• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sebuah Potret Sandiwara Negara: 7,3 juta dinonaktifkan Penerima Bantuan PBI JKN – Sudah Sejahtera

Ali Syarief by Ali Syarief
June 19, 2025
in Feature, Health, Layanan Publik
0
Sebuah Potret Sandiwara Negara: 7,3 juta dinonaktifkan Penerima Bantuan PBI JKN – Sudah Sejahtera
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ini bukan satire, maka ini barangkali hanya kenyataan yang terlalu pahit untuk disebut apa adanya.

Fusilatnews – Apa kabar, rakyat jelata? Semoga masih bisa menertawakan hidup—jika pun bukan karena bahagia, setidaknya karena sudah terlalu nelangsa hingga tertawa adalah satu-satunya bentuk kewarasan. Tertawa termehek-mehek, istilahnya. Sejenis tertawa sambil berlinang air mata, seperti orang nonton drama Korea sambil makan mi instan yang bungkusnya hasil subsidi pemerintah.

Di sudut kantor kementerian sana, seorang menteri—yang dikenal santun dan ramah, dan lebih akrab dipanggil Gus—berdiri gagah membawa kabar: 7,3 juta orang telah dinonaktifkan dari daftar penerima bantuan PBI JKN. Jangan khawatir, katanya, mereka semua sudah dianggap sejahtera. Astaga, saya yang tidak masuk daftar bantuan saja mendadak merasa makmur. Entah karena doa Gus Ipul itu manjur, atau karena negara kita memang jago berhalusinasi.

Mereka yang dihapus ini katanya tidak terdaftar di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ada juga yang memang tidak miskin lagi—katanya. Disebutkan mereka masuk desil 6 sampai 10. Wah, hebat! Berarti dalam diam, Indonesia ternyata telah naik kelas. Padahal menurut laporan PBB, angka penduduk miskin justru meningkat sampai 68 persen. Maka saya pun bingung: siapa yang berdusta di antara kita?

PBB bilang rakyat kita makin melarat, tapi pemerintah bilang yang dicoret dari daftar bantuan sudah tidak layak dibantu karena “sejahtera”. Lah, ini logika sarkastik atau lelucon stand-up comedy?

Apakah mungkin PBB keliru menghitung kemiskinan? Atau mungkin Gus Ipul memakai kacamata hitam saat melihat data? Atau jangan-jangan, kita memang hidup dalam dua semesta berbeda: semesta data dan semesta rasa. Di semesta data, orang miskin bisa dianggap kaya hanya karena pernah beli pulsa Rp 100.000. Di semesta rasa, rakyat cuma bisa merasa sengsara sambil memandangi etalase harga beras yang makin hari makin naik seperti harga saham perusahaan teknologi.

Menteri bilang, jangan khawatir, mereka yang betul-betul miskin tetap bisa reaktivasi bantuan. Tapi, dengan syarat dan ketentuan yang lebih panjang dari akad kredit rumah subsidi. Harus diverifikasi. Harus melalui aplikasi. Harus input ulang data ke sistem SIKS-NG—apa itu, saya pun tak tahu. Yang pasti, orang miskin harus jadi melek teknologi, pintar mengisi formulir, dan aktif menghubungi Dinas Sosial. Kalau tidak, ya maaf… berarti Anda belum cukup miskin versi pemerintah.

Inilah republik kita: birokrasi yang ruwet, kemiskinan yang dianggap ilusi, dan bantuan yang diberikan hanya setelah rakyat diuji dengan semacam olimpiade penderitaan.

Tapi tenang. Pemerintah punya solusi. Jika data Anda belum cocok, silakan rekam ulang KTP elektronik dulu di Dukcapil. Mungkin di situlah letak rahasia hidup sejahtera: satu kali rekam KTP, langsung berubah status sosial. Sakti!

Sementara itu, sebagian rakyat di desa-desa masih bertanya-tanya mengapa tiba-tiba kartu BPJS mereka tidak bisa dipakai saat berobat. “Sudah sejahtera, Pak,” kata petugas. Padahal, untuk makan pun mereka masih berhutang di warung tetangga.

Di tengah absurditas ini, saya hanya bisa menertawakan hidup. Tertawa yang termehek-mehek. Sebab, kalau tidak tertawa, bisa-bisa kita semua meledak karena logika negeri ini makin hari makin tidak masuk akal.

Jadi mari, kita angkat gelas air putih—karena kopi sudah terlalu mahal—dan bersulang: untuk negara yang terus percaya bahwa miskin itu bisa dihapus hanya dengan menghapus nama dari daftar bantuan. Bravo!

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pamer Uang Seperti Pajangan Showroom: Ketika Hukum Berubah Jadi Atraksi Sirkus

Next Post

Janji Gibran, Pengangguran, dan Pukulan Realitas dari IMF

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
“Mas Gibran Dilatih untuk Mempermalukan Saya” Mahfud MD:

Janji Gibran, Pengangguran, dan Pukulan Realitas dari IMF

AKHIRNYA BAHAR SMITH DIPERIKASA POLISI

Adik Perempuan Habib Bahar bin Smith Jadi Korban Pemerkosaan, Dua Pelaku Ditangkap

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist