• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Ali Syarief by Ali Syarief
June 26, 2026
in Feature, Komunitas, Politik
0
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua
Share on FacebookShare on Twitter

“Arah negara tidak dibawa menuju Indonesia Emas, melainkan menuju Indonesia Bangkrut—bangkrut secara demokrasi, bangkrut secara ekonomi, dan bangkrut secara moral.”
— Seruan mahasiswa dalam aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”.

Kalimat itu bukan sekadar slogan demonstrasi. Ia merupakan pernyataan politik sekaligus peringatan moral dari generasi muda kepada para pemegang kekuasaan. Ketika mahasiswa menyebut Indonesia sedang menuju “kebangkrutan”, yang mereka maksud bukan semata-mata kas negara yang kosong atau defisit anggaran yang membengkak. Yang mereka soroti adalah kebangkrutan yang jauh lebih berbahaya: merosotnya kualitas demokrasi, melemahnya supremasi hukum, dan hilangnya arah penyelenggaraan negara.

Gerakan mahasiswa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” tidak lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh secara organik sebagai respons atas akumulasi kekecewaan terhadap kondisi bangsa. Di tengah tekanan ekonomi, menurunnya daya beli masyarakat, meningkatnya beban fiskal, dan semakin sempitnya ruang kritik, mahasiswa melihat adanya gejala bahwa negara sedang dikelola tanpa visi kenegaraan yang kokoh. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang baru memasuki masa kepemimpinannya, justru menghadapi kritik bahwa ia meneruskan pola konsolidasi kekuasaan yang dinilai telah menggerus kualitas demokrasi sejak periode sebelumnya.

Yang membuat gerakan ini penting adalah substansinya. Mahasiswa tidak hanya mengkritik persoalan ekonomi, tetapi juga mempertanyakan fondasi demokrasi Indonesia. Mereka melihat semakin kaburnya batas antara kepentingan negara dan kepentingan politik penguasa. Mekanisme checks and balances dianggap melemah, oposisi politik semakin mengecil, sementara lembaga-lembaga negara dipersepsikan kehilangan independensi yang semestinya menjadi pilar negara hukum.

Demokrasi sejatinya bukan hanya soal pemilu yang berlangsung lima tahun sekali. Demokrasi adalah jaminan bahwa rakyat dapat mengawasi pemerintah, menyampaikan kritik tanpa intimidasi, dan memperoleh kepastian bahwa hukum ditegakkan secara adil kepada siapa pun. Ketika kritik dipandang sebagai ancaman, ketika suara yang berbeda dicurigai sebagai musuh negara, dan ketika kekuasaan semakin terkonsentrasi pada segelintir elite, maka demokrasi kehilangan ruhnya.

Di bidang ekonomi, kegelisahan mahasiswa juga tidak lahir tanpa alasan. Mereka menyaksikan melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah, terbatasnya lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda, serta ketidakpastian arah kebijakan ekonomi nasional. Di sisi lain, berbagai program strategis pemerintah membutuhkan pembiayaan yang sangat besar, sementara transparansi dan akuntabilitasnya terus dipertanyakan publik. Kekhawatiran bahwa beban tersebut pada akhirnya akan diwariskan kepada generasi mendatang menjadi salah satu sumber keresahan mahasiswa.

Karena itulah mereka mulai menyerukan Reformasi Jilid Kedua. Seruan ini bukanlah ajakan untuk mengganti pemerintahan melalui cara-cara inkonstitusional. Yang mereka tuntut adalah pembaruan menyeluruh terhadap praktik penyelenggaraan negara: mengembalikan supremasi hukum, memperkuat independensi lembaga negara, menghentikan politik transaksional, membuka ruang kritik yang sehat, dan memastikan bahwa kebijakan publik benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Pemerintah tentu dapat saja menganggap aksi mahasiswa sebagai dinamika demokrasi biasa. Namun sejarah Indonesia menunjukkan bahwa setiap kali mahasiswa turun ke jalan secara serentak, mereka sesungguhnya sedang menyampaikan sesuatu yang gagal dibaca oleh elite politik. Tahun 1966 dan 1998 menjadi pengingat bahwa gerakan mahasiswa selalu lahir ketika saluran-saluran demokrasi dianggap tidak lagi efektif menyuarakan aspirasi rakyat.

Karena itu, respons paling bijaksana bukanlah mencurigai atau mendiskreditkan gerakan tersebut. Pemerintah justru perlu menjadikannya sebagai cermin untuk melakukan evaluasi. Kritik yang disampaikan mahasiswa mungkin terdengar keras, tetapi demokrasi memang dibangun di atas keberanian mendengar suara yang tidak menyenangkan.

Indonesia tentu belum bangkrut. Namun sejarah banyak bangsa mengajarkan bahwa kebangkrutan sebuah negara tidak selalu dimulai dari runtuhnya ekonomi. Ia sering kali diawali oleh kemunduran institusi, melemahnya hukum, matinya kritik, dan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya.

Seruan “Menuju Indonesia Bangkrut” pada akhirnya harus dibaca sebagai peringatan, bukan sebagai ramalan. Ia adalah alarm agar bangsa ini tidak terlambat melakukan koreksi. Sebab negara yang kuat bukanlah negara yang mampu membungkam kritik, melainkan negara yang memiliki keberanian untuk mendengarkan kritik, mengakui kekeliruan, dan memperbaiki arah sebelum semuanya benar-benar terlambat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

TRILOGI TEODEMOKRASI

Next Post

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja
Economy

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Feature

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026
Jokowi – The King Can do No Wrong
Feature

Jokowi – The King Can do No Wrong

June 26, 2026
Next Post
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026
Jokowi – The King Can do No Wrong

Jokowi – The King Can do No Wrong

June 26, 2026

REPUBLIK MADESU (Masa Depan Suram)

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...