• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membaca Pikiran Roy Suryo: Imajinasi Pemakzulan Gibran

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2025
in Feature, Politik
0
Membaca Pikiran Roy Suryo: Imajinasi Pemakzulan Gibran
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Barangkali hanya Roy Suryo yang bisa membuat sesuatu yang semula dianggap guyonan warung kopi jadi topik layak meja parlemen. Ia menyulap rumor jadi tafsir konstitusi, menyatukan sinisme dengan statistik, dan mencampurkan satire dengan sumpah etika aristokrat Prancis: noblesse oblige. Dalam tulisan terbarunya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu merangkum kemarahan sosial terhadap Wapres Gibran Rakabuming Raka menjadi semacam memorandum rakyat, lengkap dengan jalur institusional yang rumit menuju pemakzulan.

Sekilas, tulisan itu seperti skrip film politik: mulai dari konspirasi akun IG yang “tercyduk” mengikuti akun judi online, sampai persekongkolan diam-diam parlemen yang tengah reses. Namun, di balik kelugasan gaya bertutur Roy yang meledak-ledak dan penuh data, tampak satu hal yang lebih kuat dari sekadar kemarahan—sebuah hasrat untuk mengingatkan publik bahwa legitimasi kekuasaan yang cacat sejak awal, tetap cacat walau diselimuti popularitas dan protokol.

Roy menyinggung banyak hal, dari cacat etik dan hukum putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90, kejanggalan pada akun Kaskus “fufufafa” yang diduga milik Gibran, hingga nepotisme dalam lingkar keluarga yang katanya sudah menyentuh KPK. Tapi tentu saja, persoalan seserius pemakzulan tidak bisa berdiri hanya di atas ironi dan asumsi. Ia memerlukan landasan hukum yang kokoh, pembuktian tak terbantahkan, dan lebih penting lagi: keberanian politik yang saat ini sedang liburan panjang bersama para anggota DPR.

Namun Roy tahu betul, kekuatan tak selalu datang dari angka. Ia bermain di wilayah simbolik. Ketika ia menulis, “Wis wayah-e,” ia tidak sedang mengutip teks konstitusi, melainkan merapal mantra rakyat. Ia menarik ingatan kita pada 1998, saat suara-suara sumbang di jalan raya akhirnya menggoyang pilar-pilar kekuasaan yang dianggap abadi. Ini adalah taktik politik Roy yang khas: membawa suara elite ke telinga rakyat, dan suara rakyat ke ruang elite. Dua dunia yang selama ini dipisahkan pagar protokoler dan hashtag Instagram.

Secara politis, skenario pemakzulan Gibran nyaris mustahil. Komposisi DPR hasil Pemilu 2024 menjadikan Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus) menguasai sekitar 470 dari total 580 kursi—alias 81 persen parlemen dikuasai partai-partai pendukung pemerintah. PDIP, satu-satunya partai oposisi formal, berdiri sendirian dengan 110 kursi. Artinya, suara minoritas tak akan pernah cukup menggerakkan mesin impeachment, kecuali ada tsunami politik internal yang mengubah konstelasi dari dalam tubuh kekuasaan sendiri.

Tapi dalam politik Indonesia, logika seringkali kalah oleh gelombang. Roy tampaknya sedang menanam benih kesadaran, bukan hanya pada elite, tetapi lebih pada publik. Ia tidak sedang menuntut keputusan besok pagi, tetapi ingin menghidupkan kembali apa yang disebutnya sebagai “diskursus perbincangan waras.” Dalam era pasca-kebenaran dan budaya pengalihan isu, diskursus waras adalah barang langka. Maka ketika Roy bicara, publik, suka tidak suka, akan menoleh.

Ada satu hal yang layak dicatat dari narasi Roy: ia tidak menyalahkan Gibran secara personal sebagai anak presiden, tetapi menantang peran dan integritasnya sebagai Wakil Presiden yang katanya seharusnya menjunjung tinggi etika publik. Di sinilah Roy menyisipkan sindiran kultural: noblesse oblige, bahwa jabatan tinggi menuntut keluhuran, bukan sekadar keabsahan administratif atau perolehan suara. Ia menyindir bangsa ini yang terlalu mudah terpukau oleh pencitraan, lupa bahwa kepemimpinan bukan soal gaya, tetapi tanggung jawab moral.

Apakah tulisan Roy akan mengguncang singgasana kekuasaan? Mungkin tidak hari ini, tidak juga besok. Tapi sejarah negeri ini sudah terlalu sering membuktikan bahwa suara kecil, ketika dirawat dalam kesabaran dan logika publik, bisa berubah menjadi gelombang besar. Roy mungkin bukan pelaut utama dalam badai itu, tapi ia tahu persis arah angin bertiup.

Dan mungkin, justru di sanalah letak pentingnya tulisan ini: bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengingatkan. Bahwa kekuasaan, seberapapun kuatnya, selalu punya titik retak ketika melupakan satu hal: suara rakyat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seorang Lansia Korban Penyerobotan Tanah Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen

Next Post

Sengkuni Bangkit Kembali – Sekaligus Duryudana.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Sengkuni Bangkit Kembali – Sekaligus Duryudana.

Sengkuni Bangkit Kembali - Sekaligus Duryudana.

Terkait TPPU Zarof Ricar, Kejagung Geledah Rumah Pemilik Sugar Group

Kejagung Tak Mau Terjebak Polemik Kasus Chromebook, Fokus pada Fakta Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist