Fusilatnews – Rasmus Paludan ternyata bukan orang baru yang melakukan pembakaran kitab suci umat Islam, Al Quran, di depan Kedutaan besar Turkiye di Stockholm ibukota Swedia. Sebelumnya Rasmus Paludan sudah melakukan 4 kali pembakaran Al Quran di berbagai kota di Swedia.
Rasmus Poludan adalah politikus ekstrem kanan (sayap kanan Jauh) Swedia pengidap Islamophobia yang paling tidak toleran terhadap Umat Islam dan ajaran Islam. Berikut ini tindakan intoleransi Rasmus Poludan terhadap ajaran Islam
1. Membakar Alquran dengan daging babi, 2019
Pada 2019, Paludan membakar Alquran yang dibungkus dengan daging babi. Dalam penjelasan laman TRT, politikus itu membungkus salinan Alquran dengan daging babi asap, membakarnya, dan melemparnya ke udara. Akunnya diblokir selama sebulan oleh Facebook setelah memuat postingan yang mengaitkan kebijakan imigrasi dan kriminalitas itu.
2. Membakar Alquran di Malmo, 2020
Paludan berulah kembali pada September 2020. Dia membakar Alquran di Rinkeby, di selatan Kota Malmo, Swedia. Paludan lantas dicekal masuk Swedia selama dua tahun, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera
3. Membakar Alquran di Linkoping April 1922
Pertengahan April 2022 Paludan kembali melakukan aksi protes. Seperti sebelum-sebelumnya, dia menyertai aksi tersebut dengan membakar Alquran. Peristiwa itu dimulai pada Kamis, 14 April 2022 di Linkoping selatan di Swedia, di bawah perlindungan polisi.
4. Lagi, Paludan Bakar Alquran di Linkoping, Mei 2022
Setengah bulan berselang dari aksi sebelumnya, pada Minggu 1 Mei 2022, Paludan kembali membakar Al-Qur’an. Masih di kota yang sama Linkoping, Swedia. Kali ini dia melakukannya di depan Masjid Raslatt dalam rangkaian peringatan hari buruh. Aksi itu diumumkannya lewat media sosial, seperti dikutip dari The Daily Sabah. Berbeda dari aksi sebelumnya, kali ini aksinya tak dilindungi polisi.
5. Bakar Alquran di Stockholm, Januari 2023
Terbaru, Rasmus Paludan melakukan pembakaran Alquran di luar kedutaan Turki di Stockholm, Swedia, Sabtu, 21 Januari 2023. Dia memegang kitab suci umat Islam itu dan membakarnya. Aksi itu dilakukan dalam rangkaian demonstrasi protes terhadap Islam. Dia menyebut Presiden Turki Tayyip Erdogan berupaya mempengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.
Siapa Rasmus Poludan
Dikutip dari News unbiased Perspective Rasmus Paludan adalah seorang Politisi Denmark-Swedia dan ekstrimis sayap kanan, Rasmus Paludan adalah pemimpin partai Stram Kurs (Garis Keras) di Denmark.
Dalam banyak acaranya, Alquran dibakar, yang memicu protes keras dan pembakaran kendaraan. Dia membakar patung presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Stockholm pekan lalu.
Menurut izin polisi yang dikeluarkannya, protesnya diadakan untuk menentang Islam dan apa yang dikatakannya adalah niat Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk membatasi kebebasan berbicara di Swedia.
Pada bulan April tahun lalu, selama bulan suci Ramadhan, Paludan menyatakan akan memulai “tur pembakaran Alquran” dan mulai membakar kitab suci di lokasi-lokasi yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Sebelumnya pada tahun 2020, Paludan dihukum dan dipenjara selama sebulan karena memposting video anti-Islam di saluran media sosial partainya.
Paludan diberi hukuman penjara yang ditangguhkan karena rasisme pada tahun 2019 dan pengadilan mendengar hal itu mempengaruhi putusan terbaru.
Dia didakwa dengan 14 pelanggaran, termasuk rasisme, pencemaran nama baik, dan mengemudi sembrono.
Paludan, 38, diberi larangan mengemudi selama satu tahun di samping penangguhan pengacara hukum pidana selama tiga tahun.
Dalam pemilu nasional 2019, Stram Kurs menerima 1,8% suara, sedikit di bawah ambang batas 2% yang diperlukan untuk masuk parlemen.
Itu berjalan pada platform melarang Islam dan mengusir semua Muslim dari Denmark. Alquran telah dibakar selama demonstrasi Paludan di tempat-tempat dengan populasi etnis minoritas.
























