• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Setelah Pengakuan Pelanggaran HAM

fusilat by fusilat
January 27, 2023
in Feature
0
Setelah Pengakuan Pelanggaran HAM

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) menyampaikan pengakuan dan penyesalan atas 12 kasus pelanggaran HAM masa lalu di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Donny Syofyan

Jakarta – Presiden Joko Widodo berencana akan melakukan tur ke beberapa daerah untuk mengadakan pertemuan dengan para penyintas dan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri kekejaman masa lalu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md mengatakan bahwa Presiden Jokowi serius ingin menemukan resolusi bagi pelanggaran HAM di masa lalu dan perjalanan itu akan menjadi awal dari upaya tersebut.

Presiden Jokowi menyatakan penyesalan yang mendalam atas pelanggaran HAM pasca-kemerdekaan. Ia merujuk kepada pembunuhan massal kaum komunis dan simpatisannya pada pertengahan 1960-an. Beliau mengutip 11 peristiwa lainnya, yang mencakup periode antara tahun 1965 dan 2003, termasuk pembunuhan dan penculikan mahasiswa oleh pasukan keamanan selama protes terhadap pemerintahan otoriter Orde Baru pada akhir 1990-an.

Jokowi bukan presiden pertama yang mengeluarkan pernyataan semacam ini. Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terbuka meminta maaf kepada para korban dan keluarga pembunuhan 1965 dan memerintahkan pemulihan hak-hak mereka. Dalam hal ini, ada yang menganggap Jokowi tampak lebih mundur dari almarhum Gus Dur karena publik tidak mendengar satu kata pun permintaan maaf dalam pernyataan 11 Januari lalu.

Mahfud Md lebih lanjut menyebutkan pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memberikan reparasi di sektor sosial dan kesehatan, serta beasiswa dan “rehabilitasi fisik”, sesuai dengan rekomendasi dari Makarim Wibisono, Ketua Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat. Presiden juga akan memanggil beberapa menteri, seperti Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Keuangan, Panglima TNI dan Kapolri, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk diberi tugas berdasarkan rekomendasi ini.

Lalu apa dan bagaimana langkah-langkah selanjutnya? Yang utama sekali mesti diawali dengan memberikan kesempatan bagi para korban atau keluarga korban untuk mengisahkan cerita mereka kepada publik. Upaya ini perlu agar masyarakat mendapatkan narasi dan perspektif langsung yang berbeda dengan apa yang masyarakat dengar atau ketahui selama ini.

Memberikan mereka ruang yang lebih luas untuk bernarasi sekecil apa pun fungsional untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, sehingga akhirnya ada keadilan bagi para korban. Ini penting guna menggantikan trauma antargenerasi dengan penyembuhan antargenerasi (intergenerational trauma with intergenerational healing).

Kemauan dan kejujuran untuk mendengarkan suara para korban adalah awalnya. Permohonan maaf lewat selembar kertas tidak akan menyembuhkan dan tidak bakal mengakhiri siklus trauma atau menciptakan penyembuhan antargenerasi. Keadilan dan inklusivitas membutuhkan langkah-langkah yang besar dan berani untuk memberikan hak-hak korban menyangkut kesehatan, keadilan dan kesejahteraan.

Langkah pertama ini tak akan kokoh tanpa dibarengi dengan permohonan maaf secara jujur dari lembaga-lembaga lain di luar institusi kepresidenan, seperti pihak TNI/Polri bahkan juga lembaga pendidikan (sekolah atau perguruan tinggi) yang boleh jadi dengan sengaja melestarikan kezaliman dengan tidak membela wacana dan komunitas yang tertindas. Kita bisa belajar dari komunitas sains di Australia menyangkut hal ini.

Di masa kolonial, orang-Inggris yang mencuri tubuh warga Aborigin membenarkan tindakan mereka atas nama sains, tetapi sikap mereka berbeda ketika ini menimpa kelompok mereka, teman-teman dan orang yang mereka cintai. Mutilasi orang-orang miskin yang tidak berdaya dibenarkan atas nama sains. Mereka melakukannya karena orang Aborigin dipandang sebagai tingkat manusia terendah, jauh di bawah orang Eropa yang dianggap lebih beradab dan etis yang mewakili puncak evolusi.

Rasisme ini tegak di atas sikap apatis dan pengerukan laba. Mutilasi tubuh Aborigin adalah kejahatan yang diperbuat oleh manusia-manusia yang sejatinya berpendidikan dan ‘tercerahkan’. Tidak sedikit mayat-mayat warga Aborigin ini yang dibawa ke luar lagi-lagi atas nama sains.

Sebagai salah satu lembaga yang memahami brutalitas masa lalu, Museum dan Galeri Seni Tasmania (Tasmanian Museum and Art Gallery/TMAG) yang berpusat di Hobart menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aborigin dan terus berupaya memulangkan tulang-belulang orang-orang Aborigin yang dibawa pihak Inggris ke negaranya atau luar negeri.

Atas dukungan pemerintah federal dan negara bagian, repatriasi sisa-sisa 2000 tulang belulang penduduk asli Australia telah berlangsung. Ribuan lainnya disimpan di gudang museum Australia dan tidak dapat dikembalikan ke tempat asalnya karena tidak diketahui atau tidak ada komunitas yang dapat menerimanya. Masyarakat menunggu sebuah tempat peristirahatan nasional di mana mereka dapat dihormati dan diingat. Proposal terperinci dari The Australian Institute of Aboriginal and Torres Strait Islander Studies untuk sebuah tugu peringatan kini tengah berada di tangan Menteri Urusan Penduduk Asli (Indigenous Affairs Minister).

Setelah berabad-abad penjarahan dan rasa sakit, kompleksitas yang hadir dalam permintaan maaf institusional tidak dapat dihindari. Pihak TMAG menegaskan bahwa butuh keberanian untuk bertanggung jawab atas masa lalu. Keberanian adalah kata yang paling terkait tidak saja dengan mereka yang menyampaikan permintaan maaf tetapi juga dengan orang-orang yang setelah berabad-abad mengalami trauma akhirnya setuju untuk menerimanya.

Para aktivis HAM menilai pernyataan maaf saja dari Presiden Jokowi tidak cukup. Mereka menyerukan penuntutan atas pihak-pihak yang bersalah, di samping pemberian kompensasi untuk para korban. Tapi yang jelas, langkah awal sudah ditapaki meskipun untuk menuntaskan segenap masalah butuh ratusan bahkan ribuan langkah ke depan.

Donny Syofyan, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.

Dikutip dari detik.com, Kamis 26 Januari 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Khawatir Timbul Gejolak Sosial Politik, Presiden Minta MK Menolak Gugatan Uji Materi Sistem Pemilu Legislatif /Proporsional Terbuka

Next Post

Partai Demokrat Resmi Mendukung Tokoh Perubahan Anies Baswedan BaCaPres 24

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Menakar Elektabilitas Duet Anies-AHY di Pilpres 2024

Partai Demokrat Resmi Mendukung Tokoh Perubahan Anies Baswedan BaCaPres 24

Tonggak Bersejarah Toyota di bawah Akio Toyoda – Akan Mundur

Tonggak Bersejarah Toyota di bawah Akio Toyoda - Akan Mundur

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist