• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

SAKSI SENYAP DARI SABANG: SIAPA DALANGNYA? “MENCARI OTAK IMPOR BERAS DI TITIK NOL INDONESIA”

fusilat by fusilat
November 28, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Pemerintah Berencana Impor Beras Sebanyak 500 ribu Ton
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA


Sabang bukan hanya pintu paling barat Indonesia—ia adalah titik nol martabat pangan bangsa. Namun ironis, justru di tanah yang seharusnya menjadi benteng kedaulatan, ditemukan 250 ton beras impor ilegal, tersimpan rapi dalam gudang swasta PT Multazam Sabang Group dan kini disegel aparat. Kasus ini bukan sekadar tindak pidana, tetapi tamparan keras bagi ambisi besar Indonesia: berhenti impor beras pada 2025 dan memproklamirkan swasembada 31 Desember 2025.

Istilah dalang impor beras bukan tokoh pewayangan, meski cara kerjanya mirip: beroperasi di belakang layar, menggerakkan aktor-aktor lain, memanfaatkan otoritas, dan mengambil keuntungan di panggung gelap. Dalam konteks Sabang, dalang itu bisa berwujud:

  • Pengusaha pemilik perusahaan yang merancang pola impor dan distribusi,

  • Pejabat atau petugas pemerintah yang mulutnya bicara nasionalisme, tapi tangannya membuka kontainer gelap,

  • Sindikat kriminal yang memainkan jalur tikus perdagangan lintas negara,

  • bahkan mereka yang memakai dokumen palsu, suap, atau celah pengawasan sebagai “naskah skenario”.

Mereka bukan sekadar pelaku—mereka adalah pengkhianat pangan, figur yang, menurut banyak pihak, telah kehilangan denyut nasionalisme dan patriotisme.

Kenapa Sabang? Kenapa ilegal?

Jawabannya sederhana, namun pahit:

  1. Keuntungan ekonomi menggiurkan – Beras selundupan itu dijual Rp9.800–Rp11.000/kg, lebih murah dari lokal Rp12.500–Rp13.500/kg. Selisih harganya adalah margin gelap, ladang emas bagi mafia, namun lubang neraka bagi petani.

  2. Klaim stok nasional aman – Pemerintah menyatakan stok 4 juta ton, bahkan 4 juta ton lebih. Jika benar, lalu impor ini atas perintah siapa? Untuk kebutuhan siapa?

  3. Distribusi dan pengawasan rapuh – Saat radar pengawasan rendah dan penegakan hukum berlubang, perompak kerah putih merasa aman menurunkan jangkar.

Mentan Andi Amran Sulaiman sudah menunjukkan sinyal kuat: menggandeng aparat hukum, menghubungi Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam untuk akselerasi penindakan. Politically, niatnya jelas: membongkar jaringan ini sampai ke akarnya. Tapi publik butuh lebih dari sekadar segel gudang—publik ingin nama, aktor utama, dan jaringan kuasanya.

Dalang harus ditemukan, bukan hanya dikejar

Karena yang sedang diburu di Sabang bukan pencopet, melainkan otak jaringan kejahatan kerah putih — yang biasanya:

  • punya akses jabatan dan logistik,

  • licin dari jeratan administratif,

  • dan alergi kamera, bukan hukum.

Maka perlu kerja intelijen pangan, bukan sekadar razia gudang.

Jika target 2025 gagal diamankan, maka swasembada hanya wayang

Tanpa penindakan total terhadap dalangnya, target berhenti impor 2025 bisa disabotase dari dalam: bukan melalui kebijakan, tetapi melalui tindakan senyap. Sabang membuktikan, larangan impor tidak otomatis menghentikan importir jika penggeraknya masih bebas.

Sekarang pemerintah sedang mencari Siapa yang menggerakkan? Siapa yang memberi restu? Siapa yang mendapat untung?
Pertanyaan yang lebih tajam justru adalah:

Apakah ini kejahatan ekonomi biasa, atau operasi terstruktur yang memanfaatkan kelengahan negara?

Sabang bukan sekadar TKP—ia adalah alarm pangan nasional

Kasus 250 ton ini kecil dari sisi volume, namun teramat besar dari sisi pesan: ada tangan kuat yang tak peduli pada target pemerintah, tak hormat pada keringat petani, dan tak takut pada garis batas kedaulatan.

Jika dalangnya tak ditemukan, yang akan disegel bukan hanya gudang—tetapi juga kepercayaan rakyat pada ikrar Indonesia bebas impor beras.


PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Wisuda Dunia Lain

Next Post

ANGGOTA KEPOLISIAN DILARANG RANGKAP JABATAN Final, Mengikat, dan Tidak Boleh Lagi Dimaknai Ulang

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post

ANGGOTA KEPOLISIAN DILARANG RANGKAP JABATAN Final, Mengikat, dan Tidak Boleh Lagi Dimaknai Ulang

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Jepang, Taiwan, dan Bayangan Militerisme: Ketegangan Baru Tokyo–Beijing

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...