MAKASSAR, FusilatNews – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda Gibran, menegaskan perubahan arah pembinaan bagi para perajin Indonesia. Memasuki usia ke-46, Dekranas diminta tidak lagi berorientasi pada banyaknya kegiatan, melainkan pada kualitas pembinaan yang mampu melahirkan produk kerajinan berdaya saing global.
Penegasan itu disampaikan Selvi saat membuka puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Di hadapan lebih dari 3.000 pengurus Dekranas dari seluruh Indonesia, istri Wakil Presiden tersebut menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak boleh lagi diukur dari kuantitas program yang dijalankan.
“Tidak hanya kuantitas pembinaan yang dibutuhkan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menyasar persoalan para perajin sehingga kita bisa mencarikan solusi yang tepat. Saya berkomitmen untuk membawa produk kriya Indonesia naik kelas,” ujar Selvi.
Menurut Selvi, tantangan industri kerajinan semakin kompleks seiring pesatnya digitalisasi dan perubahan selera pasar global. Karena itu, produk kriya berbasis bahan baku lokal seperti serat alam, keramik, kayu, batu, hingga logam harus didorong memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Ia menilai peningkatan daya saing dapat diwujudkan melalui standar mutu yang lebih baik, kemasan yang menarik, serta penerapan prinsip produksi yang ramah lingkungan.
Selvi juga menginstruksikan agar setiap program pelatihan Dekranas memiliki indikator keberhasilan yang jelas, disertai pendampingan berkelanjutan hingga produk para perajin benar-benar mampu menembus pasar internasional.
Puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Kota Makassar. Pada saat yang sama, Makassar juga menjadi tuan rumah Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar pada 9–12 Juli 2026 dengan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Peserta yang hadir berasal dari jajaran Tim Penggerak PKK, Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota, hingga tamu undangan dari pemerintah pusat.
Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, peringatan HUT Dekranas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat daya saing industri kerajinan nasional sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kreatif.
Selain menyampaikan arahan strategis, penampilan Selvi juga menarik perhatian. Ia mengenakan Baju Bodo berwarna merah muda lengkap dengan aksesori kepala khas Bugis-Makassar sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya tuan rumah.
Busana adat serupa juga dikenakan Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang hadir dalam acara tersebut.
Usai pembukaan, Selvi didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau pameran Kriya dan Wastra Nusantara di lantai dasar TSM Makassar. Pameran berskala nasional itu menghadirkan sekitar 200 stan dari Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia yang menampilkan beragam produk kerajinan unggulan.
Peringatan HUT ke-46 Dekranas diharapkan menjadi titik awal transformasi pembinaan perajin Indonesia, dari sekadar memperbanyak kegiatan menuju pendampingan yang menghasilkan produk berkualitas, berdaya saing, dan mampu mengangkat nama Indonesia di pasar dunia.
Reporter: Andi Amelia Ramadani






















