Angkatan Bersenjata Yaman telah mengumumkan penembakan jatuh pesawat tak berawak canggih Amerika saat pesawat tersebut melakukan operasi mata-mata untuk mendukung rezim Israel.
Presstv – Fusilatnews – Jaringan televisi Yaman al-Masirah melaporkan.Drone MQ-9 Reaper ditembak jatuh menggunakan rudal permukaan-ke-udara saat pesawat tersebut terbang di wilayah udara di atas perairan teritorial Yaman, kata Angkatan Bersenjata dalam pernyataannya Rabu (8/11),
Pesawat itu diserang saat melakukan operasi “spionase permusuhan” dalam rangka dukungan militer Amerika Serikat terhadap rezim Israel, tambah pernyataan itu.
“Angkatan Bersenjata Yaman menekankan hak sah mereka untuk membela negara dan menghadapi semua ancaman,” kata juru bicara pasukan Brigadir Jenderal Yahya Saree.
“Manuver permusuhan ini tidak mencegah Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer melawan rezim Zionis [Israel] dan untuk mendukung bangsa Palestina,” tambahnya.
Tentara Yaman baru-baru ini melakukan beberapa operasi militer terhadap sasaran-sasaran Israel sebagai tanggapan terhadap perang rezim pendudukan pada tanggal 7 Oktober melawan wilayah Palestina di Jalur Gaza, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 10.500 warga Palestina.
Pada hari Selasa, Angkatan Bersenjata negara tersebut mengatakan mereka telah melancarkan serangan pesawat tak berawak skala besar terhadap sasaran “sensitif” di wilayah pendudukan sebagai bentuk dukungan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.
Pada tanggal 31 Oktober juga, pasukan tersebut telah melancarkan serangan militer skala besar terhadap sasaran-sasaran Israel dengan menggunakan “sejumlah besar rudal balistik dan bersayap, serta sejumlah besar drone.”
Militer Yaman telah bersumpah untuk terus melakukan serangan selama rezim pendudukan terus melanjutkan perangnya melawan Gaza.
Sumber : Presstv.























