• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Pamer Uang Seperti Pajangan Showroom: Ketika Hukum Berubah Jadi Atraksi Sirkus

Ali Syarief by Ali Syarief
June 19, 2025
in Birokrasi, Crime, Feature
0
Pamer Uang Seperti Pajangan Showroom: Ketika Hukum Berubah Jadi Atraksi Sirkus

Istimewa - kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bayangkan saudara-saudara, Anda sedang jalan-jalan ke Senayan City. Lalu, di sebuah showroom mewah, Anda lihat pajangan mobil Ferrari, satu deret dengan Lamborghini, dan di tengahnya ada… tumpukan duit tunai Rp11,8 triliun. Kalau tidak gila, pasti mimpi. Tapi di negeri kita yang semakin sulit dibedakan antara dagelan dan kebijakan, pemandangan absurd ini benar-benar terjadi. Bukan di mall, tapi di kantor Kejaksaan Agung, dengan pengawalan ketat dan kamera wartawan berderet seperti meliput konser Coldplay.

Ya, betul. Itu duit PT Wilmar Group, perusahaan sawit raksasa yang katanya “beritikad baik” menyerahkan dana setara hampir 730 juta dolar AS sebagai jaminan atas perkara dugaan korupsi izin ekspor CPO. Duitnya ditumpuk. Dihitung. Difoto. Dipublikasikan. Bahkan media luar negeri pun ikut melongo. Reuters sampai angkat alis, Fortune geleng kepala, Business Times Singapore gelisah. Tapi kita? Kita terjebak antara ingin bangga atau ingin muntah.

Pertanyaannya: buat apa uang segitu banyak dipamerkan seperti sedang launching sepatu baru?

Katanya ini bukti keberhasilan penegakan hukum. Tapi entah mengapa yang terasa justru seperti nonton pertunjukan sulap. Abrakadabra, uang muncul, lalu lenyap entah ke mana setelah proses hukum selesai. Negara belum tentu punya hak sepenuhnya. Mahkamah Agung pun belum buka mulut. Tapi kamera sudah nyalakan blitz seolah kebenaran sudah jadi barang dagangan.

Inilah absurditas pertama: hukum dijalankan bukan berdasarkan substansi, tapi berdasarkan visualisasi. Bukan keadilan yang dicari, tapi gestur kemenangan. Seolah-olah penegakan hukum adalah soal siapa yang paling heboh, paling bisa membuat rakyat terkagum-kagum, bukan siapa yang paling benar.

Padahal, saudara-saudara, kita ini bukan kekurangan atraksi. Kita ini kekurangan keadilan.

Absurditas kedua: Wilmar menyebut ini “jaminan,” bukan pengakuan bersalah. Lalu, jika nanti Mahkamah Agung menyatakan mereka bebas—apakah uang ini akan dikembalikan diam-diam tanpa seremoni? Kalau iya, mengapa pemajangannya pakai lampu sorot seperti showroom mobil mewah?

Ini bukan perkara kecil. Uang sebanyak itu bisa membangun ribuan sekolah, membayar utang desa, atau menyelamatkan anak-anak dari stunting. Tapi alih-alih bicara penggunaan dana, yang dipamer justru bentuk fisiknya. Uang dibendakan. Dibikin jadi tontonan. Negara seolah lebih bangga pada amplop daripada akal sehat.

Absurditas ketiga: rakyat disuguhi drama, bukan logika. Rakyat dibius oleh gambar tumpukan uang, tapi tidak diajak berpikir soal sistem sawit yang menyuburkan korupsi, soal relasi oligarki dan kekuasaan, atau soal bagaimana aktor-aktor di belakang semua ini bisa jalan bebas menikmati teh hijau di Singapura.

Dalam dunia Mahbub Djunaidi, ini akan disebut: “negara yang lebih pandai menampilkan ilusi daripada menyelesaikan persoalan.” Seperti sulap pasar malam. Uang ada, lalu hilang. Masalah ada, lalu dipindahkan. Tanggung jawab? Ah, itu urusan nanti.

Dan akhirnya, kita harus bertanya: apa sebenarnya yang dicari dari pertunjukan ini?

Kalau keadilan, mestinya kita diam-diam kerja, bukan gaduh-gaduh kamera. Kalau kebenaran, mestinya kita gali sistem, bukan pamer barang bukti. Tapi kalau pencitraan, ya inilah bentuk paling murninya.

Dan seperti kata Mahbub dalam salah satu tulisannya: “Kita ini bangsa besar, tapi suka menyia-nyiakan kebesarannya dalam hal-hal kecil.” Termasuk menjadikan uang haram sebagai alat atraksi legal demi menutupi kegagalan moral.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jika Jokowi Jadi Ketum PSI, Relawan Pada Ngaciiir

Next Post

Sebuah Potret Sandiwara Negara: 7,3 juta dinonaktifkan Penerima Bantuan PBI JKN – Sudah Sejahtera

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Next Post
Sebuah Potret Sandiwara Negara: 7,3 juta dinonaktifkan Penerima Bantuan PBI JKN – Sudah Sejahtera

Sebuah Potret Sandiwara Negara: 7,3 juta dinonaktifkan Penerima Bantuan PBI JKN - Sudah Sejahtera

“Mas Gibran Dilatih untuk Mempermalukan Saya” Mahfud MD:

Janji Gibran, Pengangguran, dan Pukulan Realitas dari IMF

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist