• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SAWAH ATAU KELAPARAN: CETAK SAWAH ADALAH HARGA MATI!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 2, 2026
in Feature, Layanan Publik
0
MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja
(Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sikap tegas: anggaran akan dialihkan ke daerah lain apabila pemerintah daerah tidak serius menjalankan program cetak sawah sebagai bagian dari penguatan produksi dan swasembada pangan nasional. Pesan ini jelas dan tak multitafsir: cetak sawah adalah harga mati, bukan opsi, bukan wacana, apalagi basa-basi kebijakan.

Penegasan Mentan Amran ini patut dipahami secara jernih oleh para kepala daerah. Daerah yang tak menunjukkan komitmen nyata akan dievaluasi, bahkan dicoret dari prioritas anggaran. Langkah ini bukan ancaman kosong, melainkan upaya memastikan bahwa salah satu program strategis Pemerintahan Presiden Prabowo benar-benar dijalankan secara serius dan konsisten di lapangan.

Kondisi luas sawah nasional saat ini memang mengkhawatirkan. Data ATR/BPN menunjukkan, dalam lima tahun terakhir (2019–2024), luas baku sawah menyusut 79 ribu hektare, dari 7,46 juta hektare menjadi 7,38 juta hektare. Penyebab utamanya adalah konversi lahan pertanian ke nonpertanian—permukiman dan industri—yang mencapai sekitar 100 ribu hektare per tahun.

Lebih memprihatinkan lagi, luas sawah per kapita Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 0,026–0,031 hektare per kapita. Bandingkan dengan Amerika Serikat (1,21 ha/kapita), China (0,37 ha/kapita), dan Thailand (0,33 ha/kapita). Rasio ini menjadi alarm keras bahwa ketahanan pangan kita berada di titik rawan. Dalam konteks inilah, cetak sawah baru bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan keharusan strategis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah merancang Program Cetak Sawah seluas 3 juta hektare pada 2025–2027, dengan fokus di Merauke, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Harapannya jelas: swasembada beras berkelanjutan tidak lagi menjadi slogan, tetapi kenyataan.

Namun harus disadari, mencetak sawah bukan perkara membalik telapak tangan. Ia jauh lebih rumit daripada sekadar mencetak anggaran, bahkan tidak sesederhana para pedagang mencetak kue bandros. Program ini menyedot dana besar dan menghadapi beragam kendala serius di lapangan.

Berbagai tantangan itu antara lain:
pertama, status lahan yang belum jelas, sehingga menyulitkan pengembangan.
kedua, akses jalan yang terbatas, membuat mobilisasi alat dan sarana produksi terhambat.
ketiga, sistem irigasi yang belum memadai, yang berdampak langsung pada produktivitas.
keempat, tingginya tingkat keasaman tanah, terutama di lahan gambut, yang memerlukan perlakuan khusus.
kelima, keterampilan petani yang perlu ditingkatkan agar mampu mengelola lahan suboptimal dan teknologi modern.
keenam, konflik kepemilikan lahan.
ketujuh, keterbatasan infrastruktur pendukung secara keseluruhan.

Karena itu, koordinasi dan kolaborasi nasional menjadi kunci. Pemerintah pusat, daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu irama. Upaya konkret yang perlu dilakukan antara lain:

  1. Pembentukan tim kerja lintas sektor (Kementan, ATR/BPN, pemda, dan dinas terkait).

  2. Penyusunan rencana aksi bersama yang jelas, terukur, dan berbasis waktu.

  3. Penguatan komunikasi efektif antarpemangku kepentingan.

  4. Pelatihan dan pendampingan petani secara berkelanjutan.

  5. Pengalokasian sumber daya yang memadai, baik dana, infrastruktur, maupun teknologi.

  6. Monitoring dan evaluasi berkala agar program tidak melenceng dari tujuan.

Dengan tata kelola seperti ini, peluang keberhasilan program cetak sawah akan jauh lebih besar, sekaligus memperkuat fondasi produksi pangan nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah terobosan percepatan. Salah satunya, target cetak sawah 400 ribu hektare pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp10 triliun, yang difokuskan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Papua. Selain itu, dilakukan optimalisasi lahan suboptimal seperti rawa dan gambut, pembangunan infrastruktur pertanian, serta dorongan penggunaan teknologi pertanian modern. Kerja sama lintas kementerian, khususnya Kementerian Pertanian dan ATR/BPN, terus diperkuat.

Pada akhirnya, swasembada pangan bukan sekadar urusan teknis pertanian, melainkan soal keberanian politik, konsistensi kebijakan, dan kesungguhan para pemangku kepentingan. Tinggal satu pertanyaan besar: apakah semua pihak siap menjalankan perannya, atau justru membiarkan sawah terus menyusut dan bangsa ini bergantung pada impor?

Semoga.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iran, Israel, dan Ujian Konsistensi Dunia Islam

Next Post

Korlabi Kutuk Keras Serangan Gabungan AS–Israel yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Israel Serang Iran, Fasilitas Nuklir dan Pejabat Militer Tewas

Korlabi Kutuk Keras Serangan Gabungan AS–Israel yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran

Iran: 200 Orang Lebih Tewas Karena Serangan Israel~USA

Iran: 200 Orang Lebih Tewas Karena Serangan Israel~USA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...