Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai Raja Jawa.

Ketika banyak orang menuduh Jokowi “aji mumpung”, “kemaruk”, haus takhta dan kuasa, bukan semata-mata salah dia. Salahkan masa kecilnya yang hidup kurang beruntung, lahir dari keluarga sederhana, bahkan rumahnya pun di pinggiran kali. Maka ketika punya kuasa, Jokowi mengalami apa yang dalam teori psikologi disebut sebagai “shock culture” (gegar budaya). Mungkin ia dendam pada masa lalunya.

Ketika ia mencoba mengamendemen Pasal 7 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 demi memperpanjang masa jabatannya hingga tiga periode, bukan semata-mata salahnya. Salahkan fraksi-fraksi di DPR, kecuali PDI Perjuangan yang sempat menyetujui ide Jokowi itu. Amandemen konstitusi merupakan wewenang MPR, gabungan DPR dan DPD.

Ketika Jokowi “nggege mongso” dengan menyodorkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang saat itu baru berusia 36 tahun, sebagai calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2024, bukan semata-mata salah dia. Salahkan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskannya.

Bahwa Ketua MK saat itu dijabat Anwar Usman, adik ipar Jokowi, itu juga bukan salah Presiden yang merupakan lembaga eksekutif. MK adalah lembaga yudikatif, beda ranah dengan eksekutif.

Bahwa Anwar Usman dinyatakan melanggar etika dan dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK, itu juga tidak ada hubungannya dengan Jokowi yang berada di ranah eksekutif. Kata Jokowi sih.

Ketika ijazahnya dituding palsu, itu juga bukan salah Jokowi. Itu urusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menerbitkan ijazah. Apalagi, UGM sudah membantah ijazah Jokowi palsu.

Toh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai dari Solo, Jakarta, hingga pusat tak pernah mempersoalkan ijazah Jokowi saat mendaftar sebagai calon wali kota, calon gubernur atau capres.

Ketika Jokowi menolak menunjukkan ijazahnya kepada publik, itu juga bukan salah wong Solo itu. Sebab, sesuai undang-undang, tugas para penuduhnyalah untuk membuktikan apakah ijazah Jokowi asli atau palsu.

Bahwa Jokowi memidanakan Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma, itu juga bukan salah dia. Salahnya Roy dan Tifa sendiri yang tidak mau minta maaf. Eggi Sudjana, Rismon Sianipar dan Damai Hari Lubis yang mau minta maaf toh diampuni, tidak dipidanakan. Kata Jokowi sih.

Ketika kini hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto dikabarkan retak, itu juga bukan salah Jokowi. Dalam politik tak ada yang abadi. Yang abadi adalah kepentingan.

Bahwa hak politik Jokowi untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sehingga ia merasa perlu blusukan ke daerah-daerah. Dimulai ke Lampung hari ini. Prabowo tak perlu merasa terancam. Kalau merasa terancam, Prabowo blusukan juga dong.

Jangankan dengan Prabowo, dengan Megawati Soekarnoputri saja, Jokowi dengan mudah “say goodbye”. Padahal PDIP-lah yang membesarkan Jokowi.

Bahwa Jokowi diprediksi akan mengajukan Gibran sebagai capres di Pilpres 2029, itu juga hak politiknya. Bukan soal haus takhta dan kuasa. Kata Jokowi sih.

Bahwa Jokowi meninggalkan proyek mangkrak Ibu Kota Negara (IKN) sebagai bom waktu, itu juga bukan salah bekas Gubernur DKI Jakarta itu. Salah DPR mau menyetujuinya. Dan salah Prabowo sendiri mau meneruskannya.

Dus, jangan pernah salahkan Jokowi. Salahkan rakyat yang memilih dia. Kata Jokowi sih!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

REPUBLIK MADESU (Masa Depan Suram)

Next Post

TRILOGI TEODEMOKRASI

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja
Economy

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua
Feature

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026
Feature

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026
Next Post

TRILOGI TEODEMOKRASI

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026
Jokowi – The King Can do No Wrong

Jokowi – The King Can do No Wrong

June 26, 2026

REPUBLIK MADESU (Masa Depan Suram)

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...