• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sengkuni Bangkit Kembali – Sekaligus Duryudana.

fusilat by fusilat
June 12, 2025
in Feature, Tokoh
0
Sengkuni Bangkit Kembali – Sekaligus Duryudana.
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam dunia pewayangan, Sengkuni tak pernah benar-benar mati. Ia tak pernah jadi raja, tapi istana tak pernah bisa tenang tanpanya. Ia si pembisik, si pengatur narasi, si pengendali bayangan yang selalu berdiri satu langkah di belakang kursi kekuasaan.

Dua belas tahun silam, nama Sengkuni muncul bukan dari panggung wayang, tapi dari bibir Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang tengah dikorbankan dalam drama korupsi berjamaah. Ia menyebut seseorang yang berlagak suci tapi penuh intrik, yang mengendalikan partai dan negara dengan tali halus penuh jebakan, yang “tampak tak pernah marah tapi selalu menyingkirkan.” Sengkuni, katanya, telah merasuk dalam tubuh kekuasaan.

Kala itu, tudingan diarahkan pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden yang kerap tampil lembut tapi diyakini keras dalam strategi. Tapi sejarah, seperti halnya pewayangan, selalu berputar. Hari ini, publik melihat lakon lama dimainkan kembali—dengan bintang baru di panggung kekuasaan.

Nama Jokowi  mungkin dulu dikenal sebagai tokoh wong cilik, tetapi kini ia tampil lebih mirip Sengkuni dalam wajah rakyat biasa. Ia bukan sekadar dalang, tapi juga penampil. Bukan hanya memetik benang kekuasaan, tapi juga merajutnya ulang: mengatur putranya menjadi wakil presiden, memoles menantunya menjadi gubernur, dan membuka jalan politik bagi anak keduanya menjadi Ketum Partai. Jika Sengkuni dulu hanya mengatur Duryudana, maka Jokowi adalah Sengkuni sekaligus Duryudana.

Konstitusi pun dipermainkan seperti gulungan kulit wayang yang lentur. Keputusan Mahkamah Konstitusi dimanipulasi, dan ironi terjadi ketika sang ipar sendiri yang membuka pintu takdir bagi sang anak. Betapa apik permainan ini dijalankan. Di luar panggung, publik hanya mendengar narasi: demi bangsa, demi kesinambungan, demi pembangunan IKN. Tapi di balik layar, dusta dijahit rapi menjadi jubah kepahlawanan.

Sengkuni, dalam epos Mahabharata, bukanlah tokoh dengan tangan berdarah. Ia tak pernah memegang pedang. Tapi perang Baratayuda terjadi karena lidahnya. Ia memecah saudara, membakar dendam, menabur fitnah. Dalam kisah modern kita, perang tak lagi berdarah. Ia hadir dalam bentuk pembunuhan karakter, manipulasi media, perusakan tatanan hukum, dan pelemahan oposisi. Semua dilakukan dengan senyum khas sang Sengkuni baru—sederhana, santai, penuh pencitraan.

Kini, rakyat menatap panggung dengan rasa gamang. Mereka tak tahu lagi siapa Pandawa, siapa Kurawa. Yang mereka tahu, istana telah menjadi panggung wayang, di mana kebenaran tak lagi ditentukan oleh dharma, melainkan oleh narasi dan dana.

Sengkuni tidak mati. Ia hanya berganti rupa. Jika dulu ia tinggal di Hastinapura, hari ini mungkin ia tinggal di Istananya Solo, di tengah rimbun pepohonan, tersenyum di balik kamera, dan bersabda: “Saya Ndak Tahu.”

Tapi rakyat mulai sadar: jika Sengkuni kembali, maka Baratayuda pun tak lama lagi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membaca Pikiran Roy Suryo: Imajinasi Pemakzulan Gibran

Next Post

Kejagung Tak Mau Terjebak Polemik Kasus Chromebook, Fokus pada Fakta Hukum

fusilat

fusilat

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Terkait TPPU Zarof Ricar, Kejagung Geledah Rumah Pemilik Sugar Group

Kejagung Tak Mau Terjebak Polemik Kasus Chromebook, Fokus pada Fakta Hukum

Menanti BPN: Janji Fiskal Prabowo di Persimpangan Jalan

Menanti BPN: Janji Fiskal Prabowo di Persimpangan Jalan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist