• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siapa Yang Otoriter Suharto atau Jokowi?

Kemarahan Kader PDIp Sudah semakin Memuncak

Ali Syarief by Ali Syarief
October 17, 2023
in Feature, Pemilu, Politik
0
Nurutkah Jokowi pada Megawati?
Share on FacebookShare on Twitter

Ingat slogan (tagline) era ORBA? “Melaksanakan UUD 45 secara murni dan konsekuen. Berbagai macam UU/peraturan, yang mengacu kepada konstitusi, mulai dibuat, sehingga lahirlah kemepimpinan yang otoriter itu. Artinya apa? Pak Harto berperilaku otoriter itu pertama dasarnya konstotusi, kedua melahirkan UU (tata aturannya) atas dasar menghindari tumpang tindih lagi seperti yang terjadi di era Bung Karno.

Tapi last but least, ada hasilnya untuk rakyat. Perubahan, dari kekurangan makanan dan kemiskinan, menjadi, bahkan swasembada, berkecupan pangan, sandang dan papan. Melampaui garis kemiskinan.

Membangun manusia Indonesia seutuhnya. Tidak hanya mengunggulkan infra-structure. Pak Harto membangun secara holistik dan berkesinambungan, dibawah thema trilogy pembangunan. (Pertumbuhan ekonomi, Pemerataan kesejahteraan social dan Stabilitas politik).

Bangsa Indonesia, yang telah terbangun intelektualitasnya, melalui pendidikan yang disediakan oleh regim Suharto, mulai sadar. Itu saja tidak cukup. Kesadaran itu adalah hak berdemokrasi. Tertinggal dalam Kebebasan menyampaikan pendapat, Pembelungguan pikiran, dst.

Pecahlah tragedi gerakan reformasi. Pak Harto lengser. Pemerintahan berganti. Pak Habibi menjawab semua tuntutan rakyat itu. Dibukalah gerbang demokrasi. Sangat terbuka liberal sekali. Apapun bebas disuarakan. Tahanan politik dibebaskan. Ekonomi pun recovered dalam waktu singkat. Pesta pora rakyat berdomokrasi, mulai hingar bingar. Dia-oun di protes oleh partainya sendiri, sehingga tidak bisa mencalonkan diri sebagai Capres lagi.

Uji coba setelah demokrasi yang sangat liberal itu korbannya terjadi kepada Gusdur. Dengan system di era Orba, Gusdur dipilih melalui MPR RI menjadi Presiden. Ia dari partai yang suaranya tidak besar. Sementara PDIP, yang diwakili oleh Megawati, hanya apadaya bisa menjadi wakilnya. Ujungna Gusdur dimakzulkan oleh mereka yang mengangkatnya sendiri (poros tengah–Amien Rais). Lalu diangkatlah Megawati, hasil kompromi kelompok elit di MPR RI dibawah komando Amien Rais).

Situasi seperti diatas, kemudian di reformasi dengan memulai system Presidential a’la khas Indonesia. Rakyat memilih figure (bukan Partai lagi). Kali ini menjadi senjata makan tuan kepada Megawati yang menerapkan PT 20%. Tadinya untuk menjegal SBY, tetapi diujung SBY yang partainya hanya 6% berhasil membangun koalisi, terjadilah dua figures ini naik ring. Diametral fight Mega vs SBY.

Mega kalah telak. SBY dua kali, menang mutlak.

Sampai disini, system demokrasi bisa berjalan, walau banyak ranjau. SBY hampir setiap hari tak luput dari pendemo dan penghina. Dan pasukan PDIP retaliasi memimpin gerombolan oposisi dijalan dan di parlemen kepada regime SBY.

Keberhasilan SBY memimpin pemerintahan, tak ada celah dan alasan untuk bisa memakjulkannya. Ekonomi tumbuh hingga diatas 6%. Demokratisasi berjalan mulus, tampa hambatan penguasa. Rakyat punya pekerjaan.

Situasi seperti itu harus berakhir menurut perintah UU. Maksimal 2 periode. Lalu pemerintahan berganti. Terpilihlah Jokowi dan JK, sebagai pemimpin bangsa selanjutnya. Periode ini, agak lumayan, walau pertumbuhan ekonomi tidak dapat mencapai target. Walau sudah mulai tercium, ada gejala yang tidak sesuai dengan harapan, adalah soal KKN yang masih tetap kurvanya meninggi.

Kekecewaan kepada Jokowi, mulai memuncak pada periode dua ini. Bukan saja rakyat yang menjadi korban kekecewaaan, belakangan  partai pengusungnya sendiri, mulai merasa kebelingsut dengan manuvernya. Cawe-cawe Jokowi akhirnya berujung pada ketetapan MK, yang aneh dan kontroversia. Sepertinya, hal tersebut tercium bae pesing kolusi, yaitu untuk meneruskan kedinastian melalui anak-anaknya. Ini yang kontradiktif dengan semangat reformasi. Sudah tak beretika lagi. Merekayasa dari aspek dan terutama dari sumber hukumnya.

Kekecewaan PDIP keada Jokowi sudah mulai diperlihatkan. Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan rakyat akan bersikap jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan batas usia calon presiden dan calon wakil presiden.
“Biarlah rakyat Indonesia yang bersikap dan mengambil kesimpulan. Saya percaya nalar sehat publik, baik dari masyarakat, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan lain-lain akan menggunakan nalarnya terkait putusan yang dikeluarkan MK dan mereka akan memberikan penilaian serta sikap,” kata Basarah di Kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya.

Release Jokowi, sebelum berangkat ke China-menemui Xin Jinping,  mengatakan; tidak terkait dengan keputusan MK dan Pencawapresan anaknya, adalah perilaku anak ingusan. Hal itu hanya menjadi bahan tertawaan khalayak. Sejatinya dari sejak awal, Presiden selaku Kepala Negara, yang dirinya di batasi oleh etika, maka sejatinya bisa dicegah terjadi JR dari masyarakat, Parpol dan birokrat. Karena sudah dapat dipastikan, ujungnya untuk mencawapreskan Gibran. Jadi mustahil Jokowi berpangku tangan. Pernyataan terkahir tsb, dinilai sebagai dusta, dengan hasil poling 94% rakyat tidak mempercayainya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terkait Kehadirannya di Rakernas Projo, PDIP Bantah Panggil Gibran Hanya Bincang-bincang Saja

Next Post

Mengintip Siapa Cawapres Ganjar Pranowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Terjawab Alasan Mega-Puan Tidak Hadir Nikahan Adik Jokowi-Ketua MK

Mengintip Siapa Cawapres Ganjar Pranowo

Menangkap Sinyal Megawati Mengatakan Prihatin ke Jokowi : “Duh Kasian Deh”!!

Megawati Umumkan Cawapres Ganjar, Rabu 18 Oktober Pukul 10.00 WIB

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist